HOME  ⁄  Ekonomi

Danantara Pastikan Proyek LRT City Tetap Dibangun Meski Konsumen Pilih Refund, Sebanyak 2.400 Unit Belum Diserahterimakan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Danantara Pastikan Proyek LRT City Tetap Dibangun Meski Konsumen Pilih Refund, Sebanyak 2.400 Unit Belum Diserahterimakan
Foto: Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN Dony Oskaria menanggapi pertanyaan awak media di Jakarta, Kamis 8/10/2026 (sumber: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Pantau - Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN, Dony Oskaria, memastikan pembangunan proyek LRT City tetap dilanjutkan meskipun banyak konsumen memilih pengembalian dana atau refund atas unit properti yang telah dibeli.

Dony menegaskan bahwa Danantara memberikan kebebasan kepada konsumen untuk menentukan pilihan, baik meminta pengembalian dana maupun menunggu penyelesaian pembangunan unit properti mereka.

"Jadi, kita menyerahkan kepada konsumen, mana yang terbaik, karena bagi kami juga tidak ada masalah. Kalau misalkan nanti banyak yang refund, ya, tidak masalah, itu pembangunannya akan tetap (dilanjutkan)," kata Dony saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/10).

Menurut Dony, banyaknya konsumen yang mengajukan pengembalian dana tidak akan menjadi alasan bagi Danantara untuk menghentikan pembangunan proyek LRT City.

Penyelesaian proyek tersebut tetap menjadi komitmen Danantara dalam menangani persoalan pembangunan properti sekaligus memenuhi kewajiban kepada konsumen.

Dony menjelaskan bahwa proyek-proyek LRT City memiliki lokasi strategis dengan akses transportasi yang mudah sehingga masih mempunyai potensi pengembangan cukup besar.

Karena itu, ia menyayangkan apabila proyek properti yang berada di kawasan strategis tersebut tidak dilanjutkan pembangunannya.

Danantara Bakal Kembangkan LRT City dengan Fasilitas Komersial

Dony mengungkapkan bahwa Danantara tidak hanya berfokus pada penyelesaian pembangunan unit properti LRT City, tetapi juga berencana mengembangkan kawasan tersebut dengan berbagai fasilitas pendukung.

Salah satu fasilitas yang direncanakan adalah kawasan komersial atau commercial area untuk melengkapi kebutuhan penghuni dan mendukung aktivitas ekonomi di sekitar proyek.

"Karena secara lokasi itu bagus sekali, aksesnya mudah, dan nanti fasilitasnya akan kita lengkapi dengan commercial area, karena akan dikembangkan oleh Danantara, ke depannya," ujar Dony.

Menurutnya, keunggulan lokasi dan kemudahan akses transportasi menjadi pertimbangan penting dalam melanjutkan pengembangan kawasan LRT City.

Rencana penambahan fasilitas komersial tersebut menjadi bagian dari arah pengembangan proyek properti yang akan dilakukan Danantara pada masa mendatang.

Sementara itu, Dony memastikan proses penyelesaian pembangunan proyek LRT City telah mulai berjalan sejak awal Oktober 2026.

Dalam pelaksanaan pembangunan lanjutan tersebut, ia memberikan perhatian khusus terhadap kualitas bangunan agar hasil pengerjaan memenuhi standar yang lebih baik.

Dony mengaku telah memberikan arahan kepada seluruh tim yang terlibat untuk memastikan kualitas pembangunan menjadi prioritas utama.

"Saya sudah menekankan kepada seluruh tim, kualitasnya harus bagus, karena ini menyangkut nama baik kita," kata Dony.

Ia menilai penyelesaian proyek LRT City bukan hanya menyangkut pemenuhan hak konsumen, tetapi juga berkaitan dengan reputasi dan kredibilitas pengelolaan perusahaan BUMN.

Dony Oskaria Soroti Kesalahan Pengelolaan BUMN pada Masa Lalu

Dony menegaskan bahwa langkah penyelesaian persoalan proyek LRT City merupakan bagian dari agenda transformasi BUMN yang tengah didorong pemerintah.

Menurutnya, transformasi tersebut harus mencakup pembenahan berbagai persoalan pengelolaan perusahaan yang terjadi pada masa lalu.

Ia menyoroti praktik pengelolaan BUMN yang dinilai merugikan masyarakat, termasuk penerimaan pembayaran dari konsumen tanpa diikuti realisasi pembangunan sesuai kewajiban.

"Inilah mengapa penting kita melakukan transformasi terhadap BUMN kita, segala kesalahan-kesalahan masa lalu itu harus kita terangkan. Tidak bisa lagi pola BUMN itu seperti itu, uang orang diambil kemudian tidak dibangun itu, kan. Bagi saya itu tidak bisa," ujar Dony.

Dony menekankan pentingnya tanggung jawab perusahaan BUMN dalam memenuhi kewajiban kepada masyarakat yang telah melakukan pembayaran atas produk maupun layanan yang dijanjikan.

Dalam kasus LRT City, tanggung jawab tersebut diwujudkan melalui dua opsi penyelesaian, yakni melanjutkan pembangunan atau memberikan pengembalian dana kepada konsumen.

Danantara sebelumnya juga telah meminta agar seluruh persoalan proyek LRT City ditangani secara menyeluruh dengan mengutamakan perlindungan hak dan kepentingan konsumen.

Sebanyak 2.400 Unit LRT City Belum Diserahterimakan kepada Konsumen

Berdasarkan hasil pemetaan PT Adhi Karya, terdapat sekitar 5.400 unit properti LRT City yang telah terjual kepada konsumen.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.000 unit telah berhasil diserahterimakan kepada para pembeli.

Sementara itu, sekitar 2.400 unit lainnya masih belum dapat diserahterimakan kepada konsumen dan membutuhkan penyelesaian lebih lanjut.

Jika dihitung berdasarkan total unit yang telah terjual, sekitar 55,6 persen unit LRT City telah diserahterimakan, sedangkan 44,4 persen lainnya masih belum diserahkan kepada pembeli.

Ribuan unit yang belum diserahterimakan tersebut tersebar di sejumlah proyek LRT City sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi pembangunan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan utama yang harus ditangani Danantara melalui kelanjutan pembangunan maupun mekanisme pengembalian dana.

Meski demikian, keputusan untuk menerima pengembalian dana atau tetap menunggu penyelesaian unit properti diserahkan kepada masing-masing konsumen.

Jadwal Penyelesaian Proyek LRT City Masih Disusun

Terkait target penyelesaian pembangunan, Dony mengakui belum dapat memastikan kapan seluruh proyek LRT City yang tertunda akan selesai.

Ia menjelaskan bahwa tim yang ditugaskan menangani proyek tersebut baru mulai melakukan penataan serta menyusun jadwal pelaksanaan pembangunan.

Penyusunan jadwal proyek atau project timeline diperlukan untuk menentukan estimasi waktu penyelesaian setiap proyek LRT City.

Dony memperkirakan informasi lebih terperinci mengenai target penyelesaian masing-masing proyek dapat diperoleh pada pekan berikutnya.

"Ini saya mesti cek, karena kan sudah mulai masuk timnya, timnya mulai melakukan penataan, project timeline-nya. Nanti mungkin minggu depan saya sudah dapat timeline-nya, masing-masing proyek itu berapa lama untuk diselesaikan," kata dia.

Dengan demikian, hingga Kamis (8/10), Danantara belum mengumumkan batas waktu pasti penyelesaian seluruh proyek LRT City yang masih tertunda.

Danantara memastikan kelanjutan pembangunan tetap berjalan bersamaan dengan pembukaan opsi pengembalian dana bagi konsumen yang memilih tidak lagi menunggu penyelesaian unit properti.

Selain memenuhi kewajiban kepada pembeli, kelanjutan pembangunan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas proyek serta melengkapi fasilitas pendukung di kawasan LRT City.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026