
Pantau - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur mempercepat penyaluran jagung melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp5.000 per kilogram kepada peternak untuk menjaga ketersediaan bahan baku pakan dan mendukung keberlanjutan usaha peternakan.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, mengatakan realisasi penyaluran jagung SPHP di wilayahnya telah mencapai 100.699 ton dari total alokasi sebanyak 133.867 ton.
Dalam keterangannya di Surabaya pada Kamis, Langgeng menjelaskan bahwa jumlah tersebut setara dengan 75,22 persen dari keseluruhan pagu penyaluran jagung SPHP yang ditetapkan untuk Jawa Timur.
Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar 33.168 ton jagung yang perlu disalurkan untuk memenuhi seluruh alokasi program.
Bulog Jawa Timur kini memprioritaskan percepatan distribusi sisa alokasi agar peternak dapat memperoleh jagung sebagai bahan baku pakan sesuai kebutuhan.
Bulog Jawa Timur Siapkan Pasokan 42.241 Ton Jagung untuk Peternak
Langgeng mengungkapkan bahwa stok jagung yang saat ini tersedia di Jawa Timur tercatat sebanyak 6.437 ton.
Selain stok yang telah tersedia, Bulog Jawa Timur juga sedang menerima tambahan pasokan jagung dari sejumlah provinsi di Indonesia.
Pasokan tersebut berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat.
Total jagung yang sedang dalam proses pengiriman dari keempat provinsi tersebut menuju Jawa Timur mencapai 35.804 ton.
Jika digabungkan dengan stok yang telah tersedia, jumlah keseluruhan pasokan jagung yang dikelola Bulog Jawa Timur mencapai 42.241 ton, termasuk komoditas yang masih dalam perjalanan.
Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan dengan sisa alokasi penyaluran jagung SPHP yang mencapai sekitar 33.168 ton.
Berdasarkan kondisi tersebut, Langgeng meminta para peternak tidak mengkhawatirkan ketersediaan jagung untuk memenuhi kebutuhan penyaluran program SPHP.
"Jadi kami sampaikan peternak tidak perlu khawatir karena secara stok jagung yang dikelola Bulog Jawa Timur sangat memadai untuk memenuhi sisa kebutuhan penyaluran jagung SPHP," kata Langgeng.
Bulog Jawa Timur saat ini memfokuskan upaya pada percepatan pergerakan stok dari lokasi penyimpanan maupun sumber pasokan menuju wilayah yang membutuhkan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan jagung tidak hanya tercatat dalam pengelolaan stok, tetapi juga dapat segera disalurkan kepada peternak.
Selain mempercepat pergerakan pasokan, Bulog juga memprioritaskan kelancaran distribusi agar peternak dapat memperoleh bahan baku pakan tanpa hambatan.
"Sehingga, tidak ada kendala distribusi yang menghambat peternak memperoleh jagung," kata Langgeng.
Percepatan distribusi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program SPHP untuk menjaga ketersediaan jagung dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Pemerintah Targetkan Pengadaan Cadangan Jagung 1 Juta Ton pada 2026
Selain mempercepat penyaluran jagung SPHP, Perum Bulog terus menjalankan penugasan pemerintah dalam pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).
Pengadaan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan produksi jagung dari petani dalam negeri untuk memperkuat cadangan nasional sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil pertanian.
Pada 2026, pemerintah menetapkan target pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah sebesar 1 juta ton.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung berdasarkan kadar air dan persyaratan kualitas.
Jagung dengan kadar air 18 hingga 20 persen di tingkat petani memiliki HPP sebesar Rp5.500 per kilogram.
Sementara itu, jagung dengan kadar air maksimal 14 persen yang memenuhi standar kualitas di gudang Bulog memiliki HPP sebesar Rp6.400 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut didasarkan pada ketentuan kadar air dan standar kualitas jagung pada masing-masing titik pembelian.
Bulog terus mengoptimalkan penyerapan hasil produksi petani dalam negeri untuk mendukung pencapaian target pengadaan yang telah ditetapkan pemerintah.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta perluasan jaringan pengadaan di daerah.
Langgeng menjelaskan bahwa penguatan penyerapan jagung bertujuan memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus meningkatkan ketersediaan cadangan jagung nasional.
"Penyerapan terus dioptimalkan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan jaringan pengadaan di daerah sebagai bentuk dukungan terhadap kepastian pasar bagi petani serta penguatan cadangan jagung nasional," kata Langgeng.
Melalui mekanisme tersebut, Bulog menjalankan dua fungsi yang saling berkaitan, yakni menyerap produksi jagung petani dan mengelola cadangan untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Bulog Jaga Keseimbangan Harga Jagung bagi Petani dan Peternak
Perum Bulog menempatkan pengadaan jagung dari petani dan penyaluran melalui program SPHP sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan kepentingan produsen dan pengguna jagung.
Di tingkat petani, pengadaan dilakukan melalui mekanisme pembelian dengan harga yang ditetapkan pemerintah sesuai kadar air dan kualitas komoditas.
Sementara itu, di tingkat peternak, penyaluran jagung SPHP dilakukan dengan harga Rp5.000 per kilogram untuk membantu menjaga keterjangkauan bahan baku pakan.
Kedua kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung stabilitas pasokan dan harga jagung, baik pada tingkat produksi maupun penggunaan.
Langgeng menjelaskan bahwa penguatan pengadaan jagung dalam negeri, pengelolaan cadangan pemerintah, dan percepatan distribusi SPHP merupakan langkah yang saling mendukung.
Bulog juga memberikan perhatian terhadap kesiapan pasokan jagung menjelang periode akhir tahun, khususnya menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru.
Pengelolaan stok serta percepatan distribusi menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran pasokan bahan baku pakan selama periode tersebut.
"Sinergisitas dari hulu hingga hilir ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, memperkuat keberlanjutan sektor peternakan, serta mendukung ketahanan pangan nasional," kata Langgeng.
Sinergi tersebut mencakup kegiatan pengadaan jagung dari petani, pengelolaan cadangan pemerintah, hingga penyaluran kepada peternak melalui program SPHP.
Melalui penguatan kegiatan tersebut, Bulog berupaya memastikan hasil produksi petani dapat terserap sekaligus menjaga ketersediaan jagung bagi sektor peternakan.
Direktur Utama Bulog Tegaskan Harga Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turut menegaskan pentingnya percepatan penyaluran jagung SPHP kepada para peternak.
Menurut Ahmad Rizal, percepatan distribusi merupakan langkah untuk memastikan peternak memperoleh akses terhadap bahan baku pakan dengan harga terjangkau.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga stabilitas pasokan jagung secara nasional.
Ahmad Rizal menegaskan bahwa Bulog berkomitmen menyediakan jagung bagi peternak sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
"Bulog berkomitmen penuh memastikan jagung tersedia dan dapat diakses oleh para peternak dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp5 ribu per kilogram," kata Ahmad Rizal.
Harga penyaluran jagung SPHP sebesar Rp5.000 per kilogram menjadi ketentuan yang digunakan Bulog dalam pelaksanaan program bagi peternak.
Melalui harga tersebut, pemerintah berupaya membantu menjaga keterjangkauan bahan baku pakan yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha peternakan.
Percepatan penyaluran juga diharapkan dapat mendukung keberlangsungan kegiatan peternakan dengan memastikan ketersediaan jagung sesuai kebutuhan.
Secara keseluruhan, Bulog Jawa Timur telah menyalurkan 100.699 ton jagung SPHP dari pagu 133.867 ton, dengan dukungan stok tersedia sebanyak 6.437 ton dan tambahan pasokan 35.804 ton yang sedang dalam proses pengiriman.
Melalui percepatan distribusi, pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah dari petani dalam negeri, serta penguatan pengelolaan stok, Bulog berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
- Penulis :
- Leon Weldrick




