
Pantau - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur mencatatkan realisasi pengadaan gabah dan beras sebanyak 978.284 ton setara beras sepanjang 2026, atau menyumbang sekitar 23,77 persen dari total pengadaan nasional yang mencapai 4.115.014 ton hingga 8 Oktober 2026.
Capaian tersebut setara dengan 110,68 persen dari target pengadaan Bulog Jawa Timur pada 2026, sekaligus menunjukkan realisasi yang telah melampaui target sebesar 10,68 persen.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, mengatakan pencapaian tersebut semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan utama yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
"Penyerapan gabah atau beras petani yang masif di wilayah ini membuktikan bahwa potensi pertanian Jawa Timur terus menjadi tulang punggung utama dalam menyokong ketersediaan dan stabilitas pasokan beras di seluruh penjuru Tanah Air," katanya dalam keterangannya di Surabaya, Jumat.
Besarnya volume penyerapan gabah dan beras petani tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu kontributor utama pengadaan beras yang dikelola Bulog untuk memenuhi kebutuhan cadangan pangan pemerintah.
Pengadaan Beras Bulog Jawa Timur Lampaui Target 110,68 Persen
Langgeng menjelaskan bahwa keberhasilan pengadaan gabah dan beras di Jawa Timur mencerminkan besarnya potensi sektor pertanian daerah dalam mendukung ketersediaan pangan nasional.
Dengan realisasi mencapai 978.284 ton setara beras, Bulog Jawa Timur berhasil melampaui target pengadaan tahunan yang telah ditetapkan perusahaan.
Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa hampir satu dari setiap empat ton setara beras yang direalisasikan dalam pengadaan Bulog secara nasional berasal dari Jawa Timur.
Menurut Langgeng, besarnya kontribusi tersebut semakin memperkuat kemampuan Bulog dalam menjalankan tugas strategisnya untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga pilar utama dalam pelaksanaan tugas Bulog, yakni menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.
Pilar pertama berkaitan dengan upaya memastikan ketersediaan pangan melalui pengadaan dan pengelolaan pasokan beras agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
Pilar kedua adalah mendukung stabilisasi harga pangan melalui pengelolaan pasokan dan penyerapan hasil pertanian, baik untuk menjaga keseimbangan harga di tingkat petani maupun konsumen.
Sementara itu, pilar ketiga mencakup pengelolaan cadangan pangan pemerintah sebagai salah satu instrumen negara dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Penyerapan gabah dan beras petani menjadi bagian penting dari pelaksanaan ketiga fungsi tersebut karena berkaitan langsung dengan ketersediaan pasokan serta pengelolaan hasil produksi pertanian.
Meski telah melampaui target pengadaan tahunan, Bulog Jawa Timur memastikan kegiatan penyerapan gabah dan beras petani akan terus dilanjutkan hingga akhir 2026.
"Dengan capaian 110,68 persen dari target 2026, Perum Bulog akan terus menjaga momentum penyerapan hingga akhir tahun," katanya.
Langgeng menegaskan bahwa keberhasilan melampaui target tidak membuat Bulog menghentikan kegiatan pengadaan, melainkan menjadi dorongan untuk terus mengoptimalkan penyerapan hasil pertanian selama sisa tahun berjalan.
Pengadaan Beras Nasional Tembus 4,1 Juta Ton, Lampaui Target Pemerintah
Secara nasional, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa realisasi pengadaan beras melalui skema Public Service Obligation (PSO) atau penugasan pelayanan publik telah mencapai 4.115.014 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026.
Jumlah tersebut setara dengan 102,88 persen dari target penugasan pemerintah yang ditetapkan sebesar 4 juta ton setara beras sepanjang 2026.
Dengan demikian, pengadaan beras nasional telah melampaui target sebesar 115.014 ton setara beras atau sekitar 2,88 persen.
Dari total realisasi pengadaan nasional tersebut, Bulog Jawa Timur memberikan kontribusi sebanyak 978.284 ton setara beras atau sekitar 23,77 persen.
Persentase tersebut menjadi dasar capaian kontribusi Jawa Timur yang disebut mendekati seperempat dari keseluruhan pengadaan beras nasional.
Besarnya kontribusi tersebut memperlihatkan peran Jawa Timur dalam mendukung penyerapan hasil panen petani dan pengelolaan pasokan beras yang menjadi bagian dari penugasan pemerintah kepada Bulog.
Ahmad Rizal juga mengungkapkan bahwa realisasi pengadaan beras nasional pada 2026 telah melampaui capaian sepanjang tahun sebelumnya.
Pada 2025, pengadaan beras Bulog secara nasional tercatat mencapai 3.191.969 ton setara beras.
Sementara itu, hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan telah meningkat menjadi 4.115.014 ton setara beras.
Perbandingan tersebut menunjukkan adanya kenaikan pengadaan sebesar 923.045 ton setara beras dibandingkan realisasi sepanjang 2025.
Secara persentase, jumlah pengadaan hingga 8 Oktober 2026 meningkat sekitar 28,92 persen dibandingkan total pengadaan beras pada tahun sebelumnya.
Bulog Catat Rekor Pengadaan Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa pengadaan beras nasional yang telah melampaui 4 juta ton setara beras pada 2026 menjadi pencapaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
“Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang Bulog berdiri, ini bukan sekadar angka," katanya.
Rekor tersebut menunjukkan besarnya volume gabah dan beras yang berhasil diserap Bulog dalam menjalankan penugasan pemerintah untuk memperkuat pengelolaan pangan nasional.
Realisasi pengadaan sebanyak 4.115.014 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026 juga telah melampaui total pengadaan sepanjang 2025 dengan selisih lebih dari 923 ribu ton.
Pencapaian tersebut didukung oleh kegiatan penyerapan gabah dan beras petani di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur yang menjadi salah satu penyumbang terbesar.
Kontribusi Bulog Jawa Timur sebanyak 978.284 ton setara beras menjadi bagian penting dari keberhasilan pengadaan nasional yang telah melampaui target pemerintah.
Capaian tersebut juga memperlihatkan keterkaitan antara produksi pertanian daerah, penyerapan hasil panen petani, dan pengelolaan cadangan pangan pemerintah.
Dengan realisasi pengadaan nasional yang telah mencapai 102,88 persen dari target, Bulog masih memiliki kesempatan menambah volume pengadaan selama sisa tahun 2026.
Bulog Jawa Timur Terus Serap Gabah dan Beras Petani hingga Akhir 2026
Perum Bulog Kanwil Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kegiatan penyerapan gabah dan beras petani meskipun realisasi pengadaan telah melampaui target tahunan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan beras sekaligus mendukung pelaksanaan tugas Bulog dalam stabilisasi harga pangan.
Penyerapan hasil pertanian juga berkaitan dengan peran Bulog dalam mendukung pemasaran gabah dan beras petani sebagai bagian dari pengelolaan pangan nasional.
Di sisi lain, pengelolaan cadangan pangan pemerintah tetap menjadi salah satu fungsi utama Bulog untuk mendukung ketersediaan beras bagi masyarakat.
Dengan kontribusi sekitar 23,77 persen terhadap pengadaan nasional, Jawa Timur mempertahankan perannya sebagai salah satu wilayah utama dalam sistem pengadaan beras Indonesia.
Bulog Jawa Timur akan terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras hingga akhir 2026 guna mendukung ketersediaan pangan, stabilitas harga, dan penguatan cadangan beras pemerintah.
- Penulis :
- Leon Weldrick




