
Pantau - Pembangunan jaringan listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes) yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mencapai progres konstruksi rata-rata 40 persen dengan sasaran 12 lokasi di 11 desa yang tersebar pada enam kecamatan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah bersama PT PLN (Persero) untuk memperluas akses kelistrikan bagi masyarakat pedesaan, khususnya wilayah yang masih membutuhkan pembangunan jaringan listrik.
Berdasarkan perkembangan terbaru, sebanyak 10 dari 12 lokasi sasaran telah memasuki tahap konstruksi, sementara dua lokasi lainnya masih menghadapi kendala administratif dan persoalan batas wilayah.
Satu lokasi masih dalam proses penyelesaian perizinan, sedangkan satu lokasi lainnya menunggu penyelesaian persoalan tapal batas sebelum pekerjaan pembangunan dapat dilanjutkan.
Perkembangan program tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi antara Wakil Bupati Bima H. Irfan Zubaidy dan jajaran pimpinan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima pada Kamis (8/10/2026).
Wakil Bupati Bima Dorong Pemerataan Akses Listrik hingga Pelosok Desa
Wakil Bupati Bima H. Irfan Zubaidy menegaskan bahwa pemerataan akses listrik merupakan kebutuhan penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, ketersediaan energi listrik memiliki peran besar dalam menunjang aktivitas ekonomi, pelayanan pendidikan, serta fasilitas kesehatan di wilayah pedesaan.
"Pemerataan akses energi diperlukan untuk menunjang aktivitas produktif masyarakat dan mendukung pembangunan di tingkat desa," ujarnya dalam keterangan Jumat (9/10/2026).
Irfan mengapresiasi kerja sama PLN dalam memperluas jangkauan layanan kelistrikan bagi masyarakat Kabupaten Bima.
Ia menilai pembangunan jaringan listrik desa menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ketersediaan listrik diharapkan dapat membantu masyarakat menjalankan berbagai kegiatan produktif sekaligus mendukung kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Bima juga terus berkoordinasi dengan PLN agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Program Listrik Desa Bima Sasar Enam Kecamatan dan 12 Lokasi
Program Lisdes APBN 2026 di Kabupaten Bima mencakup 12 lokasi yang tersebar di Kecamatan Lambu, Soromandi, Bolo, Langgudu, Madapangga, dan Woha.
Di Kecamatan Lambu, pembangunan jaringan listrik menyasar Dusun Baku dan Mpori Lembo sebagai bagian dari perluasan layanan kelistrikan masyarakat.
Sementara itu, Kecamatan Soromandi mendapatkan dua lokasi sasaran, yakni Dusun Jembatan Besi dan So Besi Ryyando.
Untuk Kecamatan Bolo, pembangunan jaringan listrik difokuskan pada wilayah Dusun Tambe.
Kecamatan Langgudu menjadi salah satu wilayah dengan jumlah lokasi sasaran terbanyak, meliputi Dusun Mamba, Sawah Karampi Barat, Tolo Karumbu, dan Karumbu SMA 2.
Selanjutnya, di Kecamatan Madapangga, pembangunan jaringan listrik mencakup Dusun Tolotemba RT 09 dan Jembatan Campa.
Adapun Kecamatan Woha mendapatkan pembangunan jaringan listrik di wilayah Dusun Tolo Pandai.
Sebaran lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas infrastruktur kelistrikan ke berbagai kawasan pedesaan di Kabupaten Bima.
PLN UP3 Bima Kawal Pembangunan dan Penyelesaian Kendala Perizinan
Manajemen PLN UP3 Bima melalui Heri Dwi Sulistyo menyatakan pihaknya akan terus mengawal proses pembangunan jaringan listrik di seluruh lokasi sasaran.
Pengawasan tersebut mencakup perkembangan pekerjaan konstruksi serta penyelesaian berbagai kendala yang masih menghambat pelaksanaan program.
Saat ini, sebanyak 10 lokasi telah memasuki tahap pembangunan dengan progres konstruksi rata-rata mencapai 40 persen.
Sementara itu, dua lokasi lainnya masih memerlukan penyelesaian persoalan perizinan dan tapal batas agar proses pembangunan dapat dilaksanakan.
PLN bersama pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi untuk mendukung penyelesaian hambatan tersebut.
Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan jaringan listrik di seluruh lokasi sasaran dapat dituntaskan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Perluasan Jaringan Listrik Diharapkan Dorong Ekonomi dan Pelayanan Publik
Pembangunan Program Lisdes APBN 2026 di Kabupaten Bima diharapkan dapat meningkatkan akses energi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan.
Ketersediaan listrik menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung kegiatan usaha, aktivitas pendidikan, serta penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
Di sektor ekonomi, perluasan jaringan listrik diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan kegiatan produktif yang membutuhkan pasokan energi.
Sementara pada sektor pendidikan dan kesehatan, ketersediaan listrik dapat menunjang penggunaan berbagai fasilitas serta peralatan pelayanan masyarakat.
Sinergi Pemerintah Kabupaten Bima dan PLN menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur kelistrikan di Nusa Tenggara Barat.
Dengan progres konstruksi yang telah mencapai rata-rata 40 persen, pemerintah daerah dan PLN akan melanjutkan pembangunan sekaligus menyelesaikan kendala pada dua lokasi yang belum memasuki tahap konstruksi.
Program tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan listrik sehingga masyarakat di 11 desa sasaran memperoleh akses energi yang lebih baik untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan produktivitas ekonomi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




