
Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief mendorong percepatan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas akses pasar, meningkatkan penjualan, serta memperkuat daya saing produk lokal di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Hendry mengungkapkan bahwa sebanyak 56,2 persen UMKM di Indonesia belum terintegrasi dengan ekonomi digital sehingga diperlukan penguatan pemasaran berbasis teknologi, inovasi produk, dan pendampingan usaha.
Pernyataan tersebut disampaikan Hendry dalam kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI mengenai arah kebijakan dan pemberdayaan UMKM serta kewirausahaan di Sulawesi Selatan, Jumat (9/10/2026).
"Berdasarkan data dari Kementerian UMKM, sebanyak 4.220 UMKM telah terdigitalisasi melalui program digitalisasi pemasaran Juragan UMKM per 24 September 2026. Sementara itu, 56,2 persen UMKM belum terintegrasi dengan ekonomi digital," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Sebanyak 56,2 Persen UMKM Belum Terintegrasi Ekonomi Digital
Hendry mengatakan masih besarnya jumlah UMKM yang belum terhubung dengan ekonomi digital menunjukkan adanya peluang untuk memperluas pemanfaatan teknologi dalam kegiatan usaha.
Menurutnya, digitalisasi menjadi salah satu langkah penting untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing di pasar yang semakin luas.
Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan pelaku usaha memasarkan produk secara lebih efektif dan menjangkau konsumen di luar wilayah operasionalnya.
Namun, Hendry menekankan bahwa digitalisasi pemasaran perlu diikuti peningkatan kapasitas usaha dan pengembangan produk.
Langkah tersebut diperlukan agar pelaku UMKM tidak hanya mampu menjangkau pasar baru, tetapi juga siap memenuhi kebutuhan konsumen.
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS
Hendry mengutip data Google, Temasek, dan Bain yang mencatat nilai bruto ekonomi digital Indonesia atau gross merchandise value (GMV) mencapai 100 miliar dolar Amerika Serikat pada 2025.
Nilai tersebut menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi digital yang berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha.
"Perkembangan ini menjadi gambaran besarnya peluang pasar digital yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha, termasuk UMKM," ujarnya.
Hendry menjelaskan bahwa pelaku UMKM membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas produk dan memperkuat identitas usaha.
Selain itu, inovasi diperlukan agar produk yang ditawarkan dapat menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan pasar.
Menurutnya, pendampingan usaha menjadi bagian penting dalam memastikan pelaku UMKM mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital secara berkelanjutan.
DPR Dorong Kemitraan UMKM dengan BUMN dan Ritel Modern
Hendry mengatakan perluasan akses pasar juga dapat dilakukan melalui fasilitasi pameran, festival, promosi usaha, dan kegiatan pertemuan bisnis atau business matching.
Kegiatan tersebut dapat mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli, distributor, mitra bisnis, dan perusahaan yang berpotensi mendukung pengembangan usaha.
Dalam pengembangan kemitraan, Kementerian UMKM turut mendorong keterhubungan pelaku usaha dengan badan usaha milik negara (BUMN) melalui Pasar Digital UMKM atau PaDi UMKM.
Selain BUMN, kerja sama dengan perusahaan swasta dan jaringan ritel modern juga menjadi bagian dari strategi memperluas pemasaran produk UMKM.
Hendry menilai penguatan kemitraan dapat membuka peluang bagi produk lokal untuk memasuki jaringan perdagangan yang lebih luas.
UMKM Didorong Tembus Pasar Ekspor
Selain memperkuat pasar domestik, Hendry menekankan pentingnya membuka akses bagi UMKM untuk menjangkau konsumen internasional.
"Tidak kalah pentingnya, Akses pasar internasional juga menjadi bagian dari strategi pengembangan UMKM," tegasnya.
Menurutnya, pelaku usaha yang berorientasi ekspor membutuhkan dukungan agar mampu memenuhi persyaratan pasar luar negeri.
"Fasilitasi kurasi produk, lokakarya mengenai regulasi luar negeri menjadi sejumlah bentuk dukungan yang disebut dalam materi untuk membantu usaha menengah yang berorientasi ekspor," tambahnya.
Hendry menjelaskan bahwa pengembangan UMKM juga perlu diarahkan melalui program inkubasi, peningkatan kapasitas, dan penguatan potensi unggulan daerah.
Pendampingan berkelanjutan diperlukan agar pelaku usaha memiliki kemampuan produksi dan pengelolaan bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Ia berharap digitalisasi, inovasi produk, penguatan kemitraan, dan perluasan akses pasar dapat meningkatkan produktivitas UMKM sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan




