
Pantau - Indonesia bersiap menjadi tuan rumah peluncuran New Asia Forum di Bali pada 3–4 Desember 2026 dengan target investasi sebesar 30 miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kemitraan bisnis di kawasan Asia.
Forum investasi internasional tersebut didukung oleh Danantara Indonesia dan diselenggarakan oleh Richard Attias & Associates dengan melibatkan investor global, pemimpin perusahaan, serta pembuat kebijakan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan forum tersebut dirancang untuk mempertemukan pemilik modal dengan berbagai peluang investasi jangka panjang.
"New Asia Forum dirancang untuk mempertemukan modal global jangka panjang dengan berbagai peluang investasi yang berkembang di Indonesia dan kawasan sekitarnya," ujar Rosan dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Danantara Indonesia Dukung Target Investasi 30 Miliar Dolar AS
Rosan menjelaskan bahwa Danantara Indonesia berperan sebagai investor negara sekaligus mitra pendiri New Asia Forum.
Melalui forum tersebut, Danantara mengajak mitra internasional membuka peluang investasi yang dapat menciptakan nilai ekonomi dalam jangka panjang.
"Dengan dukungan Presiden Prabowo Subianto, forum ini mencerminkan keterlibatan Indonesia di dunia internasional yang dilandasi kepercayaan diri, ambisi, dan semangat kolaborasi," ujar Rosan.
Target investasi 30 miliar dolar AS akan didukung oleh portofolio peluang investasi yang telah melalui proses seleksi.
Forum tersebut juga dirancang untuk menghasilkan komitmen investasi dan mempercepat pelaksanaan proyek, bukan sekadar menjadi tempat diskusi ekonomi.
Delapan Sektor Strategis Jadi Sasaran Investasi
New Asia Forum akan memfokuskan peluang investasi pada delapan sektor strategis yang dinilai berperan penting dalam perkembangan ekonomi Asia.
Sektor pertama mencakup sumber daya strategis dan hilirisasi, sedangkan sektor kedua berfokus pada energi dan ketenagalistrikan.
Sektor berikutnya meliputi mobilitas dan manufaktur mutakhir serta infrastruktur digital dan kecerdasan buatan (AI).
Investasi juga diarahkan pada pangan dan agribisnis, perdagangan dan konektivitas, serta pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi sektor kedelapan yang masuk dalam agenda forum tersebut.
Para peserta akan membahas berbagai faktor yang memengaruhi realisasi investasi, termasuk kesiapan proyek, kepastian regulasi, pembiayaan, dan pembentukan kemitraan strategis.
Asia Pasifik Sumbang Hampir 60 Persen Pertumbuhan Ekonomi Global
Penyelenggaraan New Asia Forum dilatarbelakangi meningkatnya peran kawasan Asia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia.
Berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF) pada 2025, kawasan Asia Pasifik menyumbang hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi global.
Meski demikian, kontribusi ekonomi tersebut dinilai belum sepenuhnya diimbangi oleh masuknya investasi internasional jangka panjang.
Pendiri sekaligus Ketua Richard Attias & Associates, Richard Attias, mengatakan posisi Asia dalam arus investasi global kini mulai mengalami perubahan.
“New Asia tidak hanya akan menarik modal, tetapi juga semakin mampu menciptakan, mengarahkan, dan menentukan ke mana modal tersebut dapat memberikan dampak terbesar. Kita sedang memasuki salah satu siklus investasi terpenting dalam generasi kita, dan Asia berada di pusatnya," ujar Richard.
Menurut Richard, Asia tidak lagi hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga semakin berperan dalam menentukan arah penempatan modal global.
Forum di Bali Akan Pertemukan Investor dan Pemimpin Dunia
New Asia Forum dijadwalkan menghadirkan kepala negara, menteri, investor institusional jangka panjang, dan pemimpin perusahaan global.
Pertemuan tersebut ditujukan untuk mempercepat proses pembentukan kemitraan hingga menghasilkan kesepakatan investasi yang dapat dilaksanakan.
Penyelenggara juga akan memantau perkembangan komitmen investasi dari satu penyelenggaraan forum ke penyelenggaraan berikutnya.
Mekanisme pemantauan tersebut disiapkan untuk memperkuat akuntabilitas dan memastikan perkembangan pelaksanaan proyek investasi.
Melalui penyelenggaraan perdana di Bali pada Desember 2026, New Asia Forum ditargetkan menjadi wadah berkelanjutan yang menghubungkan kebutuhan investasi kawasan Asia dengan sumber permodalan internasional.
- Penulis :
- Gerry Eka




