
Pantau - Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, menyerahkan bantuan alat mesin pertanian berupa traktor kepada kelompok tani di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sekaligus menyerap aspirasi petani untuk mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tersebut berlangsung bertepatan dengan panen raya yang dimanfaatkan pemerintah untuk berdialog langsung dengan petani mengenai kebutuhan sarana produksi, kondisi pertanian, serta berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Mardiono mengatakan pertemuan langsung dengan petani menjadi langkah penting untuk memperoleh gambaran mengenai persoalan yang muncul dalam kegiatan pertanian sehari-hari.
"Senang saya dapat berjumpa langsung dengan para pelaku di lapangan, di sawah-sawah. Tadi sudah disampaikan pesan-pesan yang saya catat, baik dari kelompok tani maupun para petani," ujar Mardiono dalam keterangannya di Bandung, Senin (12/10).
Dalam kunjungan tersebut, Mardiono mendengarkan dan mencatat berbagai masukan dari kelompok tani sebagai bahan untuk menyampaikan kondisi pertanian di lapangan kepada pemerintah pusat.
Mardiono Pastikan Aspirasi Petani Disampaikan kepada Presiden Prabowo
Mardiono menjelaskan bahwa kegiatan penyerapan aspirasi petani merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, Presiden Prabowo menginginkan agar berbagai kesulitan, hambatan, dan kebutuhan yang dihadapi petani dapat diketahui secara langsung oleh pemerintah pusat.
"Bapak Presiden menginginkan apa yang menjadi kesulitan dan hambatan, termasuk suara-suara yang disuarakan petani, bisa langsung didengar Bapak Presiden," kata Mardiono.
Ia menegaskan bahwa komunikasi langsung dengan petani diperlukan untuk memastikan kebijakan ketahanan pangan pemerintah sejalan dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.
Melalui dialog tersebut, pemerintah dapat memperoleh informasi mengenai kebutuhan sarana pertanian serta hambatan yang berpotensi memengaruhi produktivitas dan keberlanjutan usaha tani.
Mardiono juga menekankan pentingnya memastikan berbagai program ketahanan pangan pemerintah dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat, khususnya petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.
Bantuan Traktor Diharapkan Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Selain menyerap aspirasi, Mardiono menyerahkan bantuan traktor kepada kelompok tani di Desa Tegalluar sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan sarana produksi pertanian.
Bantuan alat mesin pertanian tersebut ditujukan untuk membantu petani dalam mengolah lahan sekaligus meningkatkan efektivitas kegiatan pertanian.
Penggunaan traktor diharapkan dapat memperkuat kemampuan kelompok tani dalam mengelola lahan serta mendukung peningkatan hasil produksi pertanian.
Penyerahan bantuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghubungkan program ketahanan pangan dengan kebutuhan nyata para petani di lapangan.
Melalui dukungan sarana produksi dan komunikasi langsung, pemerintah berupaya memperkuat produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketersediaan pangan di tingkat daerah maupun nasional.
Mardiono Ingatkan Bahaya Hoaks di Media Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Mardiono turut menyoroti derasnya arus informasi melalui media sosial yang memengaruhi cara masyarakat memperoleh dan memahami informasi mengenai program pemerintah.
Ia mengingatkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana penyebaran informasi positif dan bermanfaat, tetapi juga berpotensi digunakan untuk menyebarkan informasi tidak benar atau berita bohong.
Karena itu, komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan informasi mengenai kebijakan dan program ketahanan pangan dapat dipahami secara tepat.
Pertemuan dengan petani juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menjelaskan berbagai program sekaligus memperoleh masukan terkait pelaksanaannya.
Mardiono menekankan bahwa penyampaian informasi secara efektif diperlukan agar kebijakan pemerintah tidak menimbulkan kesalahpahaman dan dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
Produksi Padi Kabupaten Bandung Diproyeksikan Capai 520 Ribu Ton pada 2026
Sementara itu, berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bandung, sektor pertanian di wilayah tersebut memiliki beragam komoditas unggulan yang tidak hanya bergantung pada produksi padi.
Selain padi, kegiatan pertanian masyarakat juga ditopang oleh komoditas jagung, ubi jalar, ubi kayu, serta berbagai tanaman hortikultura.
Komoditas hortikultura yang dihasilkan antara lain kentang, tomat, cabai, dan bawang merah yang menjadi bagian dari aktivitas pertanian masyarakat Kabupaten Bandung.
Berdasarkan data produksi pertanian pada 2024, hasil produksi jagung di Kabupaten Bandung tercatat mencapai 90.390 ton.
Pada tahun yang sama, produksi ubi jalar mencapai 54.189 ton, sedangkan produksi ubi kayu tercatat sebesar 82.858 ton.
Untuk komoditas padi, Pemerintah Kabupaten Bandung memperkirakan produksi pada 2026 dapat mencapai 480.000 hingga 520.000 ton gabah kering giling (GKG).
Proyeksi tersebut didasarkan pada luas tanam sekitar 60.000 hektare yang menjadi bagian dari kegiatan pertanian padi di Kabupaten Bandung.
Keberagaman komoditas tersebut menunjukkan pentingnya dukungan sarana produksi dan peningkatan produktivitas untuk menjaga ketersediaan pangan daerah.
Melalui kegiatan panen raya, penyerapan aspirasi, dan penyerahan bantuan traktor di Desa Tegalluar, pemerintah berupaya memperkuat komunikasi dengan petani sekaligus mengidentifikasi kebutuhan serta hambatan yang dihadapi dalam kegiatan pertanian.
Masukan dari kelompok tani diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan kebijakan ketahanan pangan, sementara bantuan alat mesin pertanian diarahkan untuk mendukung produktivitas dan pengelolaan lahan secara lebih efektif.
- Penulis :
- Shila Glorya




