HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkab Lanny Jaya Siapkan 20 Rumah Penjemuran Kopi, Petani di Tiom Juga Dapat Bantuan Alat Produksi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkab Lanny Jaya Siapkan 20 Rumah Penjemuran Kopi, Petani di Tiom Juga Dapat Bantuan Alat Produksi
Foto: (Sumber :Penyerahan bantuan kepada salah satu pelaku usaha kopi di Tiom, Lanny Jaya, Papua Pegunungan. ANTARA/HO- Pemkab Lanny Jaya.)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, menyiapkan 20 rumah penjemuran kopi untuk membantu petani menjaga kualitas biji kopi setelah panen sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas unggulan daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lanny Jaya Enius Wanimbo mengatakan penyediaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi, khususnya di Distrik Tiom.

Keterangan itu disampaikan Enius melalui siaran pers yang diterima di Jayapura, Senin (12/10/2026).

“Dengan hadirnya fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu petani menjaga kualitas biji kopi setelah panen,” katanya.

Pemkab Lanny Jaya Salurkan Bantuan Peralatan Pertanian Kopi

Selain menyiapkan rumah penjemuran, Pemkab Lanny Jaya memberikan berbagai peralatan untuk mendukung kegiatan petani kopi.

Bantuan tersebut ditujukan untuk menunjang pekerjaan petani, mulai dari pemeliharaan tanaman hingga penanganan hasil panen.

"Bantuan yang diberikan tersebut meliputi 25 unit gerobak, 50 gunting stek, 10 mesin babat, 50 pasang sepatu bot, 50 kampak, 10 alat semprot punggung, 50 parang, dan 50 lingkis," ujarnya.

Pemerintah daerah juga menyiapkan bibit anakan kopi bagi petani yang membutuhkan tambahan tanaman untuk pengembangan perkebunan.

Jumlah bibit yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta luas lahan masing-masing petani.

Enius menjelaskan bahwa bantuan sarana produksi diharapkan dapat mempermudah pekerjaan petani sekaligus mendukung pengembangan perkebunan kopi secara berkelanjutan.

Pengelolaan Pascapanen Jadi Fokus Peningkatan Kualitas Kopi

Enius menegaskan bahwa pengembangan kopi tidak cukup hanya mengandalkan penyediaan bibit dan peralatan pertanian.

Menurutnya, pengelolaan hasil panen menjadi faktor penting untuk menjaga mutu biji kopi sebelum dipasarkan.

Rumah penjemuran disiapkan sebagai salah satu fasilitas yang dapat membantu petani menangani biji kopi setelah dipanen.

Pemerintah daerah berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan kualitas produk sehingga kopi hasil perkebunan masyarakat memiliki nilai jual lebih tinggi.

"Dukungan sarana produksi tersebut diharapkan dapat mempermudah pekerjaan petani sekaligus mendorong pengembangan perkebunan kopi secara berkelanjutan. Karena pengembangan kopi tidak hanya membutuhkan ketersediaan bibit dan peralatan, tetapi juga pengelolaan pascapanen yang baik agar kualitas produk dapat dipertahankan dan memiliki nilai jual lebih tinggi," katanya.

Pemerintah Rencanakan Pelatihan dan Penggilingan Kopi di Tiom

Selain pembangunan fasilitas dan penyaluran bantuan, Pemkab Lanny Jaya berencana meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola usaha kopi.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia tersebut akan difokuskan terutama kepada generasi muda yang memiliki minat dalam pengembangan komoditas kopi.

Pemerintah daerah merencanakan kegiatan pembelajaran dan pelatihan pengelolaan kopi di wilayah lain yang telah menjadi sentra produksi.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan perkebunan dan pengolahan hasil kopi.

Pemkab Lanny Jaya juga berencana menghadirkan fasilitas penggilingan kopi di Distrik Tiom.

"Ke depan, pemerintah berencana menghadirkan fasilitas penggilingan kopi di Tiom agar pengolahan hasil perkebunan dapat dilakukan lebih dekat dengan sentra produksi," ujarnya.

Rencana pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan usaha kopi masyarakat di Kabupaten Lanny Jaya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026