
Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk usaha mikro dan kecil (UMK) di Kota Padang, Sumatera Barat, agar mampu menembus pasar internasional melalui penguatan standardisasi, keamanan produk, kemasan, dan strategi pemasaran.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis Standardisasi Bidang Perdagangan bertema "Dari Minang Mendunia: Produk Berkualitas, Cita Rasa Berkelas Dunia" yang diselenggarakan di Kota Padang dengan melibatkan 211 peserta.
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Moga Simatupang, mengatakan bahwa produk lokal memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global apabila didukung standar mutu yang konsisten dan pemenuhan persyaratan ekspor.
"Produk UMK daerah memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di pasar global. Keunikan dan identitas lokal merupakan kekuatan yang harus dipertahankan, tetapi pada saat yang sama harus diperkuat dengan kualitas yang konsisten, pemenuhan standar, keamanan produk, serta pemahaman terhadap persyaratan pasar tujuan,” ujar Moga dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Kemendag Tekankan Standardisasi dan Kualitas Produk untuk Pasar Ekspor
Moga menjelaskan bahwa kemampuan pelaku UMK memasuki pasar internasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk yang dihasilkan.
Menurutnya, kesiapan ekspor juga mencakup desain kemasan, penjenamaan atau branding, strategi pemasaran, serta kemampuan memenuhi regulasi negara tujuan.
Produk yang memiliki ciri khas daerah dinilai berpotensi menjangkau konsumen internasional apabila kualitas dan keamanannya dapat dipertanggungjawabkan.
Kemendag menekankan pentingnya pelaku UMK memahami standar teknis yang berlaku di negara tujuan ekspor sebelum memasarkan produknya.
"Kita ingin makin banyak produk lokal yang mampu naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk itu, UMK perlu dipersiapkan agar tidak hanya mampu menghasilkan produk yang baik, tetapi juga mampu membuktikan kualitasnya, memenuhi persyaratan pasar, dan membangun kepercayaan konsumen. Inilah semangat 'Dari Lokal Untuk Global',” ujar Moga.
Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu Kemendag, Sukoco, turut menegaskan bahwa keunikan produk daerah merupakan modal penting dalam menghadapi persaingan perdagangan internasional.
"Produk UMKM daerah memiliki keunikan dan kekuatan yang menjadi modal untuk bersaing di pasar global. Potensi tersebut perlu didukung dengan kualitas produk, kemasan, branding, serta pemahaman terhadap persyaratan pasar tujuan,” ujar Sukoco.
Rendang hingga Kalio Dinilai Berpotensi Masuk Pasar Internasional
Produk kuliner khas Sumatera Barat menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam upaya peningkatan daya saing UMK.
Pelaku UMK asal Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sulastri, mengatakan bahwa Sumatera Barat memiliki beragam makanan tradisional yang berpotensi dikembangkan untuk pasar ekspor.
Menurutnya, rendang selama ini telah dikenal luas sebagai makanan khas Minangkabau, tetapi masih banyak produk kuliner lain yang memiliki peluang serupa.
“Selama ini, rendang memang sudah sangat dikenal dan identik dengan Sumatera Barat. Namun, masih banyak produk lainnya, seperti kalio dan berbagai makanan khas daerah yang juga memiliki potensi untuk dikembangkan dan diperkenalkan hingga ke pasar ekspor,” ujar Sulastri.
Ia menilai pengembangan produk pangan lokal dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Melalui peningkatan mutu dan pengemasan yang sesuai kebutuhan konsumen, produk kuliner Minang diharapkan semakin siap memasuki pasar internasional.
Pemkot Padang Dorong Kuliner Minang Berkelas Dunia
Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Sekretariat Daerah Kota Padang, Syahrial Kamat, menyatakan bahwa standardisasi merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen.
Menurutnya, penerapan standar mutu tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan bagi pelaku usaha, melainkan sebagai bagian dari strategi meningkatkan nilai produk.
“Pemenuhan standar mutu bukanlah sebuah beban, melainkan instrumen utama untuk membangun kepercayaan konsumen, memperkuat citra produk, dan membuka pintu seluas-luasnya menuju pasar internasional,” ungkap Syahrial.
Syahrial menjelaskan bahwa kekayaan kuliner Kota Padang sejalan dengan visi daerah sebagai kota gastronomi atau Gastronomy City.
Namun, keunggulan cita rasa dan keunikan makanan tradisional tetap harus diimbangi dengan jaminan keamanan pangan, konsistensi kualitas, serta kemasan yang menarik.
“Kita ingin menawarkan the taste of experience, pengalaman cita rasa kuliner Minang yang autentik kepada masyarakat dunia. Namun, di era kompetitif ini, memproduksi makanan lezat saja tidak cukup,” ujar Syahrial.
Ia menekankan pentingnya pelaku usaha mengembangkan produk yang tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga memenuhi persyaratan pasar internasional.
Sebanyak 211 Peserta Ikuti Pelatihan Standardisasi dan Strategi Ekspor
Kegiatan Bimbingan Teknis Standardisasi Bidang Perdagangan di Padang diikuti 211 peserta yang terdiri atas pelaku UMK dan pemangku kepentingan terkait.
Para peserta memperoleh pembekalan mengenai standardisasi produk, pengendalian mutu, persyaratan pasar ekspor, serta pengembangan desain kemasan.
Materi pelatihan juga mencakup strategi penjenamaan, pemasaran produk, dan pengalaman pelaku usaha yang telah berhasil memasuki pasar internasional.
Kegiatan tersebut turut menyediakan sesi diskusi dan konsultasi untuk membantu peserta memahami berbagai tantangan dalam pengembangan produk.
Kemendag berharap kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dapat memperkuat kesiapan UMK Sumatera Barat dalam menghadapi persaingan global.
Melalui program "Dari Minang Mendunia", produk unggulan daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas, memperluas akses pasar, dan memperkenalkan identitas kuliner Sumatera Barat kepada konsumen internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




