
Pantau - Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mencanangkan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) untuk memperkuat tata kelola program, mencegah penyimpangan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pencanangan tersebut berlangsung di Graha Diktisaintek, Gedung D Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026), sebagai bagian dari upaya membangun birokrasi yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, mengatakan penguatan integritas diperlukan untuk memastikan seluruh program kementerian berjalan sesuai ketentuan, termasuk pembangunan Sekolah Garuda dan pengelolaan jurnal ilmiah.
“Kami menyadari bahwa potensi penyimpangan dapat muncul dalam proses penyelenggaraan pelayanan publik. Penguatan integritas ini tidak hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui sistem yang memastikan tidak ada ruang bagi praktek-praktek yang mencederai integritas,” kata Najib dalam kegiatan pencanangan ZI-WBK dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Ditjen Saintek Soroti Integritas Pembangunan Sekolah Garuda
Najib menegaskan bahwa pelaksanaan program prioritas Kemdiktisaintek membutuhkan pengawasan dan komitmen integritas yang kuat, terutama program dengan nilai anggaran besar.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembangunan Sekolah Garuda yang melibatkan berbagai pihak dalam proses pelaksanaannya.
Menurutnya, besarnya nilai program tersebut menuntut seluruh jajaran untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan dilakukan sesuai regulasi dan prinsip tata kelola yang baik.
Penguatan integritas juga diarahkan untuk mencegah potensi penyimpangan dalam pengambilan keputusan, pengelolaan program, dan penyelenggaraan pelayanan publik.
Selain pembangunan Sekolah Garuda, Ditjen Saintek memberikan perhatian terhadap pengelolaan serta akreditasi jurnal ilmiah.
Najib menilai integritas dalam pengelolaan jurnal harus dijaga agar pengembangan ilmu pengetahuan nasional tidak terjebak dalam praktik jurnal predator atau predatory journal.
Praktik tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu diantisipasi dalam upaya menjaga kualitas publikasi dan kredibilitas penelitian ilmiah.
Zona Integritas Diharapkan Cegah Penyimpangan dan Konflik Kepentingan
Najib mengatakan pembangunan zona integritas tidak boleh hanya menjadi pemenuhan kewajiban administratif, tetapi harus diterapkan dalam setiap kegiatan dan pelayanan.
Seluruh pegawai di lingkungan Ditjen Saintek diminta menjadikan integritas sebagai dasar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
“Ini adalah bagian untuk mengingatkan kembali komitmen kami agar terus berada di koridor yang benar, di jalan yang benar, di dalam setiap langkah kami, di dalam pelayanan kami, di dalam program-program kami,” ujarnya.
Penerapan zona integritas diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan penyimpangan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara transparan.
Komitmen tersebut juga mencakup upaya menghindari konflik kepentingan dalam pelaksanaan program dan pengambilan keputusan.
Ditjen Saintek Perkuat Tata Kelola Sejak Beroperasi pada 2025
Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, M Samsuri, menjelaskan pencanangan ZI-WBK merupakan bagian dari penguatan kelembagaan Ditjen Saintek yang mulai beroperasi pada 2025.
Menurutnya, penerapan prinsip integritas sebenarnya telah dijalankan melalui standar operasional prosedur (SOP) dan sejumlah mekanisme pengawasan internal.
Namun, pencanangan secara resmi tetap diperlukan sebagai bagian dari tahapan pembangunan zona integritas di lingkungan instansi pemerintah.
“Setiap instansi kan mandatori harus melakukan pencanangan zona integritas wilayah bebas korupsi. Sekaligus sebagai bukti bahwa zona integritas itu harus dilakukan dan diinternalisasi kepada semua pejabat dan pegawai, sampai ke pegawai bawahnya,” kata Samsuri.
Ia menjelaskan bahwa seluruh pejabat dan pegawai harus memahami serta menerapkan nilai integritas dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari.
Ditjen Saintek juga telah memperoleh penilaian sistem akuntabilitas kinerja dari Inspektorat sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola kelembagaan.
Pelayanan Perguruan Tinggi dan Peneliti Ditargetkan Lebih Transparan
Pembangunan zona integritas diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada perguruan tinggi, dosen, peneliti, dan masyarakat.
Samsuri menegaskan bahwa setiap layanan harus dilaksanakan secara profesional, terbuka, dan bebas dari konflik kepentingan.
“Dampak langsungnya kepada stakeholder siapa pun yang menerima manfaat dari setiap layanan di lingkungan Ditjen Saintek. Tentu kami harapkan semua proses pelayanan itu dilakukan seprima mungkin dengan transparan, kemudian tidak ada konflik kepentingan apa pun, dan tentu seprofesional mungkin,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan zona integritas bergantung pada konsistensi seluruh pegawai dalam menerapkan prinsip tata kelola yang baik.
Karena itu, Ditjen Saintek berkomitmen terus menanamkan nilai integritas agar pencanangan ZI-WBK tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Penguatan tersebut juga diproyeksikan menjadi landasan bagi Ditjen Saintek untuk meningkatkan kualitas kelembagaan dan mengajukan pengakuan pembangunan zona integritas pada tingkat kementerian maupun nasional pada tahun berikutnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




