HOME  ⁄  Geopolitik

China Larang Dua Menteri Paraguay dan Belize Masuk Wilayahnya karena Dinilai Mendukung Taiwan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

China Larang Dua Menteri Paraguay dan Belize Masuk Wilayahnya karena Dinilai Mendukung Taiwan
Foto: (Sumber :Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning. /ANTARA/Desca Lidya Natalia.)

Pantau - Pemerintah China menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Paraguay Gustavo Emigdio Villate Samaniego serta Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Luar Negeri Belize Francis Fonseca berupa larangan masuk ke wilayah China karena dinilai mendukung Taiwan.

Kementerian Luar Negeri China mengumumkan kebijakan tersebut setelah menilai kedua pejabat terlibat dalam kegiatan yang dianggap mendukung gerakan kemerdekaan Taiwan dan merugikan kepentingan nasional Beijing.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengatakan tindakan kedua pejabat tersebut merupakan bentuk campur tangan terhadap urusan dalam negeri China.

"Sejumlah politisi di Paraguay dan Belize secara sukarela menjadi pion bagi otoritas Partai Progresif Demokratik (DPP) dalam upaya mereka mengejar kemerdekaan dengan mencari dukungan dari pihak luar. Kunjungan mereka ke Taiwan serta penerimaan mereka terhadap kekuatan separatis 'kemerdekaan Taiwan' di negara masing-masing merupakan campur tangan serius terhadap urusan dalam negeri China," kata Mao Ning di Beijing, Senin (12/10/2026).

Beijing menegaskan langkah tersebut diambil untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan nasional China.

China Bekukan Aset dan Larang Kedua Menteri Masuk Hong Kong serta Makau

Berdasarkan pengumuman resmi Kementerian Luar Negeri China, pemerintah menerapkan sejumlah tindakan balasan terhadap Gustavo Emigdio Villate Samaniego dan Francis Fonseca.

Sanksi tersebut mengacu pada Pasal 3, Pasal 4, Pasal 6, Pasal 9, dan Pasal 15 Undang-Undang Anti-Sanksi Asing Republik Rakyat China.

Langkah pertama berupa pembekuan seluruh aset bergerak, aset tidak bergerak, serta berbagai jenis harta benda lainnya milik kedua pejabat yang berada di wilayah China.

Pemerintah China juga melarang organisasi maupun individu di wilayahnya melakukan transaksi, kerja sama, dan kegiatan lainnya dengan kedua pejabat tersebut.

Selain itu, Beijing memutuskan tidak menerbitkan visa serta melarang keduanya memasuki wilayah China, termasuk Hong Kong dan Makau.

Mao Ning menuding kedua pejabat turut menyebarkan informasi yang dinilai merugikan citra China di tingkat internasional.

"Mereka juga menyerang dan mencemarkan nama baik China dengan menyebarkan disinformasi mengenai 'serangan siber China', sehingga menimbulkan dampak yang sangat buruk di dunia internasional," ungkap Mao Ning.

Beijing Peringatkan Negara yang Masih Menjalin Hubungan Diplomatik dengan Taiwan

China menegaskan akan terus mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang dianggap mendukung gerakan kemerdekaan Taiwan.

Menurut Mao Ning, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan nasional dan keutuhan wilayah China.

"Kami mendesak segelintir negara yang masih mempertahankan apa yang disebut sebagai 'hubungan diplomatik' dengan wilayah Taiwan, China, agar tidak terus-menerus dimanipulasi dan dimanfaatkan oleh kekuatan separatis 'kemerdekaan Taiwan'. Hal itu hanya akan membuat mereka kehilangan peluang pembangunan dan menyebabkan isolasi internasional," tegas Mao Ning.

Pemerintah China memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak hubungan diplomatik resmi antara Taiwan dengan negara lain.

Sementara itu, Paraguay dan Belize termasuk negara yang hingga kini masih mempertahankan hubungan diplomatik dengan Taiwan.

Dua Menteri Pernah Hadiri Pelantikan Pemimpin Taiwan

Keputusan pemberian sanksi tersebut tidak terlepas dari sejumlah kegiatan kedua pejabat yang berkaitan dengan Taiwan.

Dua hari sebelum pengumuman sanksi, Gustavo Emigdio Villate Samaniego mengunggah pesan melalui platform X untuk menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Nasional Taiwan.

Gustavo juga tercatat dalam daftar tamu undangan pelantikan pemimpin Taiwan, Lai Ching-te, pada Mei 2024.

Sementara itu, Francis Fonseca diketahui menghadiri pelantikan Lai Ching-te pada 2024 dan sebelumnya pernah mengunjungi Taiwan pada Maret 2022.

Pada September 2026, Francis juga bertemu dengan Lin Chia-lung, pejabat yang menangani urusan luar negeri Taiwan, dalam pertemuan yang berlangsung di Belize.

Dalam pertemuan tersebut, Francis kembali menyampaikan dukungan terhadap partisipasi internasional Taiwan dan menyatakan optimisme mengenai peluang peningkatan perdagangan bilateral.

Sebanyak 12 Negara Masih Memiliki Hubungan Diplomatik dengan Taiwan

Hingga Oktober 2026, terdapat 12 negara yang masih menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan.

Negara-negara tersebut adalah Belize, Guatemala, Paraguay, Haiti, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Kepulauan Marshall, Palau, Tuvalu, Eswatini, serta Vatikan.

Paraguay dan Belize menjadi dua negara yang mendapat sorotan Beijing setelah pejabat pemerintahannya dinilai menunjukkan dukungan terhadap Taiwan.

Sanksi terhadap kedua menteri tersebut menambah ketegangan diplomatik antara China dan negara-negara yang masih mempertahankan hubungan resmi dengan Taiwan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026