
Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah bersama Perum Bulog menyiapkan 150 ton beras premium untuk intervensi pasar di tiga wilayah, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Kapuas, guna memperkuat pasokan serta menjaga stabilitas harga pangan.
Beras premium tersebut akan dijual dengan harga maksimal Rp77.000 per kemasan lima kilogram atau setara Rp15.400 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga rata-rata pasar di Kalimantan Tengah yang mencapai Rp17.195 per kilogram.
Program tersebut dilaksanakan melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dalam kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Tengah sebagai langkah pengendalian tekanan inflasi, khususnya dari komoditas beras.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan bahwa program FDP bertujuan memperkuat ketersediaan beras di pasar sekaligus menjaga daya beli masyarakat dari tekanan kenaikan harga pangan.
"FDP merupakan langkah konkret untuk merespons tekanan inflasi, khususnya dari komoditas beras," kata Yuliansah di Palangka Raya, Selasa (13/10/2026).
Melalui program tersebut, BI memberikan fasilitasi biaya pengangkutan agar pasokan beras dari daerah produsen dapat didatangkan dengan biaya distribusi yang lebih terkendali.
Fasilitasi biaya angkut diharapkan dapat menekan beban logistik sehingga beras premium dapat dijual kepada masyarakat sesuai harga yang telah ditetapkan.
Sebanyak 150 Ton Beras Premium Dibagi ke Tiga Wilayah di Kalimantan Tengah
Pemimpin Wilayah Bulog Kalimantan Tengah, Erwin Budiana, menjelaskan bahwa sebanyak 150 ton beras premium yang disediakan melalui program FDP akan dialokasikan ke tiga wilayah utama pencatatan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Ketiga wilayah tersebut menjadi prioritas penguatan pasokan karena termasuk daerah yang dipantau dalam perkembangan harga konsumen dan inflasi di Kalimantan Tengah.
Dari total 150 ton beras premium, Kota Palangka Raya memperoleh alokasi terbesar, yakni 75 ton atau setara 75.000 kilogram.
Sementara itu, Kabupaten Kotawaringin Timur mendapatkan alokasi sebanyak 50 ton atau 50.000 kilogram.
Adapun Kabupaten Kapuas memperoleh alokasi sebanyak 25 ton atau setara 25.000 kilogram.
Berdasarkan pembagian tersebut, Kota Palangka Raya menerima 50 persen dari total pasokan beras premium yang disediakan melalui program FDP.
Kabupaten Kotawaringin Timur memperoleh sekitar 33,33 persen, sedangkan Kabupaten Kapuas mendapatkan sekitar 16,67 persen dari keseluruhan pasokan.
Secara keseluruhan, alokasi ketiga wilayah mencapai 150.000 kilogram beras premium sesuai jumlah pengadaan yang direncanakan.
Apabila seluruh beras dikemas dalam ukuran lima kilogram, total pasokan tersebut secara perhitungan setara dengan 30.000 kemasan.
Dari jumlah tersebut, alokasi Palangka Raya setara dengan 15.000 kemasan, Kotawaringin Timur 10.000 kemasan, dan Kapuas 5.000 kemasan.
Jumlah kemasan tersebut merupakan perhitungan berdasarkan kapasitas pasokan, bukan data realisasi penjualan kepada masyarakat.
Harga Beras Premium Program BI dan Bulog Lebih Murah Rp1.795 per Kilogram
Berdasarkan hasil pemantauan dan rekapitulasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalimantan Tengah per 12 Oktober 2026, harga rata-rata beras premium di provinsi tersebut mencapai Rp17.195 per kilogram.
Sementara itu, beras premium yang disediakan melalui program FDP akan dijual dengan harga maksimal Rp15.400 per kilogram atau Rp77.000 untuk kemasan lima kilogram.
Harga tersebut mengacu pada ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang digunakan dalam pelaksanaan program.
Dengan demikian, harga beras premium melalui program FDP lebih rendah Rp1.795 per kilogram dibandingkan rata-rata harga pasar yang tercatat.
Secara persentase, selisih tersebut setara dengan sekitar 10,44 persen dari harga rata-rata beras premium di Kalimantan Tengah.
Untuk pembelian lima kilogram beras premium, masyarakat hanya perlu mengeluarkan biaya maksimal Rp77.000 melalui program FDP.
Sebagai perbandingan, pembelian lima kilogram beras berdasarkan harga rata-rata pasar sebesar Rp17.195 per kilogram membutuhkan biaya sekitar Rp85.975.
Artinya, masyarakat berpotensi menghemat Rp8.975 untuk setiap pembelian lima kilogram beras premium melalui program tersebut.
Perbedaan harga tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keterjangkauan pangan sekaligus mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga.
Program FDP juga menjadi salah satu upaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan harga jual beras di pasar.
Kondisi Geografis Kalteng Jadi Tantangan Distribusi Beras
Erwin Budiana menjelaskan bahwa penguatan distribusi pangan menjadi kebutuhan penting mengingat kondisi geografis Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah luas dan jarak antardaerah relatif jauh.
Karakteristik tersebut membuat pengiriman bahan pangan membutuhkan perencanaan yang matang agar pasokan dapat menjangkau wilayah tujuan secara efektif.
Selain jarak antardaerah, proses distribusi juga memerlukan dukungan transportasi darat dan air yang harus diperhitungkan dalam penyusunan sistem logistik.
"Ini menjadi krusial mengingat karakteristik geografis Kalimantan Tengah yang luas, jarak antar daerah yang relatif jauh, serta perlunya dukungan transportasi daerah dan air yang menuntut perencanaan distribusi secara cermat," ujar Erwin.
Menurutnya, pengelolaan distribusi yang baik diperlukan agar tambahan pasokan beras dapat disalurkan secara tepat ke wilayah sasaran.
Melalui fasilitasi biaya pengangkutan dari Bank Indonesia, biaya distribusi diharapkan lebih terkendali sehingga tidak memberikan tekanan tambahan terhadap harga jual beras.
Bulog berharap pelaksanaan FDP tidak hanya menjadi langkah penanganan kenaikan harga dalam jangka pendek.
Program tersebut juga diharapkan menjadi fondasi penguatan sistem distribusi pangan yang lebih responsif terhadap perubahan kebutuhan pasokan.
Dengan sistem distribusi yang lebih baik, Kalimantan Tengah diharapkan memiliki kemampuan lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan logistik pangan.
Pemprov Kalteng Minta Penyaluran Beras Premium Tepat Sasaran
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Anang Dirjo, menegaskan bahwa pengadaan 150 ton beras premium bukan sekadar kegiatan perdagangan biasa.
Menurutnya, penyediaan beras melalui kerja sama Bank Indonesia dan Bulog merupakan intervensi strategis untuk memperkuat pasokan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.
Anang menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah beras yang disediakan, tetapi juga ketepatan penyaluran kepada masyarakat.
Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta memastikan proses distribusi berjalan sesuai sasaran agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
"Kami meminta seluruh pihak memastikan beras ini terdistribusi tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tegas Anang.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap tambahan pasokan beras premium dapat membantu menjaga keterjangkauan harga di wilayah yang menjadi sasaran program.
Intervensi pasar tersebut juga diharapkan dapat mengurangi tekanan inflasi pangan, terutama yang berasal dari perubahan harga komoditas beras.
Kerja sama antara Bank Indonesia, Bulog, dan TPID Kalimantan Tengah akan terus diarahkan untuk memperkuat koordinasi pengendalian inflasi daerah.
Melalui penyediaan 150 ton beras premium dengan harga maksimal Rp15.400 per kilogram, pemerintah berharap masyarakat memperoleh akses terhadap beras dengan harga lebih terjangkau.
Program FDP sekaligus diharapkan menjadi bagian dari penguatan sistem distribusi pangan yang lebih efektif, responsif, dan berkelanjutan guna menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat Kalimantan Tengah.
- Penulis :
- Shila Glorya




