
Pantau - Sebanyak 436 prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) resmi menjadi bagian dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) setelah mengikuti prosesi penyematan baret jingga di Pantai Santolo, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/10/2026).
Pengukuhan tersebut dilaksanakan setelah seluruh prajurit berhasil menyelesaikan rangkaian pendidikan komando Korpasgat yang menuntut ketangguhan fisik, kekuatan mental, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah.
Kepala Penerangan Korpasgat, Kolonel (Pas) Jaito Novyan Sulistiyono, menjelaskan bahwa penyematan baret jingga menjadi tanda keberhasilan para prajurit melewati seluruh tahapan pendidikan komando.
"Pembaretan ini sekaligus menjadi simbol keberhasilan melewati pendidikan komando yang menuntut ketangguhan fisik, mental, disiplin, dan semangat pantang menyerah," kata Jaito dalam siaran pers resmi Korpasgat yang diterima di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Upacara pembaretan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Korpasgat (Kaskorpasgat) Marsekal Muda (Marsda) TNI Anis Nurwahyudi yang hadir mewakili Panglima Korpasgat Marsekal Madya (Marsdya) TNI Deny Muis.
Prosesi tersebut sekaligus menandai pengukuhan resmi 436 prajurit TNI AU yang telah memenuhi persyaratan untuk mengenakan baret jingga sebagai identitas Korpasgat.
Baret Jingga Jadi Simbol Perjuangan dan Ketangguhan Prajurit Korpasgat
Dalam arahannya, Marsda TNI Anis Nurwahyudi menegaskan bahwa keberhasilan menjadi prajurit Korpasgat bukan sesuatu yang dapat diperoleh dengan mudah.
Menurutnya, setiap prajurit yang berhasil mengenakan baret jingga telah melalui proses perjuangan dan pengorbanan selama menjalani pendidikan komando.
Baret jingga merupakan simbol perjuangan, pengorbanan, kedisiplinan, ketahanan fisik, kekuatan mental, serta semangat pantang menyerah yang telah ditempa selama pendidikan.
Nilai-nilai tersebut diharapkan terus melekat dalam diri setiap prajurit Korpasgat ketika menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari TNI AU.
Anis menekankan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan komando bukanlah akhir dari proses pembentukan seorang prajurit.
Sebaliknya, kemampuan dan pengalaman yang diperoleh selama pendidikan harus menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan penugasan pada masa mendatang.
Para prajurit yang baru menerima baret jingga juga diingatkan agar senantiasa menjaga kehormatan serta nilai-nilai yang melekat pada identitas Korpasgat.
Salah satu bentuk penghargaan terhadap baret jingga adalah menunjukkan kinerja terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada mereka.
Anis mengingatkan bahwa setiap prajurit memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengabdian terbaik dalam mendukung pertahanan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kaskorpasgat Minta 436 Prajurit Baru Menjadi Teladan di Masyarakat
Selain memiliki kemampuan fisik dan mental yang tangguh, prajurit Korpasgat juga dituntut menunjukkan karakter kuat, kedisiplinan tinggi, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Marsda TNI Anis Nurwahyudi berharap para prajurit yang baru dikukuhkan mampu menerapkan seluruh nilai yang telah diperoleh selama mengikuti pendidikan komando.
"Jadilah prajurit Komando Korpasgat yang tangguh, disiplin, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di lingkungan satuan maupun masyarakat," tegas Anis.
Pesan tersebut menjadi penekanan agar para prajurit tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan.
Mereka juga diharapkan mampu menunjukkan sikap, perilaku, serta tanggung jawab yang mencerminkan nilai-nilai Korpasgat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Anis, kedisiplinan dan karakter yang kuat menjadi bagian penting dari profesionalisme prajurit ketika menghadapi berbagai situasi penugasan.
Prajurit Korpasgat juga diharapkan mampu menjaga nama baik satuan melalui perilaku yang mencerminkan kehormatan dan tanggung jawab sebagai anggota TNI AU.
Dengan demikian, keberhasilan memperoleh baret jingga harus diikuti dengan komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan serta menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Prajurit Korpasgat Diminta Pertahankan Semangat Juang Usai Pendidikan Komando
Dalam kesempatan tersebut, Anis juga meminta seluruh prajurit mempertahankan semangat juang yang telah dibangun selama mengikuti rangkaian pendidikan komando.
Menurutnya, ketahanan mental, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah yang diperoleh selama pendidikan merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan tugas ke depan.
"Pertahankan semangat juang yang telah ditempa selama pendidikan sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan," pesan Anis.
Pendidikan komando yang telah dilalui para prajurit menjadi bagian dari proses pembentukan kemampuan dan karakter untuk menjalankan tanggung jawab sebagai personel Korpasgat.
Melalui pendidikan tersebut, para prajurit ditempa agar memiliki kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi berbagai tuntutan penugasan.
Keberhasilan menyelesaikan pendidikan sekaligus menjadi awal tanggung jawab baru bagi para prajurit untuk menjaga kehormatan baret jingga.
Korpasgat berharap seluruh kemampuan, nilai perjuangan, serta karakter yang telah dibangun selama pendidikan dapat diterapkan secara konsisten dalam setiap tugas.
Sebanyak 436 Prajurit Resmi Perkuat Korpasgat TNI AU
Dengan selesainya prosesi pembaretan di Pantai Santolo, Kabupaten Garut, sebanyak 436 prajurit TNI AU resmi menyandang identitas sebagai prajurit Korpasgat.
Pengukuhan tersebut menandai keberhasilan para prajurit melewati pendidikan komando sekaligus dimulainya tanggung jawab untuk menjaga kehormatan satuan.
Para prajurit yang telah menerima baret jingga diharapkan terus meningkatkan kemampuan, mempertahankan kedisiplinan, dan menunjukkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Korpasgat juga menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian serta nilai-nilai perjuangan yang telah ditanamkan selama pendidikan.
Selain menjalankan tugas di lingkungan militer, para prajurit diharapkan mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui pengukuhan tersebut, Korpasgat berharap ke-436 prajurit menjadi personel yang tangguh, disiplin, berkarakter, serta siap menjalankan tanggung jawab dalam mendukung pertahanan dan menjaga kedaulatan NKRI.
- Penulis :
- Leon Weldrick




