
Pantau - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pentingnya menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia di tengah prospek positif perekonomian ASEAN yang dinilai menjadi salah satu titik terang bagi pertumbuhan ekonomi global.
Penegasan tersebut disampaikan Suahasil dalam pertemuan Menteri Keuangan ASEAN bersama Presiden World Bank Group, Ajay Banga, di Bangkok, Thailand, sebagaimana dikutip dari keterangan pers di Jakarta, Selasa.
Suahasil menilai perekonomian negara-negara ASEAN berada dalam kondisi yang baik karena didukung kebijakan pembangunan yang sehat serta pengelolaan kebijakan publik yang kredibel.
"Sebagai kawasan, kami tahu bahwa kawasan kami dalam kondisi baik. Saya yakin ini karena kami memiliki kebijakan pembangunan yang sehat dan kebijakan publik yang kredibel," ujar Suahasil.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi ASEAN untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika dan tantangan perekonomian dunia.
Dalam konteks Indonesia, Suahasil menekankan bahwa APBN memiliki peran strategis sebagai instrumen fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memberikan perlindungan kepada masyarakat, serta menjaga kepercayaan terhadap pengelolaan keuangan negara.
Pemerintah Indonesia terus mengarahkan kebijakan fiskal agar APBN mampu mendukung aktivitas perekonomian sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengelolaan anggaran yang kredibel.
Indonesia Andalkan Sumber Daya Alam, Hilirisasi, dan Pendanaan Swasta
Suahasil menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sejumlah kekuatan ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan nasional, salah satunya kekayaan sumber daya alam.
Potensi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat struktur perekonomian nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain sumber daya alam, pemerintah juga menempatkan agenda hilirisasi sebagai salah satu prioritas pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Kebijakan hilirisasi diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui pengembangan industri pengolahan di dalam negeri.
Pemerintah juga memprioritaskan mobilisasi pendanaan dari sektor swasta guna memperkuat pembiayaan pembangunan dan mendukung aktivitas perekonomian nasional.
Keterlibatan sektor swasta menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas sumber pendanaan pembangunan tanpa hanya mengandalkan anggaran negara.
Di tingkat kawasan, Suahasil menilai ASEAN memiliki keunggulan berupa struktur penduduk yang didominasi kelompok usia muda serta tingkat pendapatan masyarakat yang terus bertumbuh.
Kombinasi faktor demografi dan peningkatan pendapatan tersebut dinilai menjadi kekuatan bagi negara-negara ASEAN dalam mengembangkan potensi ekonomi pada masa mendatang.
Suahasil Ajak ASEAN Perkenalkan Keberhasilan Ekonomi kepada Dunia
Dalam pertemuan tersebut, Suahasil juga menekankan pentingnya negara-negara ASEAN memperkenalkan pengalaman pembangunan dan pencapaian ekonomi kawasan kepada masyarakat internasional.
Menurutnya, ASEAN tidak hanya perlu mempelajari pengalaman pembangunan dari negara-negara lain, tetapi juga harus mampu menyampaikan keberhasilan pembangunan yang telah dicapai selama beberapa dekade terakhir.
"Belajar dari dunia adalah satu hal, tetapi menceritakan kisah ASEAN, kisah Indonesia, kepada dunia adalah hal lain. Kita memiliki banyak cerita untuk disampaikan," ujarnya.
Suahasil menilai perjalanan pembangunan ASEAN selama sekitar 50 hingga 60 tahun terakhir menyimpan berbagai pengalaman dan pencapaian yang layak menjadi perhatian dunia internasional.
Pengalaman tersebut mencerminkan perkembangan ekonomi kawasan yang didukung kebijakan pembangunan serta kerja sama antarnegara anggota ASEAN.
"Saya yakin jika kita satukan kisah ASEAN selama 50 hingga 60 tahun terakhir, itu adalah kisah sukses yang layak didengar dunia," kata dia menambahkan.
Suahasil memandang penyampaian pengalaman pembangunan tersebut penting untuk memperkenalkan potensi dan kekuatan ekonomi ASEAN kepada dunia.
Defisit APBN September 2026 Capai Rp319 Triliun, Masih Sesuai Target
Sementara itu, realisasi APBN Indonesia hingga 30 September 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp319 triliun atau setara dengan 1,24 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Suahasil sebelumnya menyatakan bahwa posisi defisit tersebut masih berjalan sesuai dengan desain awal pemerintah atau on track terhadap perencanaan anggaran tahun berjalan.
Dalam APBN 2026, pemerintah menetapkan target defisit sebesar Rp689,1 triliun atau setara dengan 2,68 persen terhadap PDB.
Dengan realisasi sebesar Rp319 triliun hingga akhir September, defisit anggaran masih berada di bawah batas yang direncanakan pemerintah untuk keseluruhan tahun anggaran 2026.
Dari sisi penerimaan, pendapatan negara hingga 30 September 2026 mencapai Rp2.341,5 triliun atau setara dengan 74,2 persen dari target APBN.
Realisasi pendapatan tersebut tumbuh sebesar 25,5 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, realisasi belanja negara hingga akhir September 2026 tercatat sebesar Rp2.660,5 triliun atau mencapai 69,2 persen dari total alokasi belanja dalam APBN.
Belanja negara tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 19 persen secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Selisih antara pendapatan negara sebesar Rp2.341,5 triliun dan belanja negara sebesar Rp2.660,5 triliun menghasilkan defisit anggaran sebesar Rp319 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendapatan dan belanja negara sama-sama mengalami pertumbuhan tahunan, sementara posisi defisit masih berada dalam kerangka fiskal yang telah ditetapkan pemerintah.
Pemerintah Tekankan Pengelolaan Fiskal yang Kredibel
Suahasil menegaskan bahwa kredibilitas pengelolaan APBN merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas perekonomian Indonesia sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.
Pemerintah berupaya memastikan kebijakan fiskal tetap mampu menjalankan fungsi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan instrumen perlindungan masyarakat.
Di sisi lain, pemanfaatan kekayaan sumber daya alam, penguatan hilirisasi, serta peningkatan partisipasi pendanaan swasta menjadi bagian dari prioritas pembangunan ekonomi nasional.
Dengan prospek ekonomi ASEAN yang dinilai positif, Indonesia juga memiliki kesempatan untuk memperkenalkan pengalaman pembangunan dan kebijakan ekonominya kepada masyarakat internasional.
Melalui pengelolaan APBN yang kredibel dan penguatan potensi ekonomi nasional, pemerintah berupaya menjaga kesinambungan pembangunan di tengah perubahan kondisi perekonomian global.
- Penulis :
- Leon Weldrick




