HOME  ⁄  Ekonomi

InJourney Dukung Festival Gandrung Sewu 2026 di Banyuwangi, Hadirkan Tari Kolosal Bercahaya pada Malam Hari

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

InJourney Dukung Festival Gandrung Sewu 2026 di Banyuwangi, Hadirkan Tari Kolosal Bercahaya pada Malam Hari
Foto: Konferensi pers Gandrung Sewu 2026 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu 14/10/2026 (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk mempromosikan kekayaan budaya daerah melalui Festival Gandrung Sewu 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Oktober 2026.

Festival tersebut akan menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya, termasuk tari kolosal dengan konsep bercahaya dalam gelap atau glow in the dark yang menjadi salah satu daya tarik utama tahun ini.

Kolaborasi InJourney dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, memberdayakan seniman tradisional, serta membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur SDM & Digital InJourney, Herdy Harman, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung penyelenggaraan kegiatan budaya sebagai bagian dari pengembangan pariwisata daerah.

"Harapannya InJourney ini bisa membantu berkolaborasi untuk penyelenggaraan event," ujar Herdy Harman dalam konferensi pers Gandrung Sewu 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu.

InJourney Siapkan Pelatihan Pariwisata dan Pemberdayaan UMKM Banyuwangi

Herdy menjelaskan bahwa keterlibatan InJourney dalam Festival Gandrung Sewu 2026 tidak hanya sebatas mendukung penyelenggaraan acara, tetapi juga mencakup pembinaan dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Salah satu program yang disiapkan adalah pelatihan pelayanan dan keramahtamahan atau hospitality untuk meningkatkan kesiapan masyarakat Banyuwangi dalam menyambut wisatawan.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pengunjung sekaligus mendukung peningkatan kualitas pariwisata daerah.

Selain itu, InJourney turut membantu mempersiapkan pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan momentum festival sebagai peluang pengembangan usaha.

Pembinaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan pelaku usaha lokal dalam memenuhi kebutuhan wisatawan selama rangkaian Festival Gandrung Sewu berlangsung.

InJourney juga menyiapkan program kepedulian terhadap budaya yang bertujuan mendukung keberadaan dan pengembangan seniman tradisional.

"Kita juga ada kolaborasi untuk nanti program peluncuran peduli budayanya InJourney untuk mengangkat seniman-seniman tradisional," kata Herdy.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menggabungkan pengembangan sektor pariwisata dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat Banyuwangi.

Bupati Ipuk Ingin Budaya Gandrung Banyuwangi Dikenal hingga Internasional

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan bahwa selama ini sektor pariwisata daerahnya lebih banyak dikenal melalui kekayaan alam yang menjadi tujuan wisata.

Namun, menurut Ipuk, Banyuwangi juga memiliki kekayaan budaya yang berpotensi menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah satu warisan budaya tersebut adalah Tari Gandrung yang terus diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui penyelenggaraan Festival Gandrung Sewu.

Ipuk berharap festival tahun ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan tari kolosal, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya Banyuwangi ke tingkat internasional.

"Gandrung adalah salah satunya. Dan mudah-mudahan dalam Gandrung Sewu ini tidak hanya kita melihat tari kolosal, tapi juga kami mempromosikan Banyuwangi di tingkat yang lebih luas lagi, mungkin di tingkat internasional," kata Ipuk.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berupaya menjadikan festival tersebut sebagai salah satu sarana promosi pariwisata yang menggabungkan kekayaan seni tradisional dengan potensi ekonomi masyarakat.

Ipuk menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan festival tidak hanya diukur berdasarkan jumlah pengunjung, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat setempat.

Pemerintah daerah berharap peningkatan aktivitas wisata selama festival mampu membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan sektor jasa.

"Yaitu bagaimana pelaku UMKM kami fasilitasi, lalu juga ekonomi-ekonomi kerakyatan tumbuh, sektor jasa juga terdampak dalam kegiatan Gandrung Sewu ini," ujar Ipuk.

Tari Kolosal Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam Hari dengan Konsep Bercahaya

Festival Gandrung Sewu 2026 akan menghadirkan pertunjukan tari kolosal sebagai agenda utama yang dijadwalkan berlangsung di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026.

Pertunjukan tersebut akan melibatkan ratusan penari dari berbagai daerah di Indonesia untuk menampilkan kekayaan seni budaya dalam rangkaian festival.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, acara puncak Festival Gandrung Sewu 2026 untuk pertama kalinya akan diselenggarakan pada malam hari.

Sebelumnya, pertunjukan tari kolosal Gandrung Sewu biasanya digelar pada sore hari dengan memanfaatkan suasana kawasan pantai sebagai latar pertunjukan.

Perubahan jadwal tersebut dilakukan untuk mendukung konsep glow in the dark yang menjadi salah satu keunikan penyelenggaraan festival tahun ini.

Melalui konsep tersebut, para penari akan tampil dengan efek visual bercahaya untuk menghadirkan pengalaman pertunjukan yang berbeda bagi para penonton.

Selain penampilan tari kolosal dengan efek cahaya, penyelenggara juga menyiapkan sejumlah atraksi tambahan untuk memeriahkan acara puncak.

"Penarinya akan terlihat glowing, ya, glow in the dark. Tidak hanya itu, tetapi juga ada atraksi-atraksi lain yang nanti disuguhkan," kata Ipuk.

Konsep pertunjukan malam hari tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Festival Gandrung Sewu sekaligus memperluas jangkauan promosi budaya Banyuwangi.

Festival Gandrung Sewu Diharapkan Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Kolaborasi InJourney dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Festival Gandrung Sewu 2026 diarahkan untuk memperkuat hubungan antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dukungan terhadap seniman tradisional, peningkatan kualitas pelayanan wisata, serta pembinaan UMKM menjadi bagian dari langkah yang disiapkan untuk memberikan manfaat lebih luas dari penyelenggaraan festival.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap meningkatnya kunjungan wisatawan selama festival dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, termasuk sektor perdagangan dan jasa.

Selain menjadi sarana hiburan dan pelestarian budaya, Festival Gandrung Sewu 2026 juga diharapkan memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu tujuan wisata budaya di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan festival pada 22–24 Oktober 2026, Banyuwangi menargetkan kekayaan budaya daerah semakin dikenal masyarakat nasional maupun internasional sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026