HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Anjlok 469,86 Poin pada Pembukaan Perdagangan Jumat, Indeks LQ45 Turut Merosot 8,33 Persen

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Anjlok 469,86 Poin pada Pembukaan Perdagangan Jumat, Indeks LQ45 Turut Merosot 8,33 Persen
Foto: (Sumber :Pengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/7/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah tajam sebesar 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92 pada perdagangan Jumat pagi (16/10/2026).

Pelemahan tersebut terjadi pada awal perdagangan saham di pasar modal Indonesia, dengan IHSG mengalami penurunan signifikan dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Selain IHSG, kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 juga mengalami tekanan pada pembukaan perdagangan.

Indeks LQ45 tercatat turun 49,14 poin atau 8,33 persen ke posisi 540,95.

IHSG Turun Lebih dari 8 Persen pada Awal Perdagangan

Penurunan IHSG sebesar 8,01 persen menunjukkan tekanan terhadap indeks utama pasar saham Indonesia pada pembukaan perdagangan Jumat.

Dengan pelemahan mencapai 469,86 poin, IHSG bergerak ke level 5.393,92 dari posisi sebelumnya sekitar 5.863,78.

Pergerakan tersebut menjadi perhatian karena penurunan indeks terjadi sejak awal sesi perdagangan di BEI.

Meski demikian, informasi yang tersedia belum menjelaskan faktor utama yang menyebabkan pelemahan tajam IHSG pada pembukaan perdagangan tersebut.

Indeks LQ45 Ikut Tertekan hingga 8,33 Persen

Tekanan pasar saham juga terlihat pada Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan di Bursa Efek Indonesia.

Indeks tersebut dibuka pada posisi 540,95 setelah kehilangan 49,14 poin atau setara 8,33 persen.

Persentase penurunan LQ45 tercatat lebih besar dibandingkan pelemahan IHSG yang mencapai 8,01 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kelompok saham unggulan juga mengalami penurunan pada awal perdagangan Jumat.

Data pembukaan perdagangan tersebut menggambarkan pergerakan awal indeks saham, sementara perkembangan IHSG dan LQ45 sepanjang sesi perdagangan masih dapat berubah mengikuti aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026