
Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026), dengan penurunan sebesar 83 poin atau 0,46 persen hingga menyentuh level Rp18.021 per dolar AS.
Pelemahan tersebut terjadi dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya, ketika mata uang Indonesia berada di level Rp17.938 per dolar AS.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa rupiah mengalami tekanan pada awal perdagangan pasar valuta asing menjelang akhir pekan.
Rupiah Turun 0,46 Persen pada Pembukaan Perdagangan
Berdasarkan data pembukaan perdagangan Jumat pagi, rupiah mengalami depresiasi sebesar 83 poin terhadap dolar AS.
Nilai tukar rupiah yang sebelumnya berada di posisi Rp17.938 per dolar AS bergeser menjadi Rp18.021 per dolar AS.
Secara persentase, pelemahan tersebut mencapai 0,46 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Dengan posisi tersebut, nilai tukar rupiah kembali berada di atas angka Rp18.000 untuk setiap satu dolar AS.
Data tersebut mencerminkan pergerakan kurs pada awal perdagangan dan belum menunjukkan posisi akhir rupiah sepanjang sesi perdagangan Jumat.
Nilai Tukar Rupiah Masih Berpotensi Bergerak
Perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu indikator yang diperhatikan dalam aktivitas pasar keuangan Indonesia.
Pergerakan kurs dapat berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk permintaan dan penawaran valuta asing, kondisi pasar keuangan global, serta perkembangan ekonomi domestik.
Namun, informasi perdagangan yang tersedia belum menjelaskan faktor khusus yang menyebabkan rupiah melemah sebesar 83 poin pada Jumat pagi.
Posisi Rp18.021 per dolar AS merupakan nilai tukar yang tercatat saat pembukaan perdagangan, sehingga masih dapat mengalami perubahan mengikuti aktivitas transaksi di pasar valuta asing.
Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati perkembangan nilai tukar rupiah sepanjang perdagangan Jumat untuk melihat apakah pelemahan berlanjut atau terjadi penguatan kembali.
- Penulis :
- Aditya Yohan




