HOME  ⁄  Ekonomi

Sampah MotoGP Mandalika 2026 Masih Dibersihkan, DLH Lombok Tengah Kerahkan 25 Petugas dan Lima Armada

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Sampah MotoGP Mandalika 2026 Masih Dibersihkan, DLH Lombok Tengah Kerahkan 25 Petugas dan Lima Armada
Foto: (Sumber :Tumpukan sampah ajang MotoGP Indonesia yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat yang telah dipilah, Minggu (11/10/2026). ANTARA/Akhyar Rosidi.)

Pantau - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih melakukan pembersihan dan penyisiran sampah bekas penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026 di kawasan Sirkuit Pertamina Mandalika setelah ajang balap internasional tersebut berakhir pada 11 Oktober 2026.

Kepala DLH Lombok Tengah Lalu Sarkin mengatakan proses pembersihan belum selesai karena petugas harus mengangkut sampah dari seluruh kawasan Mandalika, bukan hanya dari dalam area sirkuit.

"Untuk sampah ajang MotoGP Indonesia 2026 itu hingga saat ini masih dilakukan pembersihan atau penyisiran," kata Lalu Sarkin di Lombok Tengah, Jumat (16/10/2026).

DLH Lombok Tengah mengerahkan sebanyak 25 petugas kebersihan dan lima unit armada pengangkut sampah untuk menangani limbah yang dihasilkan selama penyelenggaraan MotoGP Indonesia pada 9–11 Oktober 2026.

Peningkatan jumlah penonton pada tahun ini diperkirakan turut menyebabkan bertambahnya volume sampah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Volume Sampah MotoGP 2026 Diperkirakan Meningkat

Lalu Sarkin mengatakan jumlah pengunjung yang datang menyaksikan MotoGP Indonesia 2026 menjadi salah satu faktor yang memengaruhi volume sampah di kawasan Mandalika.

Menurutnya, jumlah penonton yang mencapai lebih dari 150 ribu orang berpotensi menyebabkan peningkatan timbulan sampah dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Sebagai perbandingan, total sampah yang dihasilkan selama MotoGP Indonesia 2025 mencapai 52 ton.

"Prediksi volume sampah tentu meningkat, karena jumlah penonton lebih banyak. Tahun lalu saja total sampah ajang MotoGP Indonesia 2025 itu mencapai 52 ton," kata Lalu.

Meski demikian, DLH Lombok Tengah belum menyampaikan jumlah pasti sampah yang dihasilkan selama penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026.

Proses pengangkutan dan penyisiran masih berlangsung untuk memastikan sampah di berbagai titik kawasan Mandalika dapat ditangani.

DLH Kerahkan 25 Petugas dan Lima Armada Pengangkut Sampah

DLH Lombok Tengah melibatkan 25 petugas kebersihan untuk menangani sampah selama dan setelah penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026.

Selain personel kebersihan, sebanyak lima unit armada pengangkut sampah disiapkan untuk mendukung proses pengumpulan dan pengangkutan.

Petugas tidak hanya membersihkan kawasan dalam Sirkuit Pertamina Mandalika, tetapi juga area lain yang menjadi bagian dari aktivitas pengunjung selama ajang berlangsung.

"Sampai saat ini petugas masih bekerja untuk mengangkut sampah, karena yang dibersihkan itu sampah di semua kawasan, tidak hanya di dalam sirkuit," ujar Lalu.

DLH juga menerapkan pemilahan sampah agar material yang masih memiliki nilai ekonomi tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Sampah plastik yang dapat dimanfaatkan dikumpulkan dan disalurkan ke bank sampah.

Sementara itu, sampah yang tidak dapat dimanfaatkan dibawa ke TPA untuk penanganan lebih lanjut.

"Sampah MOTOGP Indonesia ini langsung dipilah, sehingga yang dibuang ke TPA itu sampah yang tidak bisa dimanfaatkan," katanya.

MotoGP Mandalika 2026 Catat 157.875 Pengunjung

Di sisi lain, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menarik sebanyak 157.875 pengunjung.

Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar menyampaikan bahwa jumlah tersebut meningkat 12,5 persen dibandingkan penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2025.

Pada tahun sebelumnya, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 140.324 orang.

Pencapaian tahun ini sekaligus menjadi jumlah kunjungan tertinggi sejak MotoGP pertama kali diselenggarakan di Mandalika pada 2022.

"Dampak ekonomi sebesar Rp5,2 triliun dan rekor 157.875 pengunjung menandai keberhasilan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026," kata Ahmad Fajar.

Menurut ITDC, peningkatan aktivitas pariwisata sudah terlihat sejak sepekan sebelum balapan berlangsung.

Wisatawan domestik dan mancanegara mulai berdatangan ke kawasan Mandalika dan sekitarnya menjelang penyelenggaraan MotoGP pada 9–11 Oktober 2026.

"Sebanyak 157.875 pengunjung tercatat hadir, naik 12,5 persen dari 2025. Rata-rata belanja pengunjung mencapai Rp8,56 juta per orang, dihitung sejak sepekan sebelum hingga selama event berlangsung," ujarnya.

Dampak Ekonomi MotoGP 2026 Capai Rp5,2 Triliun

ITDC menyebut penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026 memberikan dampak ekonomi sebesar Rp5,2 triliun.

Nilai tersebut meningkat dibandingkan dampak ekonomi MotoGP Indonesia 2025 yang mencapai Rp4,96 triliun.

"Dampak ekonominya juga meningkat sekitar 4,8 persen dari Rp4,96 triliun pada 2025 menjadi Rp5,2 triliun pada 2026," katanya.

Peningkatan jumlah kunjungan dan aktivitas ekonomi selama MotoGP berlangsung turut diikuti bertambahnya kebutuhan penanganan sampah di kawasan Mandalika.

DLH Lombok Tengah masih melanjutkan pembersihan dan pengangkutan sampah setelah ajang balapan berakhir, dengan pemilahan material yang dapat dimanfaatkan sebelum sisa sampah dibawa ke TPA.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026