HOME  ⁄  Geopolitik

Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman dengan Lima Rudal Balistik, Lima Orang Tewas dan 16 Terluka

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman dengan Lima Rudal Balistik, Lima Orang Tewas dan 16 Terluka
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Warga pengungsi Yaman, yang melarikan diri dari serangan Houthi, menerima bantuan pangan dan tempat tinggal dari organisasi kemanusiaan di Aden, Yaman, pada Senin (12/10/2026). (ANTARA/Anadolu/Abdulnasser Alseddik).)

Pantau - Kelompok Houthi melancarkan serangan rudal balistik terhadap Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, ibu kota sementara Yaman, Kamis (15/10/2026), yang mengakibatkan sedikitnya lima orang tewas dan 16 lainnya mengalami luka-luka.

Menteri Kesehatan Yaman Qassem Buhaibeh mengonfirmasi jumlah korban tersebut setelah serangan menghantam kompleks istana yang menjadi salah satu pusat pemerintahan Yaman.

Seorang sumber pemerintah setempat mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa serangan tersebut melibatkan lima rudal balistik yang diarahkan ke kawasan istana kepresidenan.

Saat serangan berlangsung, sejumlah anggota pemerintahan Yaman dilaporkan sedang berada di dalam kompleks istana tersebut.

Korban meninggal dunia terdiri atas petugas keamanan dan pegawai sipil yang bekerja di lingkungan Istana Kepresidenan Al-Maashiq.

Lima Rudal Balistik Hantam Istana Presiden Yaman di Aden

Serangan terhadap Istana Kepresidenan Al-Maashiq terjadi di tengah meningkatnya kembali konflik bersenjata antara kelompok Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Berdasarkan keterangan sumber pemerintah kepada Anadolu, sebanyak lima rudal balistik digunakan dalam serangan tersebut.

Menteri Kesehatan Yaman Qassem Buhaibeh melalui akun Facebook menyampaikan bahwa serangan itu menewaskan lima orang dan menyebabkan 16 orang lainnya terluka.

Ia menyebut korban tewas berasal dari kalangan petugas keamanan dan pegawai sipil yang bertugas di istana kepresidenan.

Buhaibeh juga membandingkan peristiwa tersebut dengan serangan terhadap Pemerintah Yaman di Bandara Aden pada Desember 2020.

Meski terjadi serangan terhadap pusat pemerintahan, Buhaibeh menegaskan bahwa pemerintah tetap akan menjalankan tanggung jawabnya kepada masyarakat.

"Pemerintah akan terus melaksanakan kewajiban kepada masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap membumbung dari kawasan Istana Kepresidenan Al-Maashiq setelah serangan terjadi.

Rumah-rumah warga sipil yang berada di sekitar kompleks istana juga dilaporkan terdampak serangan rudal tersebut.

Perdana Menteri Yaman Dilaporkan Selamat dari Serangan

Kementerian Penerangan Yaman memastikan Perdana Menteri Shaya al-Zindani bersama sejumlah anggota pemerintahan lainnya berada dalam kondisi aman setelah serangan rudal menghantam istana kepresidenan.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk memberikan kepastian mengenai keselamatan pejabat pemerintah yang berada di kawasan istana saat serangan berlangsung.

Meski para pejabat dilaporkan selamat, serangan tersebut tetap menimbulkan korban jiwa dari kalangan petugas keamanan dan pegawai sipil.

Selain menyerang istana kepresidenan di Aden, kelompok Houthi juga dilaporkan meluncurkan sejumlah rudal balistik ke kawasan permukiman warga di Kota Marib.

Kantor berita resmi Yaman, Saba, melaporkan bahwa serangan terhadap kawasan permukiman tersebut menjadi bagian dari rangkaian serangan yang terjadi.

Belum terdapat informasi terperinci mengenai jumlah korban maupun kerusakan akibat serangan di Kota Marib.

Houthi Akui Serangan dan Sebut Target sebagai Markas Operasi Arab Saudi

Kelompok Houthi mengonfirmasi keterlibatannya dalam serangan terhadap kawasan Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden.

Televisi Al-Masirah yang berafiliasi dengan Houthi, mengutip sumber militer yang tidak disebutkan identitasnya, membenarkan adanya serangan tersebut.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, juga mengakui bahwa kelompoknya telah melancarkan serangan terhadap sasaran di Aden.

Namun, Saree menyebut sasaran serangan sebagai "markas operasi perang Arab Saudi" yang berada di kota tersebut.

Ia menegaskan bahwa keberadaan militer Arab Saudi dianggap sebagai sasaran yang sah oleh kelompok Houthi.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan dari koalisi pimpinan Arab Saudi.

Serangan pada Kamis menjadi serangan pertama yang diarahkan ke istana kepresidenan sejak peperangan antara Houthi dan pemerintah Yaman kembali meningkat pada Juli 2026.

Konflik Yaman Kembali Memanas setelah Gencatan Senjata Gagal

Yaman telah menghadapi konflik berkepanjangan sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa pada 2014.

Penguasaan Sanaa oleh Houthi memaksa pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional meninggalkan kota tersebut dan memindahkan pusat aktivitas pemerintahannya.

Pada 2015, koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi untuk mendukung pemerintah Yaman dalam menghadapi kelompok Houthi.

Konflik tersebut kemudian berlangsung selama bertahun-tahun dan menimbulkan dampak besar terhadap kondisi keamanan serta kehidupan masyarakat Yaman.

Upaya meredakan peperangan sempat dilakukan melalui kesepakatan gencatan senjata pada 2022.

Namun, gencatan senjata tersebut gagal menghasilkan penghentian konflik secara berkelanjutan.

Eskalasi permusuhan kembali terjadi sejak Juli 2026 ketika kelompok Houthi dan pemerintah Yaman kembali terlibat dalam peperangan.

Serangan rudal terhadap Istana Kepresidenan Al-Maashiq menjadi perkembangan terbaru dari konflik tersebut, dengan korban jiwa dan luka-luka dilaporkan dari lingkungan pusat pemerintahan Yaman.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026