HOME  ⁄  Ekonomi

BI Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Syariah, Manfaatkan Peluang Ekonomi Digital Senilai 100 Miliar Dolar AS

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BI Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Syariah, Manfaatkan Peluang Ekonomi Digital Senilai 100 Miliar Dolar AS
Foto: Forum Kewirausahaan Syariah Muda pada rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 (sumber: Bank Indonesia)

Pantau - Bank Indonesia (BI) mendorong generasi muda Indonesia mengembangkan kewirausahaan syariah dengan memanfaatkan peluang pertumbuhan ekonomi digital melalui penguatan model bisnis, akses pembiayaan, pelatihan usaha, inovasi teknologi, dan pengembangan kepemimpinan.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Aida S. Budiman menegaskan bahwa generasi muda memiliki potensi besar menjadi penggerak perubahan ekonomi sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

"Anak muda Indonesia memiliki potensi besar untuk membawa perubahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadilah generasi yang mampu berkarya, membawa kemajuan, dan membanggakan bangsa," ujar Aida dalam Forum Kewirausahaan Syariah Muda pada rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, sebagaimana dikutip dari keterangan pers di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Aida menjelaskan bahwa peluang kewirausahaan generasi muda semakin terbuka seiring pesatnya perkembangan ekosistem digital Indonesia yang memungkinkan pelaku usaha memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan usaha, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor ekonomi syariah.

Ekonomi Digital Indonesia Tembus 100 Miliar Dolar AS

Bank Indonesia mencatat perkembangan ekonomi digital Indonesia membuka peluang besar bagi generasi muda untuk membangun dan mengembangkan usaha berbasis teknologi.

Peluang tersebut didukung jumlah pengguna internet di Indonesia yang telah mencapai 235,3 juta orang atau sekitar 81,7 persen dari total populasi.

Tingginya penetrasi internet memberikan kesempatan bagi pelaku usaha muda untuk memasarkan produk, memperluas jaringan konsumen, serta meningkatkan penjualan melalui berbagai layanan digital.

Dari sisi nilai ekonomi, transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia telah mencapai sekitar 100 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Sektor perdagangan elektronik atau e-commerce menjadi penyumbang terbesar dengan nilai transaksi mencapai 71 miliar dolar AS.

Besarnya nilai transaksi perdagangan elektronik tersebut menjadi peluang bagi wirausaha muda, termasuk pelaku usaha syariah, untuk memanfaatkan layanan perdagangan digital dalam memperluas jangkauan pasar.

Selain perdagangan elektronik, perkembangan sistem pembayaran digital juga memberikan dukungan terhadap aktivitas usaha melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Hingga Agustus 2026, penggunaan QRIS telah menjangkau 47,11 juta pedagang dan 69,32 juta pengguna di seluruh Indonesia.

Perluasan penggunaan QRIS tersebut mendukung kemudahan transaksi pembayaran bagi pelaku usaha, termasuk UMKM yang dikelola generasi muda.

BI Siapkan Tiga Strategi Pengembangan Wirausaha Muda

Untuk meningkatkan peran generasi muda dalam perekonomian nasional, Bank Indonesia menjalankan tiga strategi utama yang berfokus pada penguatan kewirausahaan, inovasi digital, dan kepemimpinan.

Strategi pertama dilakukan melalui penguatan model bisnis dan akses pembiayaan untuk membantu generasi muda membangun fondasi usaha yang lebih kuat.

Penguatan tersebut diarahkan agar pelaku usaha muda mampu mengembangkan kegiatan bisnis sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah.

Strategi kedua mencakup pelatihan kewirausahaan serta pengembangan inovasi digital untuk meningkatkan kemampuan generasi muda dalam mengelola usaha, menciptakan produk, dan memanfaatkan teknologi.

Sementara itu, strategi ketiga dilakukan melalui pengembangan kepemimpinan untuk mempersiapkan generasi muda menjadi pelaku usaha yang mampu memimpin, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Ketiga strategi tersebut diterapkan melalui berbagai program pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas generasi muda di sejumlah sektor ekonomi.

Di sektor pertanian, Bank Indonesia mendukung pengembangan usaha melalui program Eptilu di Garut, Jawa Barat.

BI juga menjalankan program Cangkir Barista untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan generasi muda di sektor kopi.

Pada sektor industri kreatif, pengembangan inovasi produk wastra dilakukan melalui program Citra Nusa guna mendorong peningkatan nilai tambah produk.

Sementara di bidang teknologi, Bank Indonesia mengembangkan program PIDI–DIGDAYA x Hackathon untuk mendukung kreativitas dan kemampuan inovasi digital generasi muda.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya BI memperkuat kemampuan pelaku usaha muda dalam menghadapi perkembangan ekonomi berbasis teknologi.

Beasiswa GenBI Jangkau 175 Perguruan Tinggi

Selain mendorong kewirausahaan, Bank Indonesia memperkuat kemampuan kepemimpinan generasi muda melalui program beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI).

Program tersebut telah menjangkau 175 perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya pengembangan kapasitas mahasiswa dan pembentukan generasi muda yang memiliki kemampuan kepemimpinan.

Melalui GenBI, Bank Indonesia berupaya mempersiapkan mahasiswa agar mampu berkontribusi dalam kegiatan ekonomi dan pembangunan nasional.

Pengembangan kepemimpinan tersebut melengkapi strategi penguatan kewirausahaan dan inovasi digital yang dijalankan BI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi syariah.

Menteri Koperasi Minta Anak Muda Tak Hanya Jadi Konsumen Produk Halal

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Fery Juliantono turut mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar dalam pengembangan ekonomi syariah melalui kegiatan produksi dan kewirausahaan.

Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan Menteri Koperasi yang dibacakan Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destri Anna Sari dalam Forum Kewirausahaan Syariah Muda.

Menteri Koperasi menekankan pentingnya perubahan peran generasi muda agar tidak hanya menjadi konsumen produk halal, tetapi juga mampu menjadi produsen dan pelaku usaha yang menghasilkan produk serta menciptakan lapangan kerja.

Keterlibatan generasi muda sebagai produsen dinilai penting untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi syariah sekaligus memperkuat kewirausahaan nasional.

Pemerintah juga mendorong terbentuknya kerja sama antara generasi muda, koperasi, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, masjid, dan pemerintah untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan.

"Forum ini diharapkan dapat melahirkan kolaborasi nyata antara generasi muda, koperasi, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, masjid dan pemerintah," ujar Destri.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan usaha dan memperkuat peran generasi muda dalam kegiatan ekonomi produktif berbasis syariah.

Melalui Forum Kewirausahaan Syariah Muda dalam rangkaian ISEF 2026, Bank Indonesia bersama pemerintah terus mendorong pengembangan kapasitas kewirausahaan, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan keterlibatan generasi muda dalam pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026