
Pantau - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperkuat koordinasi dengan perbankan dan pengembang untuk mempercepat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), setelah realisasi pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 184.342 unit hingga 19 Oktober 2026.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan percepatan dilakukan dengan mengatasi hambatan teknis dan administratif yang berpotensi memperlambat proses pembiayaan rumah subsidi.
Langkah tersebut mencakup penguatan koordinasi, percepatan validasi data, serta pembentukan tim khusus untuk menangani kendala penyaluran KPR FLPP.
“Teman-teman tim teknis langsung kami kawal, apa yang menjadi kendala. Kalau ada yang terkait dengan pengembang, langsung kami koordinasikan dengan pengembang supaya ada percepatan,” ujar Heru dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Realisasi KPR Subsidi FLPP Capai Rp23 Triliun
Berdasarkan data BP Tapera, penyaluran KPR subsidi FLPP hingga 19 Oktober 2026 telah mencapai 184.342 unit rumah dengan nilai pembiayaan FLPP sebesar Rp23 triliun.
Selain pembiayaan yang telah terealisasi, sebanyak 39.830 calon debitur masih menjalani proses pengajuan dan penyelesaian pembiayaan di perbankan.
Dengan demikian, jumlah rumah yang telah dibiayai dan calon debitur yang masih dalam proses mencapai 224.172 unit.
Angka tersebut setara dengan sekitar 64 persen dari target nasional sebanyak 350.000 unit rumah pada 2026.
Meski demikian, sebanyak 39.830 calon debitur tersebut belum termasuk dalam realisasi penyaluran karena proses pembiayaannya masih berlangsung.
BP Tapera berupaya mempercepat penyelesaian proses tersebut agar jumlah rumah subsidi yang tersalurkan dapat meningkat menjelang akhir tahun.
BP Tapera Siapkan 42 Kegiatan Sosialisasi dan Pemasaran
Untuk meningkatkan penyaluran KPR subsidi, BP Tapera menyiapkan 42 kegiatan sosialisasi dan pemasaran selama periode 19–25 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan memperluas informasi mengenai program KPR subsidi FLPP sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap pembiayaan rumah.
BP Tapera juga memperkuat peran tim khusus atau task force untuk menangani hambatan yang muncul selama proses pembiayaan.
Tim tersebut bertugas mengawal penyelesaian kendala teknis maupun administratif bersama pihak perbankan dan pengembang.
Selain itu, percepatan validasi data menjadi salah satu langkah untuk memastikan proses pengajuan KPR subsidi berjalan lebih efisien.
Penyaluran FLPP Libatkan 43 Bank dan 8.287 Pengembang
BP Tapera mencatat penyaluran FLPP didukung jaringan kemitraan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Sebanyak 43 bank penyalur terlibat dalam menyediakan pembiayaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Program tersebut juga melibatkan 22 asosiasi pengembang dan 8.287 pengembang perumahan.
Secara keseluruhan, jaringan kemitraan FLPP mencakup 11.504 perumahan yang tersebar di 391 kabupaten dan kota pada 36 provinsi.
BP Tapera terus berkoordinasi dengan jaringan tersebut untuk mempercepat proses pembiayaan dan mengatasi hambatan penyaluran.
Menteri PKP Minta Kendala Pembiayaan Segera Diselesaikan
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menekankan pentingnya kemampuan menyelesaikan persoalan dalam upaya mencapai target pembiayaan perumahan.
Menurutnya, berbagai kendala teknis maupun nonteknis harus ditangani melalui langkah konkret agar tidak menghambat penyaluran rumah subsidi.
“Dalam mencapai target pasti ada masalah, kendala, apakah teknis maupun nonteknis. Saya rasa kita sebagai pemimpin negara, pejabat negara, tentu mengidentifikasi masalah itu satu hal, tapi tentu kita punya kemampuan problem solving,” kata Maruarar.
Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembiayaan perumahan tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga memastikan penyelesaiannya.
Percepatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dengan target 350.000 unit pada 2026, BP Tapera masih perlu meningkatkan realisasi penyaluran KPR FLPP hingga akhir tahun.
- Penulis :
- Aditya Yohan




