
Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memperkuat promosi destinasi wisata daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui kegiatan perjalanan pengenalan destinasi atau familiarization trip (famtrip) dan pertemuan bisnis untuk memperluas pasar wisatawan nusantara.
Program tersebut bertujuan memperkenalkan potensi wisata daratan Flores kepada pelaku industri pariwisata sekaligus mengembangkan pengalaman perjalanan menjadi produk wisata yang siap dipasarkan.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Bayu Erlangga, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memperlihatkan pengalaman wisata yang dapat dikembangkan menjadi paket perjalanan menarik.
“Kegiatan ini dirancang bukan sekadar memperkenalkan destinasi, tetapi juga menunjukkan pengalaman yang dapat dinikmati wisatawan dan bagaimana pengalaman tersebut dikembangkan menjadi pola perjalanan yang menarik. Dari sisi pemasaran, potensi yang ada perlu dikemas menjadi produk yang siap dijual dan dipromosikan," kata Bayu dalam keterangan yang diterima di Kupang, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, pengemasan produk wisata menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan promosi destinasi sekaligus meningkatkan daya tarik perjalanan wisata ke Labuan Bajo dan wilayah daratan Flores.
Kemenpar Libatkan Agen Perjalanan, Media, dan Pemengaruh
Kegiatan famtrip tersebut melibatkan enam peserta dari berbagai unsur yang memiliki peran dalam pemasaran dan promosi pariwisata.
Peserta terdiri atas tiga perwakilan agen perjalanan dan operator tur, satu perwakilan media, serta dua pemengaruh atau influencer dalam negeri.
Keterlibatan agen perjalanan dan operator tur ditujukan untuk memperkenalkan potensi destinasi yang dapat dikembangkan menjadi paket wisata bagi wisatawan nusantara.
Sementara itu, partisipasi media dan pemengaruh menjadi bagian dari upaya memperluas penyebaran informasi mengenai daya tarik wisata di daratan Flores.
Rangkaian kegiatan mencakup pertemuan bisnis atau table top business meeting, perjalanan wisata darat Labuan Bajo-Flores, serta aktivitas yoga saat matahari terbenam di kawasan Parapuar.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai pengalaman wisata yang dapat ditawarkan kepada calon wisatawan.
Wisata Daratan Flores Dikembangkan Jadi Produk Siap Jual
Bayu menjelaskan bahwa pengembangan produk wisata tidak cukup hanya dilakukan dengan memperkenalkan lokasi atau objek wisata kepada masyarakat.
Potensi destinasi juga perlu dikemas menjadi pengalaman perjalanan yang memiliki daya tarik dan dapat dipasarkan oleh pelaku industri pariwisata.
Karena itu, kegiatan famtrip menjadi sarana untuk memperlihatkan langsung berbagai aktivitas wisata yang dapat dimasukkan ke dalam paket perjalanan.
Pengembangan pola perjalanan wisata darat Labuan Bajo-Flores diharapkan dapat memperluas pilihan aktivitas bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah tersebut.
Selain memperkenalkan destinasi, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk menjajaki kerja sama pemasaran produk wisata.
Kemenpar berharap keberagaman produk wisata dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo dan Flores.
Peningkatan lama tinggal wisatawan tersebut diharapkan turut memperluas manfaat ekonomi sektor pariwisata bagi masyarakat di berbagai destinasi.
Pemkab Manggarai Barat Dorong Kolaborasi Pelaku Wisata
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, menyampaikan bahwa perkembangan pariwisata Labuan Bajo merupakan hasil kerja sama berbagai pihak.
Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPOLBF, serta pelaku usaha yang bergerak di sektor pariwisata.
Petrus mengajak pelaku industri pariwisata memanfaatkan pertemuan bisnis dalam rangkaian famtrip untuk memperkenalkan produk dan layanan wisata kepada mitra perjalanan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan pengenalan destinasi wisata di Flores.
Pertemuan bisnis juga diharapkan dapat mempertemukan penyedia produk wisata lokal dengan agen perjalanan dan operator tur yang memiliki akses terhadap pasar wisatawan nusantara.
Promosi Wisata Flores Diharapkan Perluas Manfaat Ekonomi Masyarakat
Kemenpar dan BPOLBF mendorong pengembangan wisata daratan Flores sebagai bagian dari upaya memperluas pilihan perjalanan wisata di kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya.
Melalui promosi yang melibatkan pelaku industri, media, dan pemengaruh, potensi destinasi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak calon wisatawan domestik.
Pengembangan produk wisata yang beragam juga diarahkan untuk mendorong wisatawan mengeksplorasi lebih banyak destinasi selama berada di Flores.
Dengan demikian, manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata diharapkan tidak hanya terpusat pada satu kawasan, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat di berbagai lokasi wisata daratan Flores.
- Penulis :
- Aditya Yohan




