HOME  ⁄  Ekonomi

Investasi Jawa Tengah Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja dan Bidik 57 Perusahaan Vietnam

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Investasi Jawa Tengah Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja dan Bidik 57 Perusahaan Vietnam
Foto: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat membuka ajang Semarang Business Forum (Sembiz) ke-19 Tahun 2026 di The Suri Ballroom, Queen City Mall, Kota Semarang, Rabu 21/10/2026 (sumber: Pemprov Jateng)

Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat realisasi investasi hingga triwulan III 2026 mencapai Rp72,54 triliun dengan penyerapan sedikitnya 340.334 tenaga kerja melalui 82.420 proyek yang tersebar di berbagai wilayah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan capaian tersebut saat membuka Semarang Business Forum (Sembiz) ke-19 Tahun 2026 di The Suri Ballroom, Queen City Mall, Kota Semarang, Rabu.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa investasi swasta menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah dan tantangan perekonomian global.

Menurutnya, pengembangan ekonomi Jawa Tengah tidak dapat hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan dunia usaha serta penguatan kerja sama antardaerah.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor diperlukan untuk memperluas kegiatan ekonomi sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

Gubernur Jawa Tengah Dorong Semarang Jadi Pusat Pertumbuhan Investasi

Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa penguatan ekonomi daerah harus dilakukan melalui pengembangan tiga sektor utama, yakni pariwisata, perdagangan, dan investasi.

"'Business forum' ini ada tiga hal yang sangat krusial. Yang pertama 'tourism' (pariwisata), yang kedua 'trade' (perdagangan), dan yang ketiga investasi. Ini tiga mata rantai yang tidak bisa kita pisahkan," kata Ahmad Luthfi.

Menurutnya, ketiga sektor tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan perlu dikembangkan secara bersamaan untuk meningkatkan daya saing ekonomi Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi juga mendorong Kota Semarang mengambil peran lebih besar sebagai pusat penggerak investasi dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Tengah.

Namun, pengembangan ekonomi tersebut diharapkan tidak hanya terpusat di Kota Semarang, melainkan turut melibatkan daerah-daerah penyangga melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

Sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi memperkuat kerja sama ekonomi dengan Kota Semarang antara lain Kabupaten Kendal, Demak, Grobogan, dan Kota Salatiga.

Melalui kolaborasi tersebut, setiap daerah diharapkan dapat mengembangkan sektor unggulan masing-masing sekaligus mendukung pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Kota Semarang dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan dan jasa yang dapat menghubungkan berbagai potensi ekonomi dari wilayah sekitarnya.

Sebanyak 57 Perusahaan Vietnam Berencana Berinvestasi di Jawa Tengah

Di tengah tantangan ekonomi global, Ahmad Luthfi menyebut Jawa Tengah masih memiliki daya tarik yang kuat bagi investor, terutama perusahaan yang bergerak di sektor industri padat karya.

Daya tarik tersebut didukung oleh iklim usaha yang kondusif, pertumbuhan ekonomi daerah, serta ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif.

Ahmad Luthfi mengungkapkan adanya rencana investasi dari 57 perusahaan asal Vietnam yang bergerak di sektor industri padat karya untuk membangun atau membuka cabang usaha di Jawa Tengah.

"Ada 57 perusahaan Vietnam padat karya nanti akan membangun di wilayah kita. Karena role model kegiatan padat karyanya Vietnam sama dengan kita. Dan dia akan buka cabang di wilayah kita," kata Ahmad Luthfi.

Menurutnya, kesamaan model kegiatan industri padat karya antara Vietnam dan Jawa Tengah menjadi salah satu faktor yang mendukung rencana ekspansi perusahaan-perusahaan tersebut.

Kehadiran perusahaan asal Vietnam diharapkan dapat memperkuat sektor industri padat karya sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Jawa Tengah.

Rencana investasi tersebut juga menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan aktivitas industri dan memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui keterlibatan investor asing.

Wali Kota Semarang Akui Keterbatasan Lahan Industri

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menekankan pentingnya kolaborasi antardaerah untuk memperkuat investasi dan pengembangan kegiatan ekonomi.

Agustina menjelaskan bahwa Kota Semarang memiliki keterbatasan lahan untuk pembangunan kawasan industri berskala besar sehingga membutuhkan dukungan dari daerah-daerah di sekitarnya.

Dengan kondisi tersebut, pengembangan ekonomi Kota Semarang lebih diarahkan pada sektor perdagangan dan jasa, sedangkan kegiatan industri dapat dikembangkan di wilayah penyangga yang memiliki ketersediaan lahan dan sumber daya.

Menurutnya, pembagian peran tersebut dapat menciptakan hubungan ekonomi yang saling mendukung antara Kota Semarang dan daerah sekitarnya.

"Kota Semarang tidak bisa sendiri. Pemerintah Kota Semarang tidak bisa sendiri. Maka kami mengundang seluruh investor untuk turut serta bersama-sama mengembangkan usaha untuk kebersamaan dan kemajuan," kata Agustina.

Agustina menegaskan bahwa keterlibatan investor menjadi bagian penting dalam memperkuat pengembangan usaha dan mendorong kemajuan ekonomi daerah.

Ia menyebut Semarang Business Forum yang telah diselenggarakan sebanyak 19 kali menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan calon investor dengan berbagai peluang investasi yang tersedia.

Pengembangan Wisata Tinjomoyo Jadi Salah Satu Peluang Investasi

Selain sektor perdagangan dan industri, Pemerintah Kota Semarang juga menawarkan peluang investasi di bidang pariwisata melalui pengembangan kawasan wisata Tinjomoyo.

Pengembangan kawasan tersebut direncanakan tetap mempertahankan fungsi hutan sehingga aktivitas pariwisata dapat berjalan tanpa menghilangkan fungsi utama kawasan.

Konsep tersebut menjadi salah satu peluang investasi yang diperkenalkan kepada para pelaku usaha dalam penyelenggaraan Sembiz ke-19 Tahun 2026.

Pemerintah Kota Semarang berharap pengembangan kawasan wisata dapat memperluas kegiatan ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang berupaya memperkuat hubungan antara investor dan pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor-sektor ekonomi potensial.

Dengan realisasi investasi yang telah mencapai Rp72,54 triliun hingga triwulan III 2026, pemerintah daerah terus mendorong penguatan investasi, perdagangan, dan pariwisata untuk memperluas penyerapan tenaga kerja serta mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026