HOME  ⁄  Ekonomi

Pelindo Dorong Relokasi Jalan Nasional Sepanjang 5,6 Kilometer di Mempawah, Penyelesaian Penuh Ditargetkan 2027–2028

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pelindo Dorong Relokasi Jalan Nasional Sepanjang 5,6 Kilometer di Mempawah, Penyelesaian Penuh Ditargetkan 2027–2028
Foto: (Sumber :General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Dewa Cipta Hadi saat diwawancarai awak media. (ANTARA/Dedi).)

Pantau - PT Pelindo Regional 2 Pontianak terus mendorong penyelesaian proyek relokasi jalan nasional sepanjang 5,6 kilometer di kawasan Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, untuk memperlancar arus kendaraan logistik dan meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan.

General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Dewa Cipta Hadi, mengatakan proyek tersebut masih menunggu proses serah terima barang milik negara dari Kementerian Keuangan.

Meski judul informasi awal menyebut target akhir 2026, Dewa menyampaikan bahwa penyelesaian penuh relokasi jalan nasional diharapkan dapat terealisasi pada akhir 2027 atau awal 2028.

“Rencana relokasi jalan nasional saat ini sedang menunggu proses serah terima barang milik negara dari Kementerian Keuangan. Harapannya, pada akhir 2027 atau awal 2028, relokasi jalan nasional ini sudah bisa diselesaikan secara penuh,” ujar Dewa di Pontianak, Kamis (22/10/2026).

Relokasi Jalan Nasional 5,6 Kilometer Dukung Kelancaran Logistik Pelabuhan Kijing

Dewa menjelaskan bahwa relokasi jalan nasional dilakukan untuk meningkatkan kelancaran transportasi darat di sekitar kawasan Pelabuhan Kijing.

Jalur jalan nasional sebelumnya melintasi kawasan pelabuhan sehingga diperlukan penataan untuk mendukung aktivitas kendaraan dan operasional kepelabuhanan.

Relokasi sepanjang 5,6 kilometer tersebut diharapkan dapat memperlancar pergerakan kendaraan pengangkut barang serta meningkatkan konektivitas transportasi di kawasan Mempawah.

"Jalan sebelumnya melintasi kawasan Pelabuhan Kijing. Dengan direlokasi dapat memperlancar arus kendaraan," papar dia.

Menurut Dewa, keberadaan infrastruktur jalan yang mendukung aktivitas pelabuhan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem distribusi barang.

Pengembangan tersebut juga sejalan dengan upaya Pelindo meningkatkan fasilitas dan kesiapan operasional di kawasan Pelabuhan Kijing.

Pelindo Tunggu Serah Terima Aset dari Kementerian Keuangan

Proses relokasi jalan nasional saat ini masih berada pada tahapan administrasi yang berkaitan dengan serah terima barang milik negara.

Dewa menyebut penyelesaian proses tersebut menjadi salah satu tahapan yang harus dilalui sebelum relokasi jalan dapat dituntaskan secara penuh.

Pelindo berharap proses administrasi dan pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai rencana sehingga infrastruktur pendukung pelabuhan segera dimanfaatkan secara optimal.

Dalam keterangannya, Dewa menyampaikan perkiraan penyelesaian penuh proyek pada akhir 2027 atau awal 2028.

Relokasi jalan tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kapasitas layanan Pelabuhan Kijing seiring berkembangnya aktivitas industri dan distribusi barang di Kalimantan Barat.

Pelabuhan Kijing Gandeng Industri Sawit dan Hilirisasi Alumina

Selain mengembangkan infrastruktur jalan, Pelindo juga memperkuat kerja sama dengan sejumlah mitra strategis untuk meningkatkan aktivitas di Pelabuhan Kijing.

Kerja sama tersebut melibatkan perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA).

Sejumlah perusahaan yang menjadi mitra pengembangan kawasan meliputi PT Pacific Bio Industry, PT Khatulistiwa Cakrawala atau Apical Group, PT Energi Unggul Persada, dan PT Riya Pacific Nabati.

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang pengolahan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya.

Keberadaan industri pengolahan sawit diharapkan dapat mendukung peningkatan aktivitas bongkar muat dan distribusi komoditas melalui Pelabuhan Kijing.

Pelindo juga terus menjalin kolaborasi dengan MIND ID Group untuk mendukung kelancaran program hilirisasi alumina.

Program hilirisasi tersebut merupakan bagian dari agenda pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah industri dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kepelabuhanan, meningkatkan aktivitas logistik, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat," kata dia.

Pelindo Optimistis Pelabuhan Kijing Jadi Simpul Logistik Strategis

Pelindo menilai peningkatan fasilitas bongkar muat, pengembangan infrastruktur pendukung, dan kerja sama dengan sektor industri dapat memperkuat peran Pelabuhan Kijing dalam jaringan logistik nasional.

Pertumbuhan arus barang juga menjadi salah satu faktor yang mendorong kebutuhan peningkatan kapasitas dan kualitas layanan pelabuhan.

Dengan dukungan infrastruktur yang semakin memadai, Pelabuhan Kijing diharapkan mampu memperlancar distribusi komoditas industri dan meningkatkan konektivitas antardaerah.

Pelindo optimistis pengembangan kawasan tersebut dapat memperkuat posisi Pelabuhan Kijing sebagai salah satu simpul logistik strategis di Kalimantan Barat.

Selain meningkatkan daya saing layanan kepelabuhanan, pengembangan infrastruktur dan kolaborasi industri diharapkan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Penyelesaian relokasi jalan nasional sepanjang 5,6 kilometer menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung kelancaran operasional pelabuhan serta aktivitas logistik di kawasan Mempawah.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026