
Pantau - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,5 triliun hingga September 2026, tumbuh 20,7 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh ekspansi kredit yang sehat, peningkatan transaksi digital, serta perbaikan produktivitas perseroan.
Hal itu disampaikan Novita dalam Paparan Publik Laporan Keuangan Triwulan III/2026 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang digelar secara daring di Jakarta, Jumat.
"Pencapaian ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang sehat, peningkatan transaksi digital, serta produktivitas yang terus membaik," kata Novita.
Novita menegaskan bahwa pertumbuhan laba harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan dan keberlanjutan bisnis Bank Mandiri dalam jangka panjang.
Pendapatan Bank Mandiri Tembus Rp97,3 Triliun, Kredit Tumbuh 16 Persen
Kinerja keuangan Bank Mandiri menunjukkan pertumbuhan positif hingga September 2026, terutama dari sisi pendapatan, penyaluran kredit, dan aktivitas transaksi nasabah.
Pendapatan perseroan mencapai Rp97,3 triliun atau meningkat 7,08 persen secara tahunan, didukung pertumbuhan kredit yang solid.
Sementara itu, pendapatan non-bunga tumbuh lebih tinggi sebesar 13,8 persen menjadi Rp29,4 triliun seiring meningkatnya aktivitas transaksi dan penggunaan layanan perbankan oleh nasabah.
"Hingga September 2026, pendapatan tumbuh sehat sebesar 7,08 persen secara tahunan menjadi Rp97,3 triliun, didukung oleh pertumbuhan kredit yang solid. Di saat yang sama, pendapatan non-bunga tumbuh lebih tinggi sebesar 13,8 persen menjadi Rp29,4 triliun seiring meningkatnya aktivitas transaksi dan layanan perbankan," kata Novita.
Dari sisi pembiayaan, penyaluran kredit Bank Mandiri secara individual (bank only) mencapai Rp1.606 triliun hingga September 2026, meningkat 16 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit sebesar 11,6 persen yang tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan penyaluran kredit menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perseroan sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Dana Pihak Ketiga Tumbuh 17,7 Persen, Bank Mandiri Perkuat Likuiditas
Dari sisi pendanaan, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 17,7 persen secara tahunan hingga September 2026.
Meski penghimpunan dana masyarakat terus meningkat, perseroan tetap memprioritaskan penguatan struktur pendanaan di tengah kondisi likuiditas industri perbankan yang masih menantang.
"Ke depan, penguatan dana pihak ketiga tetap menjadi prioritas utama kami, mengingat kondisi likuiditas yang masih cukup menantang," ujar Novita.
Kondisi likuiditas tersebut turut tercermin dari perkembangan rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) Bank Mandiri.
Berdasarkan rata-rata harian, LDR Bank Mandiri meningkat dari 93,6 persen pada kuartal III/2025 menjadi 94,8 persen pada kuartal III/2026, atau naik 1,2 poin persentase.
Sementara itu, posisi LDR pada akhir September 2026 tercatat sebesar 91 persen, berbeda dari rasio berdasarkan rata-rata harian sepanjang kuartal III/2026.
Untuk menjaga likuiditas, Bank Mandiri terus memperluas basis nasabah, meningkatkan aktivitas transaksi, dan mengoptimalkan ekosistem bisnis perseroan.
"Karena itu, kami terus memperkuat penghimpunan dana melalui perluasan basis nasabah, peningkatan aktivitas transaksi, serta optimalisasi ekosistem Bank Mandiri," kata Novita.
Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp50,6 Triliun Sepanjang 2026
Selain mencatat pertumbuhan laba dan pendapatan, Bank Mandiri juga menegaskan komitmennya dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kinerja bisnis, pemeliharaan struktur permodalan, serta pemberian imbal hasil yang optimal kepada investor.
Sepanjang 2026, Bank Mandiri telah membagikan dividen sebesar Rp50,6 triliun sebagai bagian dari upaya memberikan keuntungan kepada pemegang saham.
"Sepanjang tahun 2026 Bank Mandiri telah membagikan dividen sebesar Rp50,6 triliun. Ini merupakan wujud komitmen manajemen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kekuatan permodalan, dan imbang hasil yang optimal serta keberlanjutan bagi investor," ujar Novita.
Bank Mandiri menempatkan keseimbangan antara ekspansi bisnis, kekuatan permodalan, kualitas layanan, dan keberlanjutan usaha sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan.
- Penulis :
- Leon Weldrick




