
Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong pengembangan wisata olahraga atau sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang olahraga berskala nasional dan internasional untuk meningkatkan kunjungan wisatawan serta memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi pariwisata dunia.
Pengembangan wisata olahraga menjadi salah satu strategi Kemenpar untuk memperluas pengenalan Indonesia di tingkat internasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan industri pendukung.
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata, Hafiz Agung Rifa, menyampaikan bahwa semakin banyak ajang olahraga yang diselenggarakan di Indonesia, semakin besar pula peluang Indonesia dikenal masyarakat internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Hafiz seusai menghadiri konferensi pers OGFC Legends Manchester United 2008 vs Persija Legends di Jakarta, Jumat.
“Kita memang berharap semakin banyak event olahraga yang dilaksanakan di Indonesia, tentu juga akan semakin dikenal juga Indonesia di mata dunia,” kata Hafiz Agung Rifa.
Kemenpar Dorong Ajang Olahraga Internasional Digelar di Berbagai Daerah
Hafiz menjelaskan bahwa penyelenggaraan berbagai ajang olahraga berskala besar dapat menjadi sarana untuk menunjukkan kemampuan Indonesia sebagai tuan rumah kegiatan internasional.
Menurutnya, Indonesia telah memiliki infrastruktur dan fasilitas yang mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga kelas dunia.
Kesiapan infrastruktur tersebut menjadi salah satu modal penting untuk menarik lebih banyak kompetisi dan kegiatan olahraga internasional agar diselenggarakan di Indonesia.
Hafiz menegaskan bahwa pengembangan wisata olahraga tidak hanya berpusat di kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan ajang olahraga.
Kementerian Pariwisata juga terus mendorong kegiatan olahraga di berbagai daerah lain agar manfaat pengembangan wisata olahraga dapat dirasakan lebih luas.
Salah satu ajang yang menjadi perhatian Kemenpar adalah Borobudur Marathon, yang telah dikenal sebagai bagian dari pengembangan wisata olahraga Indonesia.
“Banyak juga event olahraga yang sudah diselenggarakan tidak hanya di Mandalika. Kita tahu yang terkenal adalah Borobudur Marathon, kita juga fokus di sana, lalu ada beberapa destinasi lain,” imbuh Hafiz.
Melalui penyelenggaraan kegiatan olahraga di berbagai destinasi, Kemenpar berharap pertumbuhan wisata olahraga tidak hanya terkonsentrasi pada satu wilayah.
Pengembangan tersebut juga diharapkan dapat memperkenalkan lebih banyak destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat internasional melalui kegiatan olahraga yang menarik perhatian wisatawan.
Kemenpar Libatkan UMKM untuk Perkuat Ekosistem Wisata Olahraga
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, menekankan pentingnya membangun wisata olahraga sebagai ekosistem yang melibatkan berbagai sektor.
Menurut Rizki, pengembangan wisata olahraga membutuhkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga, termasuk kolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Kolaborasi tersebut diperlukan karena penyelenggaraan ajang olahraga tidak hanya berkaitan dengan pertandingan atau kompetisi, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan kegiatan industri dan ekonomi.
Rizki menjelaskan bahwa sektor olahraga menyimpan berbagai peluang pengembangan industri yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Salah satu peluang tersebut adalah pengembangan produk pendukung kegiatan olahraga, seperti merchandise atau barang dagangan resmi serta berbagai jenis cenderamata.
Pengembangan industri pendukung diharapkan dapat membuka kesempatan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terlibat langsung dalam kegiatan wisata olahraga.
Keterlibatan UMKM menjadi salah satu perhatian Kemenpar agar manfaat ekonomi dari penyelenggaraan ajang olahraga tidak hanya dinikmati penyelenggara kegiatan, tetapi juga pelaku usaha lokal.
Rizki menegaskan bahwa pengembangan wisata olahraga harus diarahkan untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan dan tidak hanya berfokus pada keberhasilan satu kegiatan.
“Jadi kita harapkan tidak hanya event satunya, tetapi juga ekosistem di sport tourism-nya berkembang juga,” kata Rizki Handayani Mustafa.
Paket Wisata Disiapkan agar Turis Asing Tidak Hanya Menonton Pertandingan
Selain mendorong pertumbuhan industri pendukung, Kementerian Pariwisata juga menilai pentingnya penyediaan paket perjalanan wisata yang terintegrasi dengan penyelenggaraan ajang olahraga.
Rizki menjelaskan bahwa paket wisata sebaiknya dipersiapkan sebelum kegiatan olahraga berlangsung agar wisatawan memiliki kesempatan merencanakan kunjungan ke berbagai destinasi.
Penyediaan paket perjalanan tersebut terutama ditujukan kepada wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia untuk menyaksikan pertandingan atau mengikuti kegiatan olahraga.
Melalui paket wisata yang terintegrasi, pengunjung dari luar negeri diharapkan tidak hanya datang untuk menonton pertandingan, tetapi juga memanfaatkan waktu kunjungan untuk menjelajahi destinasi pariwisata Indonesia.
Strategi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi sektor pariwisata, termasuk usaha perjalanan wisata, akomodasi, dan pelaku usaha di daerah tujuan wisata.
Kemenpar juga berharap penggabungan kegiatan olahraga dengan paket perjalanan wisata dapat mendorong wisatawan mancanegara memperpanjang lama tinggal mereka di Indonesia.
“Jadi yang datang ke Indonesia itu misalkan dari luar, dia tidak hanya nonton pertandingan, tapi kemudian melancong perjalanan sehingga lama tinggal di Indonesia lebih banyak,” ujar Rizki.
Peningkatan lama tinggal wisatawan menjadi salah satu tujuan pengembangan wisata olahraga karena pengunjung memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selain menghadiri pertandingan.
Wisata Olahraga Diharapkan Tingkatkan Kunjungan Turis dan Ekonomi Daerah
Kementerian Pariwisata berupaya memperluas manfaat ekonomi wisata olahraga dengan menghubungkan penyelenggaraan ajang olahraga, pengembangan industri pendukung, keterlibatan UMKM, dan penyediaan paket perjalanan wisata.
Strategi tersebut diarahkan agar setiap kegiatan olahraga dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di daerah penyelenggaraan.
Penyelenggaraan kompetisi olahraga berskala nasional maupun internasional juga diharapkan dapat memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang memiliki fasilitas memadai dan beragam destinasi wisata.
Melalui pengembangan wisata olahraga di berbagai daerah, Kemenpar berharap semakin banyak destinasi Indonesia dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara kegiatan, industri pariwisata, dan UMKM menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem wisata olahraga yang berkelanjutan.
Dengan strategi tersebut, Kemenpar menargetkan pengembangan wisata olahraga dapat menarik lebih banyak kegiatan olahraga internasional, meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal turis asing, serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
- Penulis :
- Shila Glorya




