
Pantau - Program bahan bakar minyak (BBM) satu harga yang dijalankan pemerintah melalui PT Pertamina Patra Niaga membantu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, meskipun distribusi bahan bakar menghadapi kendala akibat surutnya sungai pada musim kemarau.
Pasokan BBM di Kecamatan Long Pahangai tetap terjaga melalui pengiriman menggunakan jalur darat sebagai alternatif ketika transportasi sungai tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Operator Agen Premium dan Minyak Solar (APMS)/SPBU Kompak Long Pahangai, Kasnawi, mengatakan pengiriman melalui jalan darat menjadi solusi untuk menjaga ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat.
"Meski jalur sungai yang biasanya menjadi andalan pengiriman terganggu di musim kemarau ini, alternatif jalur darat tetap diandalkan untuk memastikan stok BBM tidak terputus," ujar Kasnawi di Long Pahangai, Minggu (25/10/2026).
Ketersediaan BBM dengan harga yang sama seperti di kawasan perkotaan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan transportasi, pertanian, perkebunan, dan kegiatan perdagangan.
Sungai Surut, BBM Dikirim Melalui Jalur Darat Sepanjang 160 Kilometer
Distribusi BBM menuju Kecamatan Long Pahangai biasanya mengandalkan jalur sungai yang menjadi salah satu akses transportasi utama masyarakat.
Namun, penurunan debit air sungai pada musim kemarau menyebabkan pengiriman menggunakan perahu tidak dapat berjalan seperti biasanya.
Untuk menjaga pasokan, BBM dikirim menggunakan kendaraan melalui jalur darat dari Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, menuju Long Pahangai.
Jarak perjalanan tersebut mencapai sekitar 160 kilometer dengan kondisi jalan yang sebagian masih berupa tanah.
Akses jalan menjadi berdebu ketika musim kemarau dan berlumpur saat musim hujan, sehingga distribusi memerlukan penanganan khusus.
Kasnawi menjelaskan bahwa BBM terlebih dahulu disimpan di gudang Long Bagun sebelum dikirim menuju Long Pahangai.
“Stok BBM disimpan di gudang Long Bagun. Saat sungai surut, pengiriman dilakukan menggunakan mobil dengan kapasitas sekitar 1.000 liter per hari. Meski volumenya lebih kecil dibandingkan saat menggunakan jalur sungai, pasokan tetap rutin masuk sehingga warga tidak kekurangan pasokan," ujar Kasnawi.
Pengiriman BBM Lewat Sungai Bisa Mencapai 8.000 Liter
Ketika kondisi debit air sungai normal, distribusi BBM menggunakan perahu dapat mengangkut sekitar 6.000 hingga 8.000 liter dalam sekali perjalanan.
Pengiriman melalui jalur sungai biasanya dilakukan secara rutin setiap dua hari sekali.
Sementara itu, saat musim kemarau, distribusi dialihkan menggunakan mobil dengan kapasitas sekitar 1.000 liter per hari.
Meskipun kapasitas pengiriman darat lebih kecil, pasokan dilakukan setiap hari untuk menjaga ketersediaan BBM di wilayah tersebut.
Pengaturan distribusi ini menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat Long Pahangai tetap dapat membeli bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.
Harga Pertalite Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 per Liter
Program BBM satu harga memungkinkan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) memperoleh bahan bakar dengan harga yang sama seperti di kawasan perkotaan.
Di Kecamatan Long Pahangai, harga Pertalite ditetapkan sebesar Rp10.000 per liter.
Sementara itu, Biosolar dijual seharga Rp6.800 per liter dan Dexlite sebesar Rp24.200 per liter.
Kebijakan tersebut membantu masyarakat mengurangi biaya pembelian bahan bakar yang digunakan untuk transportasi dan kegiatan ekonomi.
Salah satu warga Kampung Liu Mulang, Juk Ding, memanfaatkan layanan BBM satu harga dengan membeli 10 liter Pertalite untuk mengisi mesin ketinting pada perahunya.
Perahu bermesin tempel menjadi salah satu sarana transportasi yang digunakan masyarakat di wilayah tersebut.
Ketersediaan BBM dengan harga terjangkau membantu warga menjalankan aktivitas transportasi hasil bumi, pertanian, perkebunan, dan kebutuhan rumah tangga.
Tanpa kebijakan harga yang sama, biaya pengangkutan bahan bakar menuju wilayah terpencil berpotensi meningkatkan pengeluaran masyarakat.
Pembelian BBM Diatur Berdasarkan Jarak Tempuh Warga
Pengelola APMS/SPBU Kompak Long Pahangai menerapkan mekanisme rekomendasi untuk mengatur pembagian BBM kepada masyarakat.
Pengaturan tersebut mempertimbangkan jarak tempat tinggal warga dari pusat kecamatan.
Masyarakat yang tinggal lebih jauh memperoleh alokasi lebih besar karena membutuhkan bahan bakar lebih banyak untuk perjalanan.
"Satu rekomendasi untuk warga sekitar mendapat 5–10 liter, jarak sedang 10-20 liter, sedangkan yang lebih jauh kami berikan 20 liter ke atas. Kami sesuaikan dengan jarak tempuh agar semua tetap terbantu," kata Kasnawi.
Mekanisme tersebut diterapkan agar penyaluran BBM dapat menyesuaikan kebutuhan transportasi masyarakat di berbagai lokasi.
Pengelola juga berupaya menjaga pemerataan akses bahan bakar bagi warga yang tinggal dekat maupun jauh dari pusat pelayanan.
BBM Satu Harga Dukung Pertanian dan Perdagangan di Mahakam Ulu
Ketersediaan BBM menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Mahakam Ulu yang mengandalkan transportasi sungai dan darat dalam menjalankan kegiatan ekonomi.
Bahan bakar digunakan untuk mengoperasikan perahu, mengangkut hasil pertanian, serta mendukung aktivitas perkebunan dan perdagangan.
Program BBM satu harga membantu menekan biaya operasional masyarakat karena harga bahan bakar tidak dibebani selisih harga akibat jarak distribusi.
Kelancaran pasokan juga membantu warga tetap menjalankan kegiatan ekonomi meskipun kondisi geografis dan cuaca memengaruhi jalur transportasi.
Melalui pengiriman darat saat sungai surut, pengelola APMS/SPBU Kompak Long Pahangai berupaya memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia bagi masyarakat di wilayah 3T tersebut.
- Penulis :
- Gerry Eka




