HOME  ⁄  Ekonomi

BP Batam Perkuat Infrastruktur di 182 Titik, Bangun Sekolah di Rempang dan Buka Rute Penerbangan ke Malaysia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BP Batam Perkuat Infrastruktur di 182 Titik, Bangun Sekolah di Rempang dan Buka Rute Penerbangan ke Malaysia
Foto: (Sumber :Upacara peringatan Hari Bhakti BP Batam dipimpin oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad di Batam, Kepri, Senin (26/10/2026). (ANTARA/Angiela).)

Pantau - Badan Pengusahaan (BP) Batam memprioritaskan peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan masyarakat pada 2026 melalui pemeliharaan fasilitas dasar di 182 titik, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, serta perluasan penerbangan internasional melalui Bandara Hang Nadim.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan program tersebut diarahkan untuk meningkatkan konektivitas kawasan, memperkuat daya saing investasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Batam, Kepulauan Riau.

“Peringatan Hari Bakti BP Batam merupakan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan Batam, mengevaluasi capaian kinerja, serta memperkuat komitmen pengabdian dalam mewujudkan Batam yang semakin maju dan berdaya saing,” kata Amsakar di Batam, Senin (26/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Bakti BP Batam 2026 yang mengusung tema "Batam Maju Investasi Melaju".

BP Batam Tangani Infrastruktur di 182 Titik pada Sembilan Kecamatan

Amsakar menjelaskan bahwa BP Batam melalui Direktorat Pembangunan Infrastruktur mengelola berbagai paket pekerjaan yang mencakup 12 bidang sepanjang 2026.

Bidang tersebut meliputi air bersih, bandara, drainase, gedung, jalan, jembatan, kawasan, lanskap, pelabuhan, pertamanan, sanitasi dan air limbah, serta utilitas.

Selain membangun fasilitas baru, BP Batam juga melaksanakan pemeliharaan rutin untuk menjaga kualitas infrastruktur yang telah tersedia.

“Selain pembangunan infrastruktur baru, pemeliharaan rutin juga dilakukan di 182 titik yang tersebar di sembilan kecamatan. Pekerjaan tersebut mencakup perbaikan jalan, pengaspalan, normalisasi saluran, dan penanganan genangan,” katanya.

Pemeliharaan tersebut mencakup fasilitas yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat, terutama akses jalan dan sistem drainase.

BP Batam menempatkan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan masyarakat sekaligus mendukung kegiatan ekonomi kawasan.

Sekolah Terintegrasi Merah Putih Dibangun di Rempang

Di sektor pendidikan, BP Batam turut mendukung pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di kawasan Rempang.

Amsakar mengatakan tahapan awal pembangunan sekolah tersebut telah dilaksanakan pada September 2026.

"Kami sudah laksanakan peletakan tiang panjang perdana dilaksanakan pada 24 September 2026 di atas lahan seluas 18,5 hektare," ujar Amsakar.

Sekolah tersebut direncanakan menyediakan layanan pendidikan mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Fasilitas yang disiapkan meliputi sarana pembelajaran dan asrama untuk menunjang kegiatan pendidikan siswa.

BP Batam menyatakan sekolah tersebut akan memberikan perhatian kepada pelajar berprestasi dan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah ini diprioritaskan untuk anak-anak berprestasi dan keluarga tidak mampu, termasuk putra-putri masyarakat Rempang dan Galang,” katanya.

Pembangunan sekolah tersebut menjadi bagian dari program peningkatan layanan masyarakat yang dijalankan BP Batam di luar pembangunan infrastruktur transportasi dan kawasan industri.

Rute Batam-Penang Resmi Dibuka dengan Tiga Penerbangan Sepekan

Pada sektor transportasi udara, BP Batam memperluas konektivitas internasional melalui Bandara Internasional Hang Nadim.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembukaan penerbangan langsung antara Batam dan Penang, Malaysia.

“Salah satu upaya terbaru ialah pembukaan rute penerbangan Batam-Penang, Malaysia, pada 18 Oktober 2026 yang dilayani Batik Air Malaysia dengan frekuensi tiga kali sepekan,” katanya.

Amsakar menjelaskan bahwa pembukaan rute tersebut merupakan hasil kerja sama BP Batam dengan PT Bandara Internasional Batam.

Penerbangan tersebut diharapkan dapat memperluas akses transportasi antara Batam dan Malaysia.

Selain mendukung mobilitas masyarakat, rute baru tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan mempermudah perjalanan pelaku usaha.

BP Batam turut melihat pembukaan penerbangan internasional sebagai peluang memperluas kerja sama ekonomi dengan negara tetangga.

BP Batam Andalkan PNBP untuk Membiayai Pembangunan Kawasan

Amsakar juga menyampaikan bahwa BP Batam mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk mendukung berbagai program pembangunan kawasan.

Menurutnya, pembiayaan tersebut memungkinkan BP Batam menjalankan pembangunan tanpa tambahan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dari pemerintah pusat.

“Pencapaian tersebut menjadi sejarah prestasi karena BP Batam tahun ini mampu mengandalkan penerimaan negara bukan pajak untuk mendukung pembangunan kawasan tanpa tambahan APBN dari pemerintah pusat,” katanya.

Dana tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan strategis dan perluasan kawasan perdagangan bebas serta pelabuhan bebas.

BP Batam juga mengalokasikan dukungan pembiayaan untuk meningkatkan pelayanan perizinan dan pembangunan fasilitas penunjang investasi.

Infrastruktur yang menjadi perhatian mencakup pelabuhan, bandara, dan sistem penyediaan air minum.

Melalui pemanfaatan PNBP, BP Batam berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan kawasan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Hari Bakti BP Batam Jadi Momentum Evaluasi Pembangunan

Dalam peringatan Hari Bakti BP Batam 2026, Amsakar menegaskan pentingnya evaluasi terhadap capaian pembangunan dan pelayanan yang telah dilaksanakan.

Tema "Batam Maju Investasi Melaju" menjadi bagian dari komitmen lembaga tersebut untuk memperkuat pembangunan kawasan dan daya saing investasi.

BP Batam menyatakan peningkatan infrastruktur tidak hanya diarahkan untuk mendukung kegiatan usaha, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program pemeliharaan di 182 titik, pembangunan sekolah di Rempang, serta pengembangan konektivitas udara menjadi sejumlah kegiatan yang diprioritaskan sepanjang 2026.

Melalui berbagai program tersebut, BP Batam menargetkan peningkatan kualitas fasilitas publik, konektivitas transportasi, dan pelayanan kawasan untuk mendukung pembangunan Batam secara berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026