
Pantau - Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus memperkuat fasilitasi ekspor buah tropis Indonesia ke Tiongkok setelah nilai ekspor lima komoditas unggulan pada periode 2025–2026 diperkirakan mencapai Rp5,94 triliun, dengan durian dan manggis menjadi penyumbang terbesar.
Lima komoditas buah tropis yang menjadi perhatian dalam penguatan ekspor tersebut meliputi durian, manggis, salak, nanas, dan pisang.
Berdasarkan data sertifikasi Barantin, durian mencatat nilai ekspor terbesar ke Tiongkok, yakni Rp3,16 triliun, disusul manggis sebesar Rp2,63 triliun.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Barantin, Dian Seri Rezeki Kusumastuti, menegaskan bahwa besarnya potensi produksi buah tropis Indonesia harus diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha memenuhi persyaratan perdagangan internasional.
"Keberhasilan membuka pasar harus diikuti dengan kesiapan pelaku usaha, kemampuan melacak asal-usul produk atau ketertelusuran, serta konsistensi menjaga kualitas dan kesehatan produk," kata Dian dalam keterangannya yang dikutip pada Senin (26/10/2026).
Durian Dominasi Ekspor Buah Tropis Indonesia ke Tiongkok
Berdasarkan data sertifikasi Barantin sepanjang periode 2025–2026, durian menjadi komoditas buah tropis dengan nilai ekspor tertinggi ke pasar Tiongkok, mencapai Rp3,16 triliun.
Komoditas manggis menempati posisi kedua dengan nilai ekspor sebesar Rp2,63 triliun, menjadikannya salah satu penyumbang utama ekspor buah tropis nasional.
Sementara itu, nilai ekspor salak Indonesia ke Tiongkok tercatat mencapai Rp77,22 miliar sepanjang periode yang dilaporkan.
Untuk komoditas nanas, nilai ekspor tercatat sebesar Rp32,77 miliar, sedangkan ekspor pisang mencapai Rp32,59 miliar.
Secara keseluruhan, nilai ekspor kelima komoditas tersebut diperkirakan mencapai Rp5,94 triliun berdasarkan data sertifikasi yang dihimpun Barantin.
Durian dan manggis menjadi dua komoditas yang mendominasi nilai ekspor buah tropis Indonesia ke Tiongkok dibandingkan tiga komoditas lainnya.
Capaian tersebut menjadi salah satu dasar Barantin dalam memperkuat fasilitasi ekspor sekaligus mendorong peningkatan daya saing buah tropis Indonesia di pasar internasional.
Barantin Ingatkan Eksportir Wajib Penuhi Standar Kesehatan Tumbuhan
Dian menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor buah tropis tidak hanya ditentukan oleh besarnya produksi dalam negeri, tetapi juga kemampuan memenuhi persyaratan negara tujuan.
Salah satu persyaratan utama dalam perdagangan buah segar adalah ketentuan fitosanitari atau standar kesehatan tumbuhan yang diberlakukan negara pengimpor.
Ketentuan tersebut mencakup pengendalian organisme pengganggu tumbuhan yang berpotensi terbawa melalui komoditas pertanian yang diperdagangkan.
Selain itu, negara tujuan dapat menetapkan kewajiban perlakuan karantina tertentu sebelum buah segar diizinkan memasuki wilayahnya.
Persyaratan lainnya dapat meliputi standar pengemasan, sistem ketertelusuran asal-usul produk, serta kepemilikan sertifikasi sesuai ketentuan negara pengimpor.
Dian menekankan bahwa pelaku usaha perlu menjaga kualitas dan kesehatan produk secara konsisten agar komoditas yang diekspor memenuhi standar yang berlaku.
Ia juga mendorong para eksportir untuk berkonsultasi dengan Barantin sejak tahap awal perencanaan ekspor guna menghindari kendala pemenuhan persyaratan teknis.
Persiapan tersebut perlu dilakukan sejak proses produksi di kebun, penanganan hasil panen, pengemasan, hingga pengiriman komoditas ke negara tujuan.
Barantin Perkuat Diplomasi Karantina untuk Buka Pasar Ekspor Baru
Sebagai otoritas perlindungan tumbuhan nasional, Barantin terus menjalankan komunikasi dan diplomasi teknis dengan otoritas karantina negara-negara mitra dagang Indonesia.
Diplomasi tersebut dilakukan untuk membahas dan menyepakati berbagai persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam perdagangan komoditas pertanian antarnegara.
Selain memastikan kesesuaian standar kesehatan tumbuhan, komunikasi dengan negara mitra juga diarahkan untuk membuka akses pasar baru bagi produk pertanian Indonesia.
Barantin turut menyediakan layanan pemeriksaan karantina untuk memastikan komoditas yang akan diekspor memenuhi ketentuan kesehatan tumbuhan yang berlaku.
Layanan sertifikasi juga diberikan sebagai bagian dari pemenuhan dokumen dan persyaratan teknis yang ditetapkan negara tujuan ekspor.
Melalui layanan tersebut, Barantin berupaya menjaga kelancaran kegiatan ekspor sekaligus memperkuat kepercayaan negara mitra terhadap komoditas pertanian Indonesia.
UMKM dan Petani Didorong Manfaatkan Peluang Ekspor Buah Tropis
Selain memberikan layanan pemeriksaan dan sertifikasi, Barantin juga menyediakan pendampingan kepada pelaku usaha untuk meningkatkan kesiapan produk pertanian memasuki pasar internasional.
Pendampingan tersebut tidak hanya ditujukan kepada perusahaan pengekspor berskala besar, tetapi juga mencakup pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.
Melalui kegiatan tersebut, Barantin membantu pelaku usaha memahami persyaratan karantina, standar kualitas produk, dan ketentuan teknis perdagangan internasional.
Barantin juga berpartisipasi dalam berbagai pameran perdagangan internasional untuk memperkenalkan komoditas pertanian Indonesia kepada calon mitra dagang luar negeri.
Selain mengikuti pameran, Barantin menyelenggarakan forum bisnis yang mempertemukan pelaku ekspor, otoritas karantina, dan calon pembeli dari berbagai negara.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperluas jaringan perdagangan sekaligus membuka peluang kerja sama antara eksportir Indonesia dan mitra internasional.
Barantin Optimistis Buah Tropis Indonesia Tembus Pasar Dunia
Dian menegaskan bahwa penguatan ekspor buah tropis Indonesia membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, asosiasi, hingga perusahaan pengekspor.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar peningkatan produksi buah tropis dapat diikuti dengan pemenuhan standar kualitas, kesiapan sistem karantina, dan perluasan akses pasar internasional.
Barantin menilai kualitas produk yang terjaga, sistem karantina yang kredibel, serta diplomasi yang kuat dengan negara mitra menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan ekspor.
Penguatan ketiga aspek tersebut juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha mempertahankan akses pasar yang telah terbuka sekaligus menjangkau negara tujuan ekspor lainnya.
"Dengan produk yang berkualitas, sistem karantina yang kredibel, serta diplomasi yang kuat dengan negara mitra, kami sangat optimistis buah tropis segar Indonesia akan menjangkau pasar dunia yang lebih luas," pungkas Dian.
- Penulis :
- Leon Weldrick




