HOME  ⁄  Ekonomi

Danantara Targetkan 16 Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik Ditenderkan pada 2026, Konstruksi Dimulai 2027

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Danantara Targetkan 16 Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik Ditenderkan pada 2026, Konstruksi Dimulai 2027
Foto: Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyampaikan paparan mengenai perkembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin 26/10/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia menargetkan sebanyak 15 hingga 16 proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) memasuki proses tender hingga akhir 2026, dengan sejumlah proyek ditargetkan mulai memasuki tahap peletakan batu pertama pada kuartal I 2027.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyampaikan bahwa percepatan tender tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di berbagai wilayah Indonesia.

"Kami berharap hingga akhir tahun ini 15 hingga 16 proyek sudah ditenderkan, dan pada kuartal I tahun depan sudah memasuki tahap peletakan batu pertama," kata Pandu dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Danantara juga berencana membuka tender empat proyek PSEL tambahan di wilayah Jakarta dan Tangerang dalam waktu dua pekan setelah pernyataan tersebut disampaikan.

"Kami juga memiliki empat proyek lainnya di Jakarta dan Tangerang yang akan diumumkan dan dibuka untuk tender dalam dua pekan," ujar Pandu.

Danantara Siapkan Tender 16 Proyek PSEL hingga Akhir 2026

Pandu menjelaskan bahwa pengembangan proyek PSEL dilakukan secara bertahap, mulai dari pelaksanaan tender, penetapan mitra pengembang, penyelesaian persyaratan, hingga pembangunan fisik fasilitas.

Danantara menargetkan sebanyak 15 hingga 16 proyek telah memasuki proses tender sebelum berakhirnya tahun 2026.

Selain mempercepat tender, Danantara juga menargetkan delapan proyek PSEL lainnya dapat memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada kuartal I 2027.

Target tersebut mencakup periode Januari hingga Maret 2027 sebagai bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Sebelumnya, Danantara Investment Management (DIM) telah menyerahkan surat penetapan mitra terpilih bersyarat atau conditional letter of award (CLoA) kepada delapan mitra proyek PSEL tahap kedua pada 20 Juli 2026.

Delapan proyek tahap kedua tersebut mencakup delapan lokasi yang tersebar di 20 kabupaten dan kota.

Meski telah memperoleh penetapan sebagai mitra terpilih bersyarat, para pengembang masih harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum proyek dapat melanjutkan proses menuju pembangunan.

Salah satu persyaratan tersebut adalah penyelesaian studi kelayakan yang ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026.

Penyelesaian studi kelayakan menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan proyek sebelum memasuki pembangunan fisik fasilitas.

Proyek PSEL Bali Senilai Rp3 Triliun Capai Progres 20 Persen

Selain menyiapkan tender proyek baru, Danantara juga melaporkan perkembangan pembangunan tiga proyek PSEL tahap pertama yang berlokasi di Denpasar Raya, Bali, serta Kota Bekasi dan Bogor Raya di Jawa Barat.

Khusus proyek PSEL Denpasar Raya, Pandu menyampaikan bahwa kemajuan pembangunan telah mencapai sekitar 20 persen hingga Oktober 2026.

"Di Bali, progres pembangunannya sudah mencapai sekitar 20 persen," ujar Pandu.

Berdasarkan perkembangan proyek, pembangunan PSEL Denpasar Raya telah memasuki tahap pemancangan fondasi yang berlangsung pada September hingga Oktober 2026.

Pandu menyebut pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2027 atau awal 2028.

Berdasarkan data resmi Danantara, proyek PSEL Bali memiliki nilai investasi sekitar Rp3 triliun dengan kapasitas pengolahan sampah hingga 1.500 ton per hari.

Fasilitas tersebut dirancang untuk membantu penanganan sampah perkotaan sekaligus menghasilkan energi listrik dari proses pengolahan sampah.

Danantara menargetkan PSEL Bali mulai beroperasi pada semester I 2028 setelah seluruh tahapan pembangunan dan persiapan operasional selesai.

Selain pembangunan fisik, Pandu menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik atau power purchase agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero) ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan.

Perjanjian tersebut menjadi bagian dari pengembangan proyek untuk mengatur pemanfaatan energi listrik yang dihasilkan fasilitas PSEL.

PSEL Bogor Senilai Rp2,8 Triliun Ditargetkan Beroperasi pada 2028

Perkembangan pembangunan juga berlangsung pada proyek PSEL Bogor Raya 1 yang berlokasi di Desa Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Proyek tersebut mulai memasuki tahap konstruksi pada 17 September 2026 dan dilanjutkan dengan pekerjaan pemancangan fondasi pada Oktober 2026.

PSEL Bogor Raya 1 memiliki nilai investasi sekitar Rp2,8 triliun dengan kapasitas pengolahan sampah yang dirancang mencapai 1.500 ton per hari.

Fasilitas tersebut dikembangkan untuk mendukung pengelolaan sampah perkotaan melalui pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Selain mendukung penanganan sampah, pembangunan dan pengoperasian proyek tersebut diperkirakan dapat menciptakan hingga 1.200 lapangan kerja selama tahap konstruksi dan operasional.

Danantara menargetkan PSEL Bogor Raya 1 mulai beroperasi pada pertengahan 2028 setelah seluruh tahapan pembangunan dan persiapan fasilitas diselesaikan.

Sementara itu, proyek PSEL Kota Bekasi telah memasuki tahap pematangan lahan sebagai bagian dari persiapan pembangunan fasilitas.

Pekerjaan di lokasi tersebut juga mencakup pembangunan fasilitas pendukung serta pemancangan fondasi yang berlangsung pada Oktober 2026.

Ketiga proyek tahap pertama tersebut menjadi bagian dari pengembangan awal infrastruktur PSEL yang terus dipantau Danantara.

Danantara Gandeng 34 Institusi Keuangan untuk Pembiayaan PSEL

Dari sisi pendanaan, Danantara melalui DIM dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) sebelumnya telah menetapkan 34 institusi keuangan sebagai anggota panel calon pemberi pinjaman untuk program pengembangan PSEL.

Berdasarkan hasil penjajakan pembiayaan, minat pendanaan indikatif dari institusi keuangan mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang program tersebut.

Besarnya minat tersebut menunjukkan ketertarikan lembaga keuangan untuk berpartisipasi dalam pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Meski demikian, minat pembiayaan indikatif belum dapat diartikan sebagai pencairan pinjaman maupun komitmen pendanaan yang telah terealisasi.

Setiap proyek tetap harus menjalani evaluasi kelayakan, uji tuntas atau due diligence, serta memperoleh persetujuan kredit sebelum pembiayaan dapat direalisasikan.

Proses tersebut menjadi bagian dari tahapan pembiayaan yang harus dipenuhi pengembang sesuai ketentuan masing-masing lembaga keuangan.

Pemerintah Targetkan Sedikitnya 21 Fasilitas PSEL Terbangun hingga 2029

Sebelumnya, pada 21 Oktober 2026, Kementerian Koordinator Bidang Pangan menargetkan sedikitnya 21 fasilitas PSEL dapat terbangun hingga periode 2028 atau 2029.

Target tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional melalui pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Pengembangan proyek PSEL oleh Danantara juga menjadi bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Melalui regulasi tersebut, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi sebagai salah satu pendekatan dalam menangani persoalan sampah perkotaan.

Pandu menegaskan bahwa pengembangan PSEL tidak hanya diarahkan untuk mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi melalui pemanfaatan teknologi.

"Yang kami lakukan saat ini adalah menangani persoalan sampah di negara ini dan mengubahnya menjadi sebuah peluang," ucap Pandu.

Dengan target tender 15 hingga 16 proyek hingga akhir 2026, peletakan batu pertama delapan proyek pada kuartal I 2027, serta pembangunan tiga proyek tahap pertama yang terus berjalan, Danantara berupaya mempercepat pengembangan infrastruktur pengolahan sampah menjadi energi listrik di Indonesia.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026