
Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan edukasi literasi keuangan dan keterampilan digital kepada siswa Sekolah Rakyat Jakarta melalui program OJK Digiclass untuk meningkatkan kemampuan mengelola uang secara bijak sekaligus mencegah risiko penipuan keuangan digital.
Kegiatan tersebut bertujuan membekali generasi muda dengan pengetahuan pengelolaan keuangan, pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, serta kemampuan melindungi diri dari berbagai bentuk penipuan digital atau scam.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pemahaman keuangan sejak dini sangat penting agar generasi muda tidak terjerumus dalam penggunaan produk dan layanan keuangan tanpa mempertimbangkan risiko serta tanggung jawabnya.
Friderica menegaskan bahwa edukasi keuangan merupakan bagian dari upaya pelindungan konsumen dan masyarakat, terutama bagi pelajar yang kelak menjadi penerus bangsa.
“Ini adalah satu bentuk pelindungan kepada konsumen dan masyarakat melalui pemberian edukasi terutama kepada generasi muda. Karena generasi muda ini adalah yang akan menjadi penerus kita semua dalam berbagai fungsi dan juga apapun pilihan yang masa depan yang mereka ingin capai dan juga cita-citakan,” kata Friderica dalam acara OJK Digiclass di Jakarta, Selasa.
OJK Ajarkan Pengelolaan Uang dan Pencegahan Penipuan Digital
Melalui program OJK Digiclass, para siswa mendapatkan pembekalan mengenai cara mengelola uang secara bijak sebagai persiapan menghadapi kebutuhan finansial ketika memasuki usia dewasa.
Edukasi tersebut mencakup pentingnya membangun kebiasaan keuangan yang sehat, memahami penggunaan produk keuangan, serta mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan finansial.
Selain pengelolaan uang, OJK memberikan pemahaman mengenai penggunaan internet secara aman untuk menghindari berbagai modus penipuan yang semakin berkembang melalui layanan digital.
Para siswa juga diingatkan mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi agar tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan keuangan.
Pemahaman mengenai keamanan digital diharapkan membantu pelajar mengenali potensi ancaman di internet sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat penyalahgunaan informasi pribadi.
Friderica menjelaskan bahwa OJK tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan finansial, tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan digital yang dapat dimanfaatkan secara produktif.
Salah satu bentuknya adalah mengajak siswa menggunakan media sosial untuk menghasilkan konten positif, bermanfaat, dan edukatif yang berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi.
Menurut Friderica, perpaduan antara pemahaman keuangan dan kemampuan memanfaatkan teknologi dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mempersiapkan masa depan.
“Dua hal itu kalau dikombinasikan akan menjadi suatu knowledge, pengetahuan dan keterampilan yang sangat dahsyat, untuk kalian nanti bisa bikin konten yang bagus, untuk mengedukasi, paling tidak mengedukasi diri sendiri pentingnya memahami keuangan sejak dini menyiapkan masa depannya,” kata Friderica.
OJK Digiclass Bekali Siswa dengan Enam Keterampilan Utama
Dalam pelaksanaannya, OJK Digiclass bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Komisi Informasi Pusat untuk memberikan pembekalan keterampilan kepada siswa Sekolah Rakyat.
Program tersebut dirancang untuk mengembangkan enam keterampilan utama yang dinilai penting dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan kehidupan pada masa mendatang.
Keterampilan pertama adalah literasi finansial yang mencakup pemahaman mengenai pengelolaan uang, pengambilan keputusan keuangan, serta penggunaan layanan keuangan secara bertanggung jawab.
Keterampilan kedua berupa pengembangan kreativitas berbasis digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) untuk mendukung kemampuan siswa memanfaatkan teknologi secara produktif.
Keterampilan ketiga adalah peningkatan keterampilan hidup (life skill) yang membantu siswa menghadapi berbagai persoalan dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, siswa dibekali kecakapan digital agar mampu menggunakan teknologi dan internet secara aman, efektif, serta bertanggung jawab.
Keterampilan kelima berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis sehingga siswa dapat menilai informasi, mengenali risiko, dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang tepat.
Adapun keterampilan keenam adalah penguatan kepemimpinan agar siswa mampu menjadi agen perubahan yang memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.
Literasi Keuangan Didorong Sejak Usia Sekolah
Penguatan literasi keuangan dan digital melalui OJK Digiclass diharapkan dapat membantu siswa Sekolah Rakyat membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia sekolah.
Pemahaman tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko penggunaan layanan keuangan digital, termasuk penipuan dan penyalahgunaan data pribadi.
Melalui pembekalan pengetahuan keuangan, kreativitas, kecakapan teknologi, dan kemampuan berpikir kritis, siswa diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan digital untuk kegiatan yang bermanfaat.
Program OJK Digiclass sekaligus menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda agar memiliki kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak, mencapai kemandirian finansial, dan meningkatkan kesejahteraan pada masa mendatang.
- Penulis :
- Leon Weldrick




