
Pantau - PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) memperkuat hilirisasi keanekaragaman hayati Indonesia menjadi bahan baku dan produk obat berbasis alam melalui pengembangan teknologi, riset ilmiah, serta kerja sama dengan perguruan tinggi dan industri.
Direktur Utama Indofarma Sahat Sihombing mengatakan kekayaan tanaman obat Indonesia memiliki potensi ekonomi yang perlu dikembangkan melalui penelitian berkelanjutan hingga menghasilkan produk yang dapat dipasarkan.
“Indonesia dianugerahi kekayaan biodiversitas yang luar biasa, termasuk berbagai tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku obat berbasis alam. Potensi ini perlu kita eksplorasi melalui riset ilmiah, inovasi teknologi dan kolaborasi erat antara perguruan tinggi, institusi penelitian dan industri,” ujar Sahat dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, tantangan utama hilirisasi bukan sekadar menemukan bahan alam yang berpotensi menjadi obat, tetapi juga memastikan hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi produk yang aman, bermutu, berkhasiat, dan memenuhi ketentuan regulasi.
Indofarma Siapkan Fasilitas Produksi Obat Berbasis Alam
Sahat menjelaskan bahwa Indofarma memiliki kapasitas ekstraksi bahan alam serta fasilitas produksi obat tradisional yang telah memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).
Fasilitas tersebut menjadi modal perusahaan untuk mengolah bahan alam mulai dari tahap ekstraksi hingga pengembangan produk jadi.
Produk yang dapat dikembangkan meliputi jamu, Obat Herbal Terstandar, dan fitofarmaka sesuai persyaratan penelitian, pengembangan, serta registrasi yang berlaku.
“Kesiapan fasilitas industri ini diharapkan dapat menjembatani hasil penelitian dengan proses pengembangan produk yang memenuhi standar mutu dan ketentuan regulasi,” ujar Sahat.
Indofarma berharap pemanfaatan fasilitas produksi dapat mempercepat proses pengembangan hasil penelitian tanaman obat menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Indofarma Gandeng Danantara dan ITB untuk Hilirisasi Riset
Sebagai bagian dari penguatan hilirisasi, Indofarma telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Danantara Development Management Fund, Institut Teknologi Bandung (ITB), serta PT EBM Saintifik dan Teknologi.
Kesepakatan tersebut mencakup penjajakan kerja sama pengembangan hasil riset tanaman obat yang memiliki potensi nilai ekonomi tinggi.
Melalui kerja sama itu, para pihak akan menjajaki pengembangan hasil penelitian, mengevaluasi teknologi pengolahan, serta mengidentifikasi peluang pendanaan dan investasi.
Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang pengembangan produk berbasis alam hingga tahap komersialisasi sesuai kewenangan dan kapasitas masing-masing pihak.
Sahat berharap sinergi antara industri, lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan mitra pendanaan dapat memperkuat pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia di sektor farmasi.
Ia juga mengajak para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengembangkan potensi obat bahan alam Indonesia sebagai bagian dari kemajuan industri kesehatan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




