HOME  ⁄  Ekonomi

Danantara Bidik Investasi hingga Rp542 Triliun, Siapkan Lebih dari 40 Proyek Strategis di Enam Klaster Industri

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Danantara Bidik Investasi hingga Rp542 Triliun, Siapkan Lebih dari 40 Proyek Strategis di Enam Klaster Industri
Foto: Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menargetkan investasi sebesar 20 miliar hingga 30 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp361,4 triliun hingga Rp542,1 triliun dalam dua hingga tiga tahun ke depan untuk mengembangkan berbagai proyek industri strategis nasional.

Danantara menegaskan bahwa pengelolaan investasi tersebut mengutamakan keseimbangan antara imbal hasil komersial dan dampak strategis terhadap pembangunan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir mengatakan setiap keputusan investasi harus mempertimbangkan potensi keuntungan finansial sekaligus kontribusinya terhadap pengembangan sektor-sektor strategis nasional.

Menurut Pandu, investasi yang dijalankan Danantara tidak hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan komersial, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya penerapan pengelolaan risiko secara berlapis dan disiplin keuangan agar proyek investasi tetap memiliki kelayakan finansial serta mampu mendukung agenda pembangunan nasional.

"Setiap investasi perlu mempertimbangkan imbal hasil komersial dan dampak strategisnya, dengan tetap menerapkan pengelolaan risiko dan disiplin keuangan. Kami ingin memastikan investasi yang dijalankan dapat menciptakan nilai jangka panjang sekaligus mendukung pengembangan sektor-sektor strategis Indonesia," ujar Pandu.

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik Senilai Rp1,5 Miliar Dolar AS

Salah satu proyek strategis yang dipaparkan Pandu adalah pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste-to-energy dengan nilai investasi sekitar 1,5 miliar dolar AS.

Proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur berkelanjutan yang mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan pemanfaatannya sebagai sumber energi listrik.

Melalui pengembangan proyek tersebut, Danantara berupaya mendukung penyediaan infrastruktur energi sekaligus memperkuat pengelolaan sampah.

Pandu mengungkapkan bahwa penerbitan obligasi untuk proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik mendapatkan respons tinggi dari kalangan investor.

Permintaan terhadap obligasi tersebut tercatat hampir mencapai empat kali lipat dari nilai yang ditawarkan atau mengalami kondisi kelebihan permintaan (oversubscribed).

Dari keseluruhan permintaan obligasi, sekitar 75 persen berasal dari investor Amerika Serikat dan Eropa.

Menurut Pandu, tingginya minat investor internasional tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap proyek yang dikembangkan Danantara serta prospek pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Danantara Siapkan Lebih dari 40 Proyek Industri Strategis

Selain proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik, Danantara juga menyiapkan berbagai investasi untuk memperkuat kapasitas industri nasional.

Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan lebih dari 40 proyek strategis dalam kerangka pengembangan industri untuk periode lima tahun mendatang.

Proyek-proyek tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan berbagai sektor industri yang dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia.

Sigit menyampaikan bahwa sejumlah proyek dalam portofolio Danantara saat ini masih menjalani proses studi kelayakan atau feasibility study (FS).

Tahapan tersebut dilakukan untuk menilai berbagai aspek sebelum proyek memasuki proses pengembangan lebih lanjut, termasuk pertimbangan teknis, ekonomi, dan kelayakan pelaksanaan.

Proyek yang telah melalui studi kelayakan dapat dilanjutkan ke tahapan perancangan teknik awal atau front-end engineering design (FEED) sesuai dengan kebutuhan masing-masing proyek.

Melalui proses tersebut, Danantara berupaya memastikan pengembangan proyek investasi dilakukan berdasarkan perencanaan yang matang dan pertimbangan kelayakan yang terukur.

Enam Klaster Industri Jadi Fokus Investasi Danantara

Sigit menjelaskan bahwa portofolio investasi strategis Danantara mencakup lima klaster industri utama serta satu klaster tambahan yang meliputi berbagai bidang industri lainnya.

Klaster pertama adalah sektor energi yang menjadi salah satu fokus pengembangan proyek strategis untuk mendukung kebutuhan dan kapasitas industri nasional.

Klaster kedua mencakup sektor pangan dan teknologi kesehatan yang diarahkan untuk memperkuat kemampuan industri dalam negeri di kedua bidang tersebut.

Klaster ketiga meliputi infrastruktur, mobilitas, dan telekomunikasi sebagai sektor pendukung aktivitas ekonomi serta pengembangan konektivitas nasional.

Klaster keempat mencakup sektor pertahanan, maritim, dan dirgantara yang masuk dalam kelompok industri strategis Danantara.

Klaster kelima adalah material maju yang menjadi salah satu bidang pengembangan industri untuk meningkatkan kemampuan produksi dan nilai tambah ekonomi.

Sementara itu, klaster keenam mencakup berbagai sektor lainnya, termasuk industri elektronika, permesinan, teknologi finansial, dan semikonduktor.

Pengembangan enam klaster industri tersebut menjadi bagian dari strategi Danantara untuk memperluas investasi pada sektor-sektor yang berpotensi memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional.

Danantara Utamakan Keuntungan Investasi dan Pengelolaan Risiko

Pandu menegaskan bahwa pengembangan berbagai proyek strategis harus tetap memperhatikan prinsip pengelolaan risiko dan disiplin keuangan.

Menurutnya, setiap investasi perlu memiliki prospek keuntungan komersial yang memadai sekaligus memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Pendekatan tersebut diterapkan agar investasi yang dijalankan tidak hanya menghasilkan keuntungan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Danantara juga menempatkan penguatan sektor-sektor strategis sebagai salah satu pertimbangan utama dalam menentukan arah pengembangan portofolio investasinya.

Dengan target investasi hingga 30 miliar dolar AS dan lebih dari 40 proyek strategis yang disiapkan, Danantara berupaya memperkuat kapasitas industri Indonesia melalui pengembangan proyek yang memiliki kelayakan finansial dan dampak ekonomi jangka panjang.

Strategi tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara imbal hasil komersial, pengelolaan risiko, disiplin keuangan, dan kontribusi investasi terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026