HOME  ⁄  Ekonomi

Perumnas dan BTN Luncurkan Program NabungDP untuk Permudah Anak Muda Miliki Rumah, Pekerja Informal Bisa Ikut

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Perumnas dan BTN Luncurkan Program NabungDP untuk Permudah Anak Muda Miliki Rumah, Pekerja Informal Bisa Ikut
Foto: (Sumber :Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meluncurkan Program NabungDP di Jakarta. ANTARA/Aji Cakti.)

Pantau - Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meluncurkan Program NabungDP untuk membantu masyarakat, terutama generasi muda dan pekerja sektor informal, mempersiapkan uang muka pembelian rumah melalui tabungan rutin.

Program tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat mengumpulkan uang muka atau down payment (DP) sekaligus membangun riwayat menabung yang dapat menjadi pertimbangan bank dalam proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan program ini merupakan kolaborasi pertama Perumnas dan BTN dalam menyediakan fasilitas tabungan khusus untuk persiapan uang muka rumah.

"Ini sebenarnya yang pertama spesial. Jadi ini yang pertama kali kita adakan tabungan DP dengan Perumnas dan BTN. Sebetulnya maksudnya ini adalah untuk membiasakan masyarakat untuk mulai memiliki rumah dengan cara mudah," ujar Imelda dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Melalui program tersebut, calon pembeli dapat mulai menabung secara bertahap sambil menunggu pembangunan hunian yang akan dibeli selesai.

Program NabungDP Bantu Masyarakat Kumpulkan Uang Muka Rumah

Imelda menjelaskan bahwa salah satu kendala masyarakat dalam memiliki rumah adalah kesulitan mengumpulkan uang muka pembelian.

Selain uang muka, besarnya cicilan bulanan dan proses persetujuan kredit oleh bank juga menjadi tantangan bagi calon pembeli rumah.

Program NabungDP diperkenalkan sebagai salah satu upaya untuk membantu masyarakat mempersiapkan kemampuan finansial sebelum mengajukan KPR.

Melalui skema tersebut, masyarakat dapat menyisihkan penghasilan setiap bulan ke rekening tabungan atas nama pribadi.

Kebiasaan menabung secara rutin diharapkan dapat membentuk kedisiplinan finansial calon pembeli rumah.

Bank juga dapat melihat konsistensi nasabah dalam menyetorkan dana tabungan selama periode tertentu.

Riwayat tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan ketika calon pembeli mengajukan pembiayaan rumah.

"Nanti bank juga melihat mereka, di mana selama berapa bulan mereka tertib membayar tabungan DP, seperti halnya cicilan. Nanti pada saat nanti dia disetujui oleh bank, di masa tertentu itu mereka sudah terlihat, maka ini lebih gampang disetujui oleh bank untuk KPR-nya. Dan uang yang mereka tabung itu atas nama pribadi, sehingga aman. Nanti bisa dipakai untuk mengurangi cicilan mereka," katanya.

Imelda menegaskan bahwa dana yang disetorkan melalui Program NabungDP tetap tercatat atas nama pribadi nasabah.

Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk membantu pembiayaan pembelian rumah setelah proses pengajuan KPR mendapatkan persetujuan.

Pekerja Informal Tanpa Slip Gaji Bisa Manfaatkan Program NabungDP

Program NabungDP juga ditujukan untuk membantu masyarakat yang bekerja di sektor informal dan tidak memiliki slip gaji.

Kelompok pekerja tersebut kerap menghadapi tantangan ketika mengajukan pembiayaan rumah karena tidak mempunyai dokumen penghasilan tetap seperti pekerja formal.

Melalui tabungan rutin, pekerja informal dapat menunjukkan kemampuan menyisihkan pendapatan setiap bulan kepada pihak bank.

Imelda menjelaskan bahwa bank umumnya memperhatikan riwayat transaksi dan konsistensi menabung calon nasabah selama periode tertentu.

Menurutnya, riwayat menabung selama minimal enam bulan dapat menjadi salah satu indikator kedisiplinan keuangan.

Konsistensi menabung hingga satu tahun juga dapat memperlihatkan kemampuan calon pembeli dalam mempersiapkan pembayaran rumah.

"Dengan adanya Program NabungDP ini, itu mereka (pekerja informal) dilihat oleh bank. Mereka membuka rekening di bank dan kemudian bank akan melihat setiap bulannya bahwa pekerja itu disiplin membayar atau menabung misalnya, biasanya bank melihatnya minimal 6 bulan. Kalau dalam setahun pekerja informal tersebut bisa terus menabung DP setiap bulannya maka itu menunjukkan bahwa ada konsistensi sehingga bank akan jauh lebih cepat menyetujuinya ketika pekerja tersebut mengajukan (KPR)," katanya.

Meski demikian, pengajuan KPR tetap melalui proses penilaian dan persetujuan pihak bank.

Tabungan DP Bisa Digunakan untuk Pembelian Rumah Berikutnya

Selain menyasar masyarakat yang belum memiliki rumah, Program NabungDP juga dapat dimanfaatkan oleh pekerja muda yang sudah mempunyai hunian.

Kelompok tersebut dapat menggunakan program tabungan untuk mempersiapkan uang muka pembelian rumah berikutnya.

Dengan demikian, fasilitas NabungDP tidak hanya ditujukan kepada calon pembeli rumah pertama.

Program tersebut dapat digunakan masyarakat yang ingin merencanakan pembelian properti melalui pengumpulan dana secara bertahap.

Perumnas berharap kebiasaan menabung sejak awal dapat membantu masyarakat merencanakan kepemilikan rumah dengan lebih terukur.

Cara Mengikuti Program NabungDP Perumnas dan BTN

Masyarakat yang berminat mengikuti Program NabungDP dapat mulai membuka rekening tabungan di BTN melalui kerja sama dengan Perumnas.

Setelah memiliki rekening, calon pembeli dapat menyetorkan dana secara rutin untuk mengumpulkan uang muka rumah.

Riwayat setoran tersebut akan menjadi bagian dari informasi keuangan yang dapat diperhatikan bank ketika nasabah mengajukan KPR.

Apabila jumlah tabungan telah memenuhi kebutuhan uang muka dan pengajuan kredit disetujui, calon pembeli dapat melanjutkan proses akad kredit untuk membeli rumah Perumnas.

"Jadi suatu cara sebenarnya supaya masyarakat mulai bergerak. Langsung aja tabung di bank BTN, bekerja sama dengan Perumnas, nanti begitu tabungan uang mukanya sudah tercapai, mereka langsung bisa akad kredit dan beli rumah Perumnas," kata Imelda.

Melalui kolaborasi tersebut, Perumnas dan BTN berupaya memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mempersiapkan pembelian rumah tanpa harus mengumpulkan seluruh uang muka sekaligus.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026