
Pantau - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mendorong generasi muda untuk memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan perumahan yang disediakan pemerintah, termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan pilihan tenor hingga 40 tahun.
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma, mengatakan pemerintah memberikan sejumlah kemudahan agar masyarakat, khususnya pekerja muda yang baru memulai karier, dapat memiliki rumah dengan cicilan lebih terjangkau.
"Intinya pesan dari kami BP Tapera, ini merupakan kesempatan emas untuk para pemuda-pemudi segera memiliki rumah dengan seluruh keringanan yang sudah diberikan oleh pemerintah," ujar Sid dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Menurut Sid, sektor perumahan menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pemerintah menyediakan sejumlah fasilitas, mulai dari peningkatan kuota KPR subsidi, bantuan uang muka, keringanan pajak, hingga pilihan jangka waktu pembiayaan yang lebih panjang.
Pemerintah Sediakan KPR Subsidi dengan Tenor hingga 40 Tahun
Sid menjelaskan bahwa salah satu kemudahan yang disediakan pemerintah adalah pilihan tenor KPR subsidi hingga 40 tahun.
Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu pekerja muda yang baru memasuki dunia kerja dan masih memiliki penghasilan pada tingkat awal karier.
Dengan pilihan jangka waktu pembiayaan yang lebih panjang, calon pembeli rumah memiliki alternatif untuk memperoleh cicilan bulanan yang lebih ringan.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan generasi muda untuk mengakses pembiayaan perumahan.
"Intinya apa? Ingin memberikan kesempatan bagi masyarakat umum, khususnya bagi para pemuda-pemudi untuk dapat segera memiliki rumah di awal karirnya," kata Sid.
Selain pilihan tenor panjang, pemerintah juga menyediakan skema KPR subsidi dengan suku bunga tetap hingga masa pembiayaan berakhir.
Skema tersebut memberikan kepastian mengenai besaran bunga yang dikenakan kepada penerima fasilitas KPR subsidi.
Kuota KPR Subsidi Ditingkatkan untuk Perluas Akses Rumah
BP Tapera menyampaikan bahwa pemerintah juga meningkatkan ketersediaan kuota KPR subsidi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Sid, kuota pembiayaan rumah subsidi sebelumnya masih terbatas sehingga tidak semua masyarakat dapat segera memperoleh fasilitas tersebut.
Pada masa pemerintahan Presiden Prabowo, pemerintah disebut menyediakan kuota yang lebih besar untuk mendukung program kepemilikan rumah.
Peningkatan kuota tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian.
Sid menilai perhatian pemerintah terhadap sektor perumahan tercermin dari berbagai program dan insentif yang telah disiapkan.
Fasilitas tersebut ditujukan untuk mengurangi hambatan biaya yang dihadapi masyarakat ketika membeli rumah.
Bantuan Uang Muka hingga Keringanan Pajak Jadi Fasilitas Tambahan
Selain pembiayaan melalui KPR subsidi, pemerintah menyediakan sejumlah bantuan dan insentif terkait pembelian rumah.
Salah satu fasilitas yang disebut BP Tapera adalah bantuan uang muka bagi masyarakat yang menggunakan KPR subsidi.
Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan kebutuhan dana awal ketika calon pembeli mengajukan pembiayaan rumah.
Pemerintah juga menyediakan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sesuai ketentuan program yang berlaku.
Fasilitas lainnya mencakup pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta premi asuransi yang ditanggung pihak perbankan dalam skema terkait.
Berbagai keringanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi beban biaya kepemilikan rumah.
Namun, pemanfaatan masing-masing fasilitas tetap mengikuti persyaratan dan ketentuan program yang berlaku.
Perumnas Ajak Generasi Muda Berani Hidup Mandiri
Pelaksana Tugas Direktur Utama Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas), Imelda Alini Pohan, turut mendorong generasi muda untuk mulai merencanakan kepemilikan rumah.
Menurut Imelda, memiliki hunian sendiri merupakan salah satu bentuk kemandirian yang dapat dipersiapkan sejak usia produktif.
Ia menilai generasi muda perlu memiliki keberanian untuk mengambil keputusan dalam menghadapi perubahan dan merencanakan masa depan.
"Saya bilang pemuda itu harus mandiri. Kita harus berani, berani menghadapi perubahan-perubahan, harus berani mengambil sikap. Salah satunya adalah mereka harus berani hidup mandiri. Hidup mandiri simbolnya apa? Pertama adalah mereka punya rumah. Jadi jangan tunggu lagi, ambil keberanian untuk memiliki rumah," katanya.
Imelda menyampaikan bahwa berbagai fasilitas pembiayaan yang tersedia saat ini dapat menjadi pertimbangan bagi generasi muda yang ingin membeli rumah.
BP Tapera dan Perumnas berharap dukungan pembiayaan serta insentif pemerintah dapat membantu masyarakat, khususnya pekerja muda, mengakses hunian sesuai kemampuan finansial mereka.
- Penulis :
- Aditya Yohan




