HOME  ⁄  Ekonomi

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional lewat Diversifikasi Pasokan Minyak dan Optimalisasi Infrastruktur BBM

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional lewat Diversifikasi Pasokan Minyak dan Optimalisasi Infrastruktur BBM
Foto: (Sumber :Pengendara mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (19/10/2026). Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah penyaluran BBM sebesar 15 persen dari rata-rata penyaluran normal di sejumlah SPBU di Palu guna mengurai antrean dan memudahkan masyarakat mendapatkan BBM. ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan/YU.)

Pantau - PT Pertamina Patra Niaga memperkuat ketahanan energi nasional melalui diversifikasi pengadaan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM), kerja sama dengan mitra internasional, serta optimalisasi infrastruktur distribusi untuk menjaga ketersediaan energi di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dinamika pasar energi global sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami terus melakukan berbagai langkah penguatan, baik dari sisi pasokan maupun operasional, untuk mengantisipasi berbagai tantangan dan menjaga keberlangsungan layanan energi kepada masyarakat,” ujar Mars Ega dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi dari Denpasar, Bali, Kamis (29/10/2026).

Pertamina Diversifikasi Pasokan Minyak dan BBM

Mars Ega menjelaskan bahwa diversifikasi pengadaan minyak mentah dan produk BBM menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperkuat ketahanan pasokan energi.

Pertamina Patra Niaga juga menjalin kerja sama strategis dengan mitra internasional guna menjaga kesinambungan pasokan.

Kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan fleksibilitas perusahaan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar energi global.

Selain memastikan pasokan, Pertamina memperkuat kesiapan operasional untuk mengantisipasi berbagai tantangan dalam penyediaan energi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keberlangsungan distribusi BBM kepada masyarakat.

Infrastruktur Distribusi Energi Diperkuat di Seluruh Indonesia

Untuk mendukung distribusi energi nasional, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan jaringan infrastruktur penyimpanan dan penyaluran BBM, LPG, serta bahan bakar penerbangan.

Infrastruktur tersebut mencakup 125 terminal BBM dan terminal terpadu atau Fuel Terminal (FT) dan Integrated Terminal (IT).

Perusahaan juga mengoperasikan 72 terminal bahan bakar penerbangan atau Aviation Fuel Terminal (AFT).

Selain itu, terdapat 40 terminal LPG, delapan fasilitas penyimpanan BBM terapung atau Floating Storage Fuel, serta tiga fasilitas penyimpanan LPG terapung atau Floating Storage LPG.

Jaringan infrastruktur tersebut mendukung penyaluran energi ke berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah dengan kondisi geografis dan akses transportasi yang menantang.

Pertamina Patra Niaga juga meningkatkan koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan proses distribusi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pertamina Tekankan Ketersediaan dan Keterjangkauan Energi

Mars Ega menegaskan bahwa komitmen perusahaan tidak hanya berfokus pada ketersediaan pasokan energi.

Menurutnya, masyarakat juga harus dapat mengakses dan memperoleh energi dengan harga terjangkau sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bagi kami, Availability, Accessibility, Acceptability, Affordability, dan Sustainability merupakan prinsip utama dalam penyediaan layanan energi,” kata Mars Ega.

Kelima prinsip tersebut mencakup ketersediaan, aksesibilitas, penerimaan, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan dalam pelayanan energi.

Pertamina Patra Niaga berupaya menerapkan prinsip tersebut melalui penguatan pasokan, kesiapan operasional, dan peningkatan kualitas pelayanan.

Kesiapan Operasional Ditingkatkan untuk Jaga Distribusi BBM

Selain mengoptimalkan infrastruktur, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pelayanan di lapangan untuk menjaga keandalan distribusi energi.

Perusahaan juga meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak agar penyaluran BBM dan energi lainnya dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Mars Ega mengatakan langkah antisipatif akan terus dilakukan untuk menjaga kelancaran layanan energi di tengah berbagai tantangan.

“Kami akan terus melakukan langkah-langkah antisipatif agar layanan energi kepada masyarakat tetap terjaga dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Mars Ega.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026