HOME  ⁄  Ekonomi

BPS DKI Jakarta Catat 1,43 Juta Usaha dalam Sensus Ekonomi 2026, Lampaui Target Pendataan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BPS DKI Jakarta Catat 1,43 Juta Usaha dalam Sensus Ekonomi 2026, Lampaui Target Pendataan
Foto: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Kadarmanto dalam acara “Award Hari Statistik Nasional (HSN) 2026” di Jakarta, Kamis 29/10/2026 (sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 1.431.051 usaha telah terdata dalam Sensus Ekonomi 2026, melampaui target awal sekitar 1,2 juta usaha, sementara pelaksanaan sensus kini memasuki pekan terakhir tahap kunjungan ulang atau revisit yang dijadwalkan berakhir pada 31 Oktober 2026.

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menyampaikan perkembangan tersebut dalam acara Award Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

“Sensus Ekonomi 2026, masih dalam agenda kegiatan revisit sampai dengan 31 Oktober, yang Insya Allah kami sudah memasuki di minggu-minggu terakhir dalam pelaksanaan revisit,” kata Kadarmanto.

Tahap revisit merupakan kegiatan kunjungan ulang yang dilakukan setelah proses pendataan utama selesai sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta Lampaui Target Awal

Kadarmanto mengungkapkan bahwa jumlah usaha yang berhasil didata dalam Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta mengalami peningkatan signifikan dibandingkan capaian pada Agustus lalu.

Pada Agustus 2026, jumlah usaha yang tercatat masih berada di kisaran 800 ribu, sebelum meningkat menjadi lebih dari 1,4 juta usaha menjelang akhir Oktober.

"DKI ditargetkan 1,2 jutaan usaha. Tadinya di Agustus masih sekitar 800 ribuan, sekarang sudah 1,4 juta (108,84 persen)," ujar Kadarmanto.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta telah melampaui target yang sebelumnya ditetapkan BPS DKI Jakarta.

Kadarmanto menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali bukan sekadar kegiatan pengumpulan data mengenai kondisi dunia usaha dan perekonomian daerah.

Menurutnya, sensus tersebut juga memiliki peran penting dalam menyediakan fondasi informasi untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia pada masa mendatang.

Bagi DKI Jakarta, penyelesaian Sensus Ekonomi 2026 memiliki nilai strategis mengingat provinsi tersebut memberikan kontribusi sebesar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.

Dengan kontribusi tersebut, hasil sensus diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai struktur dan kondisi perekonomian Jakarta sekaligus menjadi bagian penting dalam memotret perkembangan ekonomi nasional.

Data yang dihimpun melalui sensus juga diharapkan menjadi sumber informasi bagi berbagai pihak dalam memahami kondisi dunia usaha dan mendukung penyusunan kebijakan pembangunan.

BPS DKI Jakarta Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat

Kadarmanto menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tidak dapat dicapai oleh BPS DKI Jakarta tanpa dukungan berbagai pihak.

Ia menilai kolaborasi antara BPS, mitra kerja, dunia usaha, media, masyarakat, dan responden menjadi faktor penting dalam menghasilkan data statistik yang berkualitas.

“Keberhasilan Survei Ekonomi sangat tergantung pada sinergi dengan seluruh mitra serta partisipasi masyarakat,” kata Kadarmanto.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk mendukung kelancaran kegiatan sensus dan survei yang dilaksanakan BPS, termasuk dalam memastikan tersedianya informasi statistik yang bermanfaat bagi pembangunan.

Kadarmanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra eksternal dan internal yang telah berkolaborasi serta memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan statistik di Jakarta.

Apresiasi tersebut turut ditujukan kepada pelaku dunia usaha, media, masyarakat, dan seluruh responden yang telah berpartisipasi dalam proses pendataan Sensus Ekonomi 2026.

“Terima kasih kepada dunia usaha, media, dan masyarakat serta seluruh responden yang telah berpartisipasi dan memberikan kepercayaan kepada BPS,” tutur Kadarmanto.

Ia menekankan bahwa dukungan dan kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan statistik yang berkualitas, bermakna, serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan.

Dengan capaian pendataan yang telah melampaui target dan tahap kunjungan ulang yang segera berakhir, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat menjadi sumber informasi penting mengenai struktur perekonomian Jakarta.

Informasi tersebut juga diharapkan mendukung penyediaan data statistik yang dapat dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan daerah maupun nasional.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026