HOME  ⁄  Ekonomi

OPML dan Pemprov Bengkulu Kembangkan Energi Surya di Pulau Enggano untuk Pengolahan Pisang dan Ikan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

OPML dan Pemprov Bengkulu Kembangkan Energi Surya di Pulau Enggano untuk Pengolahan Pisang dan Ikan
Foto: Kegiatan koordinasi dan forum para pihak penguatan sinergi perencanaan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim di Bengkulu, Kamis 29/10/2026 (sumber: ANTARA/Boyke Ledy Watra)

Pantau - Oxford Policy Management Limited (OPML) bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu mengembangkan proyek energi surya di Pulau Enggano melalui program Enggano Solar Nexus untuk mendukung hilirisasi produk pertanian dan perikanan dengan memanfaatkan energi terbarukan.

Proyek percontohan pembangunan rendah karbon tersebut dirancang untuk menyediakan pasokan listrik bagi fasilitas pengolahan pisang menjadi tepung pisang serta penyimpanan hasil tangkapan ikan nelayan menggunakan panel surya tanpa bergantung pada jaringan listrik PLN.

Koordinator Provinsi Bengkulu dari OPML, Irvan Afandi, mengatakan pengembangan Enggano Solar Nexus bertujuan mengintegrasikan pemanfaatan energi bersih dengan kegiatan ekonomi masyarakat di salah satu pulau terluar Provinsi Bengkulu tersebut.

"Di sana banyak pisang, dibangun pengolahan pisang menjadi tepung pisang, ada freezer modular untuk ikan-ikan yang ditangkap, tetapi seluruh pasokan listriknya tidak lagi menggunakan PLN, melainkan menggunakan panel surya," kata Irvan Afandi di Bengkulu, Kamis.

Pemanfaatan energi surya dalam proyek tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah sekaligus mengurangi biaya energi dalam kegiatan produksi.

Energi Surya Dukung Pengolahan Pisang Menjadi Tepung di Pulau Enggano

Salah satu fokus utama proyek Enggano Solar Nexus adalah pembangunan fasilitas pengolahan pisang menjadi tepung pisang dengan memanfaatkan potensi hasil pertanian masyarakat Pulau Enggano.

Melalui fasilitas tersebut, komoditas pisang yang dihasilkan petani setempat dapat diolah menjadi produk turunan berupa tepung pisang sebagai bagian dari pengembangan hilirisasi sektor pertanian.

Pengolahan tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperluas peluang pengembangan usaha berbasis komoditas lokal.

Kebutuhan energi untuk menjalankan fasilitas pengolahan pisang akan dipenuhi melalui panel surya yang menjadi sumber utama pasokan listrik dalam proyek Enggano Solar Nexus.

Dengan penggunaan energi terbarukan, fasilitas pengolahan hasil pertanian diharapkan dapat beroperasi secara lebih efisien tanpa harus mengandalkan pasokan listrik konvensional dari PLN.

Pengembangan fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan penerapan pembangunan rendah karbon dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan.

Fasilitas Pembeku Berkapasitas 10 Ton Ikan Gunakan Listrik Tenaga Surya

Selain mendukung sektor pertanian, proyek Enggano Solar Nexus juga diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan melalui penyediaan fasilitas pembeku modular atau freezer bagi hasil tangkapan nelayan.

Irvan menjelaskan bahwa fasilitas penyimpanan tersebut dirancang memiliki kapasitas sekitar 10 ton ikan untuk menunjang kebutuhan penyimpanan hasil perikanan masyarakat Pulau Enggano.

Fasilitas pembeku tersebut membutuhkan pasokan listrik secara terus-menerus selama 24 jam agar sistem pendinginan dapat beroperasi dan menjaga kondisi ikan yang disimpan.

Untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut, Enggano Solar Nexus mengandalkan panel surya sebagai sumber listrik utama tanpa menggunakan pasokan dari PLN.

Pemanfaatan energi surya diharapkan dapat membantu menekan biaya operasional fasilitas penyimpanan ikan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional.

"PLN nol artinya mereka tidak perlu lagi membayar PLN, dan tentu yang paling penting dari program ini tidak menghasilkan karbon," ujar Irvan.

Menurut Irvan, penggunaan energi terbarukan dalam kegiatan pengolahan dan penyimpanan hasil produksi merupakan bagian dari penerapan konsep pembangunan rendah karbon yang terhubung langsung dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Dengan tersedianya fasilitas pendingin berbasis energi surya, hasil tangkapan nelayan diharapkan dapat disimpan melalui sistem pembekuan yang beroperasi secara berkelanjutan.

Enggano Solar Nexus Fokus pada Hilirisasi, Belum Menjangkau Listrik Rumah Tangga

Irvan menjelaskan bahwa pemanfaatan energi surya dalam proyek Enggano Solar Nexus saat ini masih difokuskan pada kebutuhan fasilitas pengolahan produk pertanian dan perikanan.

Dengan demikian, pengembangan proyek tersebut belum mencakup penyediaan pasokan listrik untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat yang tinggal di Pulau Enggano.

Penggunaan panel surya diarahkan untuk mendukung kegiatan produksi, terutama pengolahan pisang menjadi tepung dan pengoperasian fasilitas pembeku hasil tangkapan nelayan.

Pembatasan cakupan tersebut menjadi bagian dari rancangan proyek percontohan yang mengutamakan integrasi energi bersih dengan hilirisasi komoditas unggulan masyarakat setempat.

Melalui pendekatan tersebut, manfaat energi terbarukan diharapkan dapat terlihat dari peningkatan efisiensi biaya produksi serta penguatan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Pembangunan Proyek Energi Surya Ditargetkan Dimulai Akhir Oktober 2026

Proyek Enggano Solar Nexus saat ini masih berada dalam tahap pembangunan, dengan awal pelaksanaan pekerjaan diperkirakan segera dimulai pada akhir Oktober 2026.

OPML bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu mengembangkan proyek tersebut sebagai percontohan penerapan energi terbarukan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.

Penggunaan panel surya dalam fasilitas pengolahan hasil pertanian dan perikanan diharapkan dapat mengurangi pengeluaran energi sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

Selain itu, pengembangan fasilitas pengolahan pisang dan penyimpanan ikan diharapkan dapat memperkuat hilirisasi komoditas lokal yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Pulau Enggano.

Melalui Enggano Solar Nexus, OPML dan Pemerintah Provinsi Bengkulu berupaya memperlihatkan penerapan pembangunan rendah karbon yang tidak hanya berfokus pada pemanfaatan energi bersih, tetapi juga mendukung pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat di daerah kepulauan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026