
Pantau - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menyatakan kesiapan memasok cabai ke sejumlah daerah yang mengalami kenaikan harga untuk menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan inflasi menjelang Natal 2026, Tahun Baru 2027, serta Ramadhan dan Idul Fitri 1448 Hijriah.
Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankankp) Kabupaten Banjarnegara Firman Sapta Ady mengatakan kerja sama antardaerah menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi ketimpangan pasokan cabai.
Kesiapan tersebut disampaikan setelah pihaknya mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.
Banjarnegara Siap Bantu Daerah yang Kekurangan Pasokan Cabai
Firman mengatakan rapat koordinasi tersebut membahas tindak lanjut dan evaluasi kerja sama antardaerah dalam mengatasi kenaikan harga berbagai jenis cabai.
Pertemuan itu melibatkan perwakilan sejumlah kabupaten yang diharapkan dapat memperkuat distribusi komoditas pangan.
"Kami diundang bersama 26 kabupaten di Indonesia untuk membahas tindak lanjut dan evaluasi kerja sama antardaerah, khususnya bagi daerah yang mengalami kenaikan harga komoditas aneka cabai," katanya saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (30/10/2026).
Menurut Firman, kerja sama antardaerah diperlukan agar wilayah yang mengalami kekurangan pasokan dapat memperoleh komoditas dari daerah penghasil.
Langkah tersebut juga bertujuan mengurangi risiko lonjakan harga akibat ketidakseimbangan antara ketersediaan barang dan kebutuhan masyarakat.
“Dengan pola kerja sama tersebut, daerah yang mengalami kekurangan pasokan dapat memperoleh pasokan dari daerah yang memiliki ketersediaan komoditas sehingga gejolak harga dapat dikendalikan,” katanya.
Banjarnegara Selama Ini Pasok Cabai ke Banyumas, Pemalang, dan Pekalongan
Firman menjelaskan Banjarnegara telah berperan sebagai salah satu daerah pemasok cabai bagi wilayah sekitarnya.
Sejumlah daerah yang selama ini menerima pasokan cabai dari Banjarnegara antara lain Banyumas, Pemalang, dan Pekalongan.
Menurutnya, pengalaman distribusi tersebut menjadi modal untuk memperluas kerja sama dengan daerah lain yang membutuhkan tambahan pasokan.
Harga cabai di tingkat petani Banjarnegara saat ini juga disebut relatif sebanding dengan harga di wilayah penghasil cabai lainnya.
Kondisi tersebut dinilai mendukung kesiapan Banjarnegara dalam memenuhi kebutuhan pasar di luar daerah.
"Banjarnegara siap memasok untuk kebutuhan daerah lain. Selama ini kami juga sudah mendukung pasokan ke daerah sekitar," katanya.
Harga Cabai Merah Keriting Turun Jadi Rp48.000–Rp50.000 per Kilogram
Sementara itu, petani sekaligus pegiat Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Kabupaten Banjarnegara Teguh Suprapto melaporkan harga sejumlah jenis cabai di tingkat petani mulai mengalami penurunan.
Teguh yang turut menghadiri rapat koordinasi tersebut mengatakan penurunan harga terjadi pada cabai merah keriting, cabai rawit merah, dan cabai rawit hijau.
Pada Jumat (30/10/2026), harga cabai merah keriting di tingkat petani Banjarnegara berada pada kisaran Rp48.000 hingga Rp50.000 per kilogram.
Harga tersebut turun dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp56.000 hingga Rp60.000 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada jenis cabai rawit yang menjadi salah satu komoditas kebutuhan masyarakat.
Harga Cabai Rawit Merah dan Hijau Ikut Mengalami Penurunan
Teguh mengatakan harga cabai rawit merah di tingkat petani turun dari sekitar Rp50.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai rawit hijau mengalami penurunan dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
“Sementara harga cabai rawit merah turun dari kisaran Rp50.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau turun dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram,” katanya.
Menurut Teguh, penurunan harga tersebut berkaitan dengan mulai meningkatnya hasil produksi dari tanaman cabai baru.
Tanaman hasil regenerasi yang mulai berbuah menambah ketersediaan komoditas di tingkat petani.
Bertambahnya pasokan tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga cabai di Banjarnegara.
Kerja Sama Antardaerah Diperkuat Jelang Natal dan Tahun Baru
Firman berharap kerja sama antardaerah dapat diperkuat untuk menghadapi potensi peningkatan kebutuhan pangan pada akhir tahun.
Momentum Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 menjadi salah satu periode yang perlu diantisipasi melalui penguatan pasokan komoditas.
Selain itu, pemerintah daerah juga mempersiapkan langkah menjaga ketersediaan cabai menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1448 Hijriah.
Koordinasi distribusi antardaerah diharapkan dapat membantu wilayah yang mengalami kenaikan harga akibat keterbatasan pasokan.
Melalui kesiapan produksi dan kerja sama distribusi, Banjarnegara berupaya mendukung pengendalian inflasi serta menjaga kestabilan harga cabai di berbagai daerah.
- Penulis :
- Aditya Yohan




