HOME  ⁄  Ekonomi

Pendapatan Jasa Marga Tumbuh 7,9 Persen Jadi Rp15,6 Triliun hingga Kuartal III-2026, Laba Bersih Rp2,7 Triliun

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pendapatan Jasa Marga Tumbuh 7,9 Persen Jadi Rp15,6 Triliun hingga Kuartal III-2026, Laba Bersih Rp2,7 Triliun
Foto: Sejumlah kendaraan saat melintas di jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga (sumber: Jasa Marga)

Pantau - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 7,9 persen menjadi Rp15,6 triliun hingga kuartal III-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didukung peningkatan kontribusi bisnis jalan tol dan lini usaha lainnya.

Kinerja positif tersebut juga diikuti pencapaian laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,7 triliun, seiring optimalisasi operasional dan pengelolaan biaya perusahaan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, mengatakan kondisi keuangan yang sehat menjadi fondasi penting dalam menjalankan strategi bisnis perusahaan secara berkelanjutan.

"Kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi bagi Jasa Marga untuk menjalankan strategi bisnis secara berkelanjutan," kata Rivan dalam keterangan yang terkonfirmasi di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Menurut Rivan, pencapaian tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga kesehatan finansial di tengah kebutuhan investasi infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan jalan tol.

Jasa Marga terus mengoptimalkan kegiatan operasional untuk mempertahankan pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat kapasitas investasi dalam pengembangan jaringan jalan tol nasional.

Pendapatan Bisnis Jalan Tol Jasa Marga Capai Rp14,3 Triliun

Berdasarkan laporan kinerja hingga kuartal III-2026, pendapatan usaha Jasa Marga mencapai Rp15,6 triliun atau meningkat 7,9 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Dari jumlah tersebut, bisnis jalan tol masih menjadi penyumbang utama dengan pendapatan mencapai Rp14,3 triliun, tumbuh 6,8 persen secara tahunan.

Sementara itu, pendapatan usaha lainnya tercatat sebesar Rp1,3 triliun atau meningkat 21,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan pendapatan di luar bisnis jalan tol tersebut didukung oleh pengembangan kegiatan usaha perseroan yang mencakup pengoperasian jalan tol, preservasi atau pemeliharaan jalan tol, serta pengembangan bisnis prospektif.

Peningkatan kontribusi dari berbagai lini usaha menjadi bagian dari strategi Jasa Marga dalam memperkuat fundamental perusahaan dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis.

Selain meningkatkan pendapatan, perseroan juga menerapkan pengelolaan belanja operasional secara terukur dan disiplin untuk mengoptimalkan struktur biaya.

Langkah tersebut dilakukan agar efisiensi operasional tetap terjaga tanpa mengurangi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan investasi dan pengembangan infrastruktur.

EBITDA Jasa Marga Tembus Rp10,5 Triliun dengan Margin 67 Persen

Melalui optimalisasi kegiatan operasional dan pengendalian biaya, Jasa Marga membukukan EBITDA atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi sebesar Rp10,5 triliun hingga kuartal III-2026.

Perseroan juga mencatatkan margin EBITDA sebesar 67,0 persen, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan profitabilitas operasional.

Pada periode yang sama, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,7 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan upaya perseroan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya, dan pengelolaan risiko bisnis.

Rivan menjelaskan bahwa Jasa Marga terus memastikan kegiatan operasional berjalan optimal sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mendukung pengembangan jaringan jalan tol pada masa mendatang.

Perusahaan juga berkomitmen meningkatkan standar pelayanan melalui pemanfaatan teknologi guna memberikan nilai tambah bagi pengguna jalan dan seluruh pemangku kepentingan.

"Kami memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal, sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol, meningkatkan standar layanan melalui pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, pertumbuhan Perseroan dapat berjalan selaras dengan penciptaan nilai bagi pengguna jalan dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Transaksi Kendaraan di Jalan Tol Jasa Marga Lampaui 981 Juta

Dari sisi operasional, Jasa Marga mencatatkan volume transaksi kendaraan di seluruh ruas jalan tol yang dikelolanya mencapai lebih dari 981 juta kendaraan hingga kuartal III-2026.

Sementara itu, lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada jaringan jalan tol perseroan tercatat sekitar 3,6 juta kendaraan per hari.

Besarnya volume transaksi tersebut mencerminkan tingginya aktivitas mobilitas masyarakat dan kendaraan pada jaringan jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga.

Capaian operasional tersebut turut memperkuat posisi Jasa Marga sebagai pemimpin pasar (market leader) dalam industri pengelolaan jalan tol di Indonesia.

Hingga kuartal III-2026, perseroan tercatat mengoperasikan jaringan jalan tol sepanjang 1.294 kilometer dari total panjang konsesi yang dimiliki sebesar 1.736 kilometer.

Jaringan jalan tol yang telah dioperasikan Jasa Marga tersebut setara dengan sekitar 42 persen dari total panjang jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Dengan jaringan operasional yang luas, Jasa Marga terus berupaya menjaga kualitas pelayanan dan meningkatkan efisiensi pengelolaan jalan tol.

Jasa Marga Fokus Perkuat Investasi dan Layanan Berbasis Teknologi

Memasuki periode berikutnya, Jasa Marga tetap memprioritaskan penguatan fundamental keuangan untuk mendukung pengembangan infrastruktur jalan tol secara berkelanjutan.

Perseroan berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan belanja operasional, pengembangan jaringan jalan tol, dan peningkatan kualitas layanan kepada pengguna jalan.

Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu fokus perusahaan untuk meningkatkan standar pelayanan serta mendukung efektivitas kegiatan operasional.

Selain itu, pengelolaan biaya secara disiplin terus dilakukan untuk mempertahankan efisiensi dan menjaga kapasitas investasi perusahaan.

Dengan pendapatan usaha mencapai Rp15,6 triliun, EBITDA sebesar Rp10,5 triliun, dan laba bersih Rp2,7 triliun hingga kuartal III-2026, Jasa Marga berupaya mempertahankan pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat konektivitas jalan tol nasional.

Pengembangan jaringan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengguna jalan serta mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026