
Pantau - Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan bahwa banjir yang melanda kawasan Ciledug, Kota Tangerang, dipicu oleh pendangkalan dan penyempitan Kali Angke serta belum rampungnya pembangunan tanggul penahan air di sejumlah titik.
Andra mengatakan kondisi tersebut menyebabkan air sungai berpotensi meluap ke permukiman warga ketika debit air meningkat.
Pernyataan itu disampaikan setelah peninjauan kondisi Kali Angke bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggodo dan Wali Kota Tangerang Sachrudin.
"Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih adanya sejumlah titik tanggul atau sheet pile yang belum terpasang secara menyeluruh akibat kendala pembebasan lahan. Kondisi tersebut menyebabkan air sungai berpotensi melimpas ke kawasan permukiman warga ketika debit air meningkat," kata Andra di Tangerang, Sabtu (31/10/2026).
Pendangkalan Kali Angke dan Tanggul Belum Rampung Jadi Penyebab Banjir
Andra menjelaskan bahwa persoalan banjir di Ciledug tidak hanya disebabkan oleh meningkatnya debit air sungai.
Kondisi fisik Kali Angke yang mengalami pendangkalan dan penyempitan turut memengaruhi kemampuan sungai menampung aliran air.
Selain itu, pembangunan turap atau sheet pile di sepanjang aliran sungai belum sepenuhnya selesai.
Salah satu kendala utama penyelesaian pembangunan tanggul tersebut adalah proses pembebasan lahan.
Menurut Andra, bagian tanggul yang belum terpasang menjadi titik rawan karena air dapat melimpas ke kawasan permukiman ketika permukaan sungai meningkat.
Permasalahan tersebut memerlukan penanganan infrastruktur secara menyeluruh agar risiko banjir dapat dikurangi.
Pemkot Tangerang Bebaskan Lahan Sepanjang 600 Meter
Pemerintah Kota Tangerang telah melakukan pembebasan lahan untuk mendukung pembangunan infrastruktur pengendali banjir di sepanjang Kali Angke.
Andra menyebutkan sekitar 600 meter lahan telah berhasil dibebaskan oleh pemerintah kota.
Dengan tersedianya lahan tersebut, pekerjaan fisik pembangunan infrastruktur pengendali banjir dapat dilanjutkan oleh Kementerian PU.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Banten juga telah mengerahkan alat berat untuk membantu normalisasi sungai di sejumlah titik.
Normalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan persoalan pendangkalan yang ditemukan di sepanjang aliran Kali Angke.
Penanganan Banjir Harus Libatkan Banten, Jakarta, dan Pemerintah Pusat
Andra menegaskan bahwa persoalan Kali Angke tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pemerintah daerah.
Pasalnya, aliran sungai tersebut melintasi sejumlah wilayah administrasi dan berpengaruh terhadap potensi banjir di kawasan Tangerang Raya hingga Jakarta.
"Persoalan Kali Angke tidak bisa ditangani secara parsial, karena dampaknya melintasi wilayah administrasi. Aliran sungai tersebut turut memengaruhi potensi banjir di Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga wilayah Jakarta," kata Gubernur Andra Soni.
Karena itu, ia mendorong penanganan terpadu yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kabupaten dan kota, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Koordinasi lintas wilayah diperlukan untuk menyelaraskan pekerjaan normalisasi sungai, pembangunan tanggul, dan penyelesaian persoalan lahan.
Gubernur Minta Fungsi Bendung Polor Dikaji Ulang
Selain kondisi Kali Angke, Andra menyoroti keberadaan Bendung Polor yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa bendung tersebut merupakan infrastruktur lama yang awalnya dibangun untuk memenuhi kebutuhan irigasi persawahan.
Namun, perkembangan kawasan dan berkurangnya lahan pertanian membuat fungsi awal bendung tersebut perlu dievaluasi.
"Ini bendung lama, dulu peruntukannya untuk irigasi mengairi sawah. Sekarang sudah tidak ada lagi sawah yang diairi di sini, sehingga harus dikaji ulang pemanfaatan dan kegunaannya," kata Gubernur Andra Soni.
Andra berharap Kementerian PU melalui jajaran teknis dapat melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi dan fungsi Bendung Polor.
Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi dasar penentuan langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan air saat ini.
Pemerintah Provinsi Banten juga mendorong kelanjutan pembangunan infrastruktur pengendali banjir sebagai bagian dari penanganan persoalan Kali Angke yang berdampak pada Ciledug dan wilayah sekitarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




