
Pantau - Bhutan akan membangun 108 stupa suci atau Jangchub Chorten secara bersamaan dalam satu hari pada Minggu (1/11/2026) di Gelephu Mindfulness City, wilayah selatan Bhutan, melalui kegiatan keagamaan bertajuk Project 108 yang digagas Raja Bhutan.
Pembangunan tersebut akan berlangsung di sepanjang Sungai Mau Chhu dengan melibatkan masyarakat dari berbagai wilayah Bhutan serta peserta dari luar negeri.
Setiap stupa dirancang memiliki tinggi 15 meter dengan jarak antarbangunan mencapai 108 meter.
Penyelenggara memperkirakan lebih dari 200.000 orang telah mendaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Direktur Departemen Pariwisata Bhutan, Damcho Rinzin, mengatakan pembangunan 108 stupa menjadi simbol keyakinan dan kebersamaan masyarakat dalam menjalankan tradisi spiritual.
"Keistimewaan inisiatif ini bukan hanya terletak pada didirikannya 108 chorten suci dalam satu hari, tetapi juga pada keyakinan, kemurahan hati, dan komitmen bersama yang melandasinya," kata Rinzin dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2026).
Bhutan Bangun 108 Stupa Setinggi 15 Meter di Sepanjang Sungai Mau Chhu
Pembangunan 108 Jangchub Chorten akan dilaksanakan secara serentak pada 1 November 2026 di kawasan Gelephu Mindfulness City.
Seluruh bangunan direncanakan berdiri di sepanjang Sungai Mau Chhu yang berada di wilayah selatan Bhutan.
Masing-masing stupa memiliki rancangan ketinggian 15 meter dengan jarak 108 meter antara satu bangunan dan bangunan lainnya.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari kegiatan keagamaan yang menggabungkan tradisi spiritual dan partisipasi masyarakat.
Dalam ajaran Buddha, Jangchub Chorten merupakan bangunan suci yang melambangkan pencerahan.
Stupa tersebut juga digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan doa dan harapan bagi perdamaian, cinta kasih, serta kesejahteraan seluruh makhluk hidup.
Angka 108 Memiliki Makna Khusus dalam Tradisi Buddhis
Pemilihan jumlah 108 stupa berkaitan dengan makna spiritual angka tersebut dalam tradisi Buddhis.
Angka 108 memiliki kedudukan penting dalam berbagai praktik keagamaan dan simbol ajaran Buddha.
Salah satu contohnya terdapat pada Kangyur, yaitu kumpulan ajaran Buddha yang dikenal memiliki 108 volume.
Angka tersebut juga digunakan dalam tasbih Buddhis yang terdiri atas 108 butir untuk membantu praktik doa dan meditasi.
Melalui pembangunan 108 Jangchub Chorten, penyelenggara ingin menghadirkan kegiatan yang mencerminkan nilai spiritual sekaligus kebersamaan masyarakat Bhutan.
Lebih dari 200 Ribu Orang Mendaftar Ikuti Project 108
Pembangunan stupa melibatkan masyarakat melalui tradisi zhābtog, yaitu kegiatan menyumbangkan waktu dan tenaga secara sukarela untuk kepentingan bersama.
Tradisi tersebut menjadi salah satu unsur utama dalam pelaksanaan Project 108.
Peserta dari berbagai wilayah Bhutan dan sejumlah negara lain dijadwalkan berkumpul di Gelephu untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan.
Menurut penyelenggara, jumlah pendaftar diperkirakan telah melampaui 200.000 orang menjelang pelaksanaan kegiatan pada 1 November 2026.
Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam kegiatan yang menekankan nilai kemurahan hati, kerja sama, dan komitmen bersama.
Penyelenggara juga menyiapkan siaran langsung agar masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung tetap bisa menyaksikan kegiatan tersebut.
Project 108 Jadi Bagian dari Pengembangan Gelephu Mindfulness City
Project 108 merupakan bagian dari kegiatan di Gelephu Mindfulness City, kawasan administrasi khusus yang digagas Raja Bhutan.
Kawasan tersebut dirancang dengan pendekatan pembangunan yang menggabungkan nilai spiritual, pelestarian lingkungan, inovasi, dan aktivitas ekonomi.
Pembangunan stupa menjadi salah satu kegiatan yang memperlihatkan penerapan nilai spiritual dalam pengembangan kawasan tersebut.
Damcho Rinzin menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menekankan jumlah bangunan yang didirikan, tetapi juga semangat kebersamaan yang melandasi pelaksanaannya.
Melalui Project 108, Bhutan akan mempertemukan masyarakat dan peserta internasional dalam kegiatan pembangunan 108 stupa suci secara bersamaan pada 1 November 2026.
- Penulis :
- Aditya Yohan




