
Pantau - Mengonsumsi pisang satu hingga dua jam sebelum tidur berpotensi membantu meningkatkan kualitas istirahat malam karena buah tersebut mengandung triptofan, magnesium, vitamin B6, dan kalium yang berperan dalam proses relaksasi tubuh.
Dilansir dari Health pada Jumat (30/10/2026), sejumlah kandungan nutrisi dalam pisang mendukung pembentukan hormon yang berkaitan dengan pengaturan siklus tidur.
Salah satu nutrisi utama dalam pisang adalah triptofan, yaitu asam amino yang digunakan tubuh untuk memproduksi serotonin dan melatonin.
Serotonin berperan dalam pengaturan suasana hati dan proses tidur, sedangkan melatonin membantu mengatur siklus tidur dan bangun.
Penelitian menunjukkan bahwa makanan yang mengandung triptofan, termasuk pisang dan susu, berpotensi membantu seseorang tertidur lebih cepat dan meningkatkan kualitas tidur.
Meski demikian, jumlah triptofan dalam pisang belum tentu cukup untuk menimbulkan rasa kantuk secara langsung setelah dikonsumsi.
Triptofan dalam Pisang Membantu Produksi Hormon Tidur
Triptofan merupakan salah satu komponen penting yang membuat pisang dikaitkan dengan peningkatan kualitas tidur.
Asam amino tersebut digunakan tubuh untuk menghasilkan serotonin yang kemudian dapat diubah menjadi melatonin.
Melatonin merupakan hormon yang membantu mengatur waktu tidur dan bangun sesuai ritme biologis tubuh.
Kandungan triptofan dalam pisang dapat berbeda bergantung pada tingkat kematangan buah.
Pisang kuning yang sudah matang diketahui memiliki kandungan triptofan lebih tinggi dibandingkan pisang pada tingkat kematangan lainnya.
Sementara itu, pisang yang terlalu matang hingga kulitnya berubah kecokelatan mengandung lebih banyak melatonin.
Walaupun demikian, konsumsi pisang tidak secara otomatis membuat seseorang langsung mengantuk karena efeknya dipengaruhi jumlah nutrisi yang masuk ke tubuh.
Vitamin B6 dan Karbohidrat Mendukung Pembentukan Melatonin
Selain triptofan, pisang mengandung vitamin B6 yang berperan dalam proses pembentukan hormon terkait tidur.
Satu buah pisang matang berukuran sedang mengandung sekitar 0,4 miligram vitamin B6 atau setara dengan 25 persen kebutuhan harian.
Vitamin B6 membantu tubuh mengubah triptofan menjadi serotonin yang selanjutnya dapat digunakan dalam pembentukan melatonin.
Pisang juga mengandung sekitar 25 gram karbohidrat yang turut mendukung pemanfaatan triptofan oleh tubuh.
Karbohidrat dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan merangsang pelepasan insulin.
Proses tersebut memungkinkan lebih banyak triptofan mencapai otak sehingga mendukung pembentukan serotonin dan melatonin.
Kombinasi vitamin B6, karbohidrat, dan triptofan menjadi salah satu alasan pisang dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih baik.
Magnesium dalam Pisang Membantu Relaksasi Otot dan Saraf
Magnesium menjadi nutrisi lain dalam pisang yang berpotensi membantu tubuh lebih rileks menjelang waktu tidur.
Mineral tersebut berperan dalam fungsi saraf dan otot sehingga dapat mendukung proses relaksasi.
Satu buah pisang matang menyediakan sekitar 5 persen kebutuhan magnesium harian.
Asupan magnesium yang mencukupi berkaitan dengan fungsi otot dan sistem saraf yang normal.
Kondisi otot yang lebih rileks dapat membantu tubuh merasa lebih nyaman ketika beristirahat.
Meski kandungan magnesium dalam satu buah pisang relatif terbatas, buah tersebut tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kecukupan mineral harian.
Kalium Berperan dalam Fungsi Otot dan Kualitas Tidur
Pisang juga dikenal sebagai sumber kalium, yaitu mineral yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.
Satu porsi pisang umumnya menyediakan sekitar 9 persen kebutuhan kalium harian.
Kalium membantu menjaga fungsi otot, jantung, dan sel agar bekerja secara normal.
Ketidakseimbangan elektrolit dapat berkaitan dengan gangguan fungsi otot yang berpotensi mengganggu kenyamanan saat tidur.
Penelitian menunjukkan bahwa kecukupan kalium dapat membantu mendukung kualitas tidur melalui fungsi otot yang baik dan pengurangan risiko kram pada malam hari.
Kram otot yang terjadi saat tidur dapat menyebabkan seseorang terbangun atau mengalami kesulitan untuk kembali tertidur.
Karena itu, memenuhi kebutuhan kalium melalui makanan seperti pisang dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kualitas istirahat.
Waktu Terbaik Makan Pisang Sebelum Tidur
Waktu konsumsi pisang juga menjadi perhatian bagi orang yang ingin menjadikannya sebagai camilan malam.
Pisang disarankan dikonsumsi sekitar satu hingga dua jam sebelum waktu tidur.
Jeda tersebut memberikan kesempatan bagi tubuh untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi yang terkandung di dalamnya.
Mengonsumsi pisang terlalu dekat dengan waktu tidur berpotensi meningkatkan energi sementara akibat kandungan karbohidratnya.
Meski memiliki sejumlah nutrisi yang mendukung proses tidur, pisang bukan pengganti penanganan medis bagi seseorang yang mengalami gangguan tidur berkepanjangan.
Manfaat pisang terhadap kualitas tidur juga tidak berarti bahwa mengonsumsi satu buah pisang dapat langsung mengatasi insomnia.
Konsumsi pisang dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang yang mendukung kecukupan nutrisi dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




