HOME  ⁄  Ekonomi

DPR Dorong Usaha Ecoprint dan Kerajinan Kerang di Cilacap untuk Buka Lapangan Kerja dan Tingkatkan Ekonomi Warga

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DPR Dorong Usaha Ecoprint dan Kerajinan Kerang di Cilacap untuk Buka Lapangan Kerja dan Tingkatkan Ekonomi Warga
Foto: (Sumber :Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah (dua dari kanan) mencoba cara pembuatan ecoprint dalam kegiatan Pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Ecoprint dan Kerajinan Kerang di Gedung PCNU Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2026). ANTARA/Sumarwoto.)

Pantau - Komisi VII DPR RI mendorong pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis potensi lokal di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, melalui pelatihan pembuatan ecoprint dan kerajinan kerang untuk membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta membantu mengurangi pengangguran.

Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mengatakan Cilacap memiliki sumber daya alam melimpah, terutama hasil laut dan berbagai jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kreatif.

Pengembangan produk tersebut dinilai berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

"Potensi Cilacap luar biasa dan harus ditangkap oleh teman-teman muda, terutama dalam kerangka pengembangan ekonomi kreatif dan pemanfaatan produk atau bahan dasar yang tersedia di daerah," katanya di Cilacap, Sabtu (31/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Ecoprint dan Kerajinan Kerang di Gedung PCNU Kabupaten Cilacap.

DPR Dorong Pemanfaatan Kerang dan Tumbuhan Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Siti Mukaromah, yang akrab disapa Erma, menilai hasil laut Cilacap memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kerajinan.

Salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan adalah kerang, yang dapat diolah menjadi produk bernilai jual sekaligus mendukung pengembangan pariwisata.

Selain kerajinan kerang, Erma juga menyoroti potensi ecoprint sebagai produk ekonomi kreatif yang memanfaatkan warna dan bentuk alami dari dedaunan serta bagian tumbuhan lainnya.

Menurutnya, teknik tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis produk, tidak terbatas pada kain atau batik.

"Pemanfaatannya bukan hanya untuk batik, tetapi ecoprint juga bisa dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," katanya.

Erma meminta pemerintah terus memberikan pendampingan kepada pelaku IKM, termasuk peningkatan keterampilan produksi dan perluasan akses pasar.

Dukungan tersebut diperlukan agar produk kerajinan lokal memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing di pasar.

Sebanyak 40 Peserta Ikuti Pelatihan Wirausaha

Pelatihan tersebut diselenggarakan Kementerian Perindustrian bersama Komisi VII DPR RI dengan melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Cilacap.

Sekretaris Disnakerin Kabupaten Cilacap Hudaefah mengatakan kegiatan itu diikuti 40 peserta yang dibagi menjadi dua kelompok pelatihan.

Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan kerajinan kerang, sedangkan 20 peserta lainnya mempelajari teknik pembuatan ecoprint.

Sebagian besar peserta merupakan perempuan yang diharapkan dapat memanfaatkan keterampilan tersebut untuk membangun usaha produktif.

Hudaefah menilai pelatihan kewirausahaan dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan perekonomian keluarga sekaligus memperluas kesempatan kerja.

Pengangguran Cilacap Masih Sekitar 7 Persen

Hudaefah mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Cilacap masih berada pada kisaran 7 persen, dengan jumlah pencari kerja yang disebut mencapai sekitar satu juta orang.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya program pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Kami berharap kegiatan ini bisa terus berkelanjutan karena angka pengangguran di Cilacap masih cukup tinggi sehingga perlu terus ditekan dari tahun ke tahun," katanya.

Ia berharap peserta tidak berhenti pada penguasaan keterampilan, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi kegiatan usaha yang menghasilkan pendapatan.

Salah seorang peserta pelatihan ecoprint asal Kecamatan Binangun, Mumtahana, mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan bahan alami untuk kerajinan.

Sebelumnya, ia belum mengenal teknik ecoprint, tetapi melalui pelatihan tersebut mengetahui bahwa dedaunan dan bunga di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat. Semoga setelah pelatihan kami bisa mengembangkan ilmu yang sudah didapat," katanya.

Program pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Cilacap untuk mengembangkan usaha mandiri dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026