HOME  ⁄  Ekonomi

PLN dan Kemendes Luncurkan Program Biomassa untuk PLTU, Targetkan Penggantian 2,4 Juta Ton Batu Bara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PLN dan Kemendes Luncurkan Program Biomassa untuk PLTU, Targetkan Penggantian 2,4 Juta Ton Batu Bara
Foto: (Sumber :Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia (EPI) Rakhmad Dewanto memberikan keterangan resmi kepada awak media, di Serang, Banten, Sabtu (3110/2026). ANTARA/Bayu Kuncahyo.)

Pantau - PLN Group bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) meluncurkan program pemanfaatan limbah pertanian sebagai biomassa untuk campuran bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), dengan target menggantikan sekitar 2,4 juta ton batu bara sepanjang 2026.

Program yang dijalankan melalui PT PLN Indonesia Power tersebut melibatkan masyarakat desa sebagai penyedia bahan baku biomassa sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan peningkatan ekonomi pedesaan.

Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia (EPI) Rakhmad Dewanto mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi PLN untuk memanfaatkan limbah sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam penyediaan energi.

"Kami berterima kasih sekali mendapatkan dukungan dari Menteri Desa Yandri Susanto mengenai peluncuran biomassa untuk pembangkit PLN. Ini bagian dari program PLN untuk melibatkan partisipasi masyarakat dalam mengolah limbah," kata Rakhmad di Serang, Banten, Sabtu (31/10/2026).

PLN Targetkan Penggantian 2,4 Juta Ton Batu Bara dengan Biomassa

Rakhmad menjelaskan bahwa PLN akan memanfaatkan berbagai limbah pertanian sebagai bahan baku biomassa untuk pembangkit listrik.

Limbah tersebut meliputi sekam padi, jerami, tongkol jagung, hingga cangkang sawit yang tersedia di kawasan pedesaan.

Bahan-bahan itu akan diolah dan digunakan sebagai campuran batu bara melalui metode co-firing pada PLTU.

Menurutnya, pemanfaatan biomassa menjadi salah satu langkah PLN untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendukung transisi energi nasional.

"Tahun ini PLN merencanakan sekitar 2,4 juta ton bahan bakar batu bara digantikan dengan biomassa. Artinya, kita sudah mengurangi emisi sebesar 2,4 juta ton CO2," ujarnya.

Selain mengurangi penggunaan batu bara, program tersebut diharapkan menciptakan nilai tambah ekonomi dari limbah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.

Program Biomassa Dikembangkan Bertahap di Tiga Lokasi

PLN merencanakan pengembangan program biomassa secara bertahap dengan melibatkan masyarakat di sekitar instalasi pembangkit listrik.

Pada tahun pertama, perusahaan menargetkan pelaksanaan program di tiga lokasi.

Jumlah tersebut direncanakan meningkat menjadi enam lokasi pada tahun berikutnya dan sepuluh lokasi pada tahap selanjutnya sesuai arahan Kementerian Desa.

Pengembangan dilakukan untuk memperluas pemanfaatan limbah pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam pengumpulan dan pengolahan bahan baku.

"Insya Allah kita yakin kolaborasi PLN bersama masyarakat sekitar ini tidak hanya meningkatkan perekonomian warga dan mengurangi emisi, tetapi juga mendorong kemandirian energi nasional sesuai kebijakan Presiden Prabowo Subianto," kata dia.

Kemendes Dukung Biomassa Jadi Sumber Ekonomi Baru Desa

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyatakan dukungannya terhadap pemanfaatan limbah pertanian dan industri sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

Menurut Yandri, program tersebut sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok biomassa dapat membuka peluang pendapatan baru melalui penyediaan bahan baku bagi PLN.

"Selama ini PLN menerima pasokan dari perusahaan swasta maupun BUMN untuk batu bara dan lain-lain. Hadirnya biomassa yang sumbernya dari desa ini menjadi bentuk keberpihakan negara untuk memastikan ada instrumen yang sampai ke desa sebagai sumber ekonomi baru," ujarnya lagi.

Yandri mengatakan kepastian penyerapan biomassa berpotensi mendorong kegiatan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan.

"Di situ artinya ada kegiatan ekonomi, ada yang bekerja, ada yang mendapatkan uang, serta lingkungan menjadi lebih bersih. Intinya efek dominonya banyak," kata Yandri.

Melalui kerja sama tersebut, PLN dan Kemendes PDT menargetkan pemanfaatan limbah desa tidak hanya mendukung kebutuhan energi pembangkit, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026