HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Peringatkan Pertempuran di Perbatasan Afghanistan-Pakistan Ancam Keselamatan Pengungsi, Satu Anak Tewas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PBB Peringatkan Pertempuran di Perbatasan Afghanistan-Pakistan Ancam Keselamatan Pengungsi, Satu Anak Tewas
Foto: (Sumber :Para pengungsi Afghanistan terlihat di sebuah kamp pengungsi di titik penyeberangan perbatasan Torkham di Nangarhar, Afghanistan, Kamis (18/6/2026). ANTARA/Xinhua/Saifurahman Safi/aa..)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa pertempuran di sekitar perlintasan perbatasan Torkham antara Afghanistan dan Pakistan mengancam keselamatan ratusan ribu warga Afghanistan yang kembali ke negara asalnya.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa bentrokan pada Rabu (28/10/2026) menyebabkan seorang anak dari masyarakat setempat tewas dan seorang pekerja kemanusiaan terluka.

Pekerja kemanusiaan tersebut mengalami luka saat menjalankan tugas membantu warga Afghanistan yang kembali dari Pakistan.

Menurut OCHA, peningkatan ketegangan di wilayah perbatasan sebelumnya juga menyebabkan penutupan sementara titik perlintasan dan pemindahan sejumlah layanan kemanusiaan.

Kondisi tersebut menimbulkan risiko bagi warga sipil yang bergantung pada akses perbatasan untuk kembali ke Afghanistan dan memperoleh bantuan.

Lebih dari 600 Ribu Warga Afghanistan Melintasi Torkham

OCHA menyebut Torkham sebagai salah satu jalur utama kepulangan warga Afghanistan dari Pakistan.

Sepanjang Januari hingga September 2026, lebih dari 600.000 orang tercatat melintasi perbatasan tersebut untuk kembali ke Afghanistan.

Jumlah itu mencakup hampir 85 persen dari seluruh kepulangan warga Afghanistan dari Pakistan yang tercatat selama sembilan bulan pertama tahun ini.

Besarnya jumlah warga yang melintasi Torkham menjadikan keamanan di sekitar perlintasan tersebut penting bagi kelangsungan kegiatan kemanusiaan.

Namun, bentrokan yang terjadi di kawasan perbatasan telah mengganggu operasional sejumlah layanan bagi warga yang kembali.

Penutupan sementara perlintasan dan pemindahan layanan kemanusiaan dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di wilayah tersebut.

PBB Tetap Salurkan Bantuan di Tengah Ketegangan

Meskipun situasi keamanan memburuk, PBB bersama organisasi mitra kemanusiaan tetap menjalankan kegiatan bantuan di wilayah perbatasan.

Layanan kemanusiaan juga masih diberikan melalui pusat penerimaan dan transit yang berada di sekitar kawasan tersebut.

OCHA menegaskan bahwa perlindungan warga sipil, pekerja kemanusiaan, dan fasilitas bantuan harus menjadi perhatian seluruh pihak yang terlibat dalam konflik.

"OCHA menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, termasuk personel dan fasilitas kemanusiaan, serta memastikan keluarga dapat mengakses bantuan yang mereka butuhkan dengan aman," demikian pernyataan OCHA.

Seruan tersebut disampaikan menyusul jatuhnya korban jiwa dan terganggunya kegiatan kemanusiaan akibat bentrokan di sekitar perlintasan Torkham.

Jutaan Warga Afghanistan Telah Kembali dari Negara Tetangga

Arus kepulangan warga Afghanistan dari negara-negara tetangga telah berlangsung dalam jumlah besar sebelum bentrokan terbaru di kawasan perbatasan.

Komisariat Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) mencatat sebanyak 2,7 juta warga Afghanistan telah kembali dari Iran dan Pakistan hingga 29 November 2025.

Data tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan layanan penerimaan dan bantuan kemanusiaan bagi warga yang kembali ke Afghanistan.

PBB menekankan pentingnya menjaga akses bantuan yang aman agar keluarga yang melintasi perbatasan tidak menghadapi ancaman tambahan akibat konflik bersenjata.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026