HOME  ⁄  Geopolitik

Dewan Keamanan PBB Gelar Pemungutan Suara Ketujuh Calon Sekjen, Rebeca Grynspan Unggul Berdasarkan Hasil Bocor

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dewan Keamanan PBB Gelar Pemungutan Suara Ketujuh Calon Sekjen, Rebeca Grynspan Unggul Berdasarkan Hasil Bocor
Foto: (Sumber :PBB (ANTARA) - Dewan Keamanan PBB menggelar jajak pendapat informal ketujuh untuk kandidat sekretaris jenderal (sekjen). "Jajak pendapat informal putaran ketujuh telah dilaksanakan," tutur Aglaia Balta, perwakilan tetap Yunani untuk PBB, yang negaranya memegang jabatan presiden bergilir Dewan Keamanan PBB untuk bulan Oktober..)

Pantau - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar jajak pendapat informal putaran ketujuh untuk memilih calon sekretaris jenderal (sekjen) berikutnya, dengan Rebeca Grynspan dilaporkan memperoleh dukungan terbanyak berdasarkan hasil pemungutan suara yang bocor.

Pemungutan suara berlangsung secara tertutup pada Jumat (30/10/2026) dan diikuti tujuh kandidat dari berbagai negara.

Perwakilan Tetap Yunani untuk PBB, Aglaia Balta, yang menjabat sebagai Presiden Bergilir Dewan Keamanan PBB pada Oktober, membenarkan pelaksanaan pemungutan suara tersebut.

"Jajak pendapat informal putaran ketujuh telah dilaksanakan," tutur Balta kepada wartawan setelah proses pemungutan suara.

Balta menjelaskan bahwa setiap kandidat akan menerima informasi hasil pemungutan suara melalui perwakilan tetap negara anggota yang mengajukan pencalonannya.

Presiden Majelis Umum PBB juga akan diberi tahu bahwa jajak pendapat informal tersebut telah diselenggarakan.

Rebeca Grynspan Dilaporkan Raih Dukungan Terbanyak

Berdasarkan hasil yang bocor, Rebeca Grynspan memperoleh 11 suara mendukung dan empat suara tidak mendukung dalam jajak pendapat ketujuh.

Grynspan merupakan mantan Wakil Presiden Kosta Rika yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD).

Posisi berikutnya ditempati Rafael Grossi dari Argentina, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Grossi dilaporkan memperoleh sembilan suara mendukung, empat suara tidak mendukung, dan dua suara tidak menyatakan pendapat.

Meski Grynspan memperoleh dukungan terbanyak, hasil tersebut belum memastikan pencalonannya akan direkomendasikan kepada Majelis Umum PBB.

Hasil jajak pendapat informal tidak diumumkan secara resmi oleh Dewan Keamanan PBB.

Tujuh Kandidat Bersaing Menggantikan Antonio Guterres

Jajak pendapat putaran ketujuh diikuti tujuh kandidat setelah terjadi perubahan dalam daftar pencalonan pada Oktober 2026.

Diplomat Uni Emirat Arab Lana Nusseibeh, yang pernah menjabat sebagai perwakilan tetap negaranya untuk PBB, masuk dalam persaingan pada 21 Oktober.

Sementara itu, mantan Presiden Senegal Macky Sall mengumumkan pengunduran dirinya dari pencalonan pada 17 Oktober.

Selain Grynspan, Grossi, dan Nusseibeh, empat kandidat lainnya adalah Ivonne A-Baki, Maria Fernanda Espinosa, Olara Otunnu, serta Carolyn Rodrigues Birkett.

Ivonne A-Baki merupakan mantan menteri sekaligus diplomat Ekuador, sedangkan Maria Fernanda Espinosa pernah menjabat sebagai Presiden Majelis Umum PBB serta Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Ekuador.

Olara Otunnu dari Uganda merupakan mantan pejabat tinggi PBB dengan jabatan under-secretary-general, sementara Carolyn Rodrigues Birkett menjabat sebagai Perwakilan Tetap Guyana untuk PBB.

Calon Sekjen PBB Harus Mendapat Minimal Sembilan Suara

Pemilihan sekretaris jenderal PBB dilakukan melalui proses rekomendasi Dewan Keamanan sebelum kandidat ditetapkan oleh Majelis Umum.

Dalam jajak pendapat informal, setiap anggota Dewan Keamanan memberikan penilaian terhadap masing-masing kandidat melalui tiga pilihan, yakni "mendukung", "tidak mendukung", atau "tidak menyatakan pendapat".

Seorang kandidat membutuhkan sedikitnya sembilan suara mendukung dan tidak boleh memperoleh suara penolakan dari satu pun dari lima anggota tetap Dewan Keamanan.

Kelima anggota tetap tersebut memiliki hak veto yang dapat menghalangi rekomendasi seorang kandidat.

Pada putaran keenam yang berlangsung 16 Oktober, surat suara menggunakan kode warna untuk membedakan suara anggota tetap dan tidak tetap.

Namun, dalam putaran ketujuh, Dewan Keamanan kembali menggunakan surat suara tanpa pembedaan warna menyusul masuknya kandidat baru.

Sekjen Baru PBB Dijadwalkan Menjabat Januari 2027

Proses pemilihan berlangsung menjelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada akhir 2026.

Pengganti Guterres dijadwalkan mulai menjalankan tugas pada 1 Januari 2027.

Dewan Keamanan PBB masih harus menentukan kandidat yang memenuhi persyaratan dukungan sebelum mengajukan rekomendasi resmi kepada Majelis Umum.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026