
Pantau - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akan membongkar tiga jembatan di sepanjang Jalan Raya Gabus, Kecamatan Tambun Utara, mulai pekan depan dan menggantinya dengan jembatan berbentuk lengkung untuk mengurangi risiko banjir akibat luapan Kali Gabus.
Pembongkaran dilakukan setelah konstruksi jembatan yang berada di wilayah Desa Srijaya dan Desa Srimukti dinilai menghambat aliran air sungai ketika curah hujan tinggi.
Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan pembongkaran tersebut merupakan langkah antisipasi agar banjir besar yang melanda wilayah utara Kabupaten Bekasi pada 2025 tidak kembali terulang.
"Konstruksi tiga jembatan yang berada di lintasan Desa Srijaya dan Desa Srimukti ini sejajar dengan jalan dan aliran sungai sehingga dinilai menghambat laju debit air Kali Gabus saat curah hujan tinggi," kata Asep di Cikarang, Sabtu (31/10/2026).
Tiga Jembatan di Kali Gabus Akan Diganti Model Lengkung
Asep menjelaskan pembongkaran tiga jembatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setelah meninjau kawasan Kali Gabus beberapa hari sebelumnya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi akan bertanggung jawab atas proses pembongkaran, sedangkan pembangunan jembatan pengganti dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Sudah dikunci. Kita (Pemkab Bekasi) yang bongkar, nanti provinsi yang akan bangun jembatan baru berbentuk lengkung," katanya.
Penggantian konstruksi jembatan bertujuan mengurangi hambatan aliran sungai, terutama ketika volume air meningkat saat musim hujan.
Ketiga jembatan tersebut selama ini menjadi akses penghubung permukiman warga dengan Jalan Raya Gabus.
Pemerintah daerah menjadwalkan pembongkaran dimulai pekan depan bersamaan dengan kelanjutan kegiatan normalisasi sungai.
Normalisasi Kali Gabus dan Pengangkatan Sampah Dilakukan
Selain membongkar jembatan, pemerintah daerah akan melaksanakan normalisasi Kali Gabus untuk memperlancar aliran air.
Kegiatan tersebut mencakup pengerukan endapan lumpur serta pengangkatan sampah yang berpotensi menghambat aliran sungai.
"Sama sampahnya nanti kita angkat. Untuk mencegah banjir di tiga kecamatan," kata Asep.
Langkah ini dilakukan setelah banjir pada 2025 menyebabkan luapan Kali Gabus merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Tambun Utara, Sukawangi, dan Tambelang.
Banjir tersebut bahkan mengakibatkan akses Jalan Raya Gabus terputus sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.
Pemerintah daerah berharap pembongkaran jembatan dan normalisasi sungai dapat mengurangi risiko terjadinya banjir serupa.
Dedi Mulyadi Minta Pembongkaran Selesai Sebelum Musim Hujan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta pembongkaran ketiga jembatan dilakukan secepat mungkin sebelum memasuki musim hujan.
Menurutnya, posisi ketiga jembatan yang sejajar dengan aliran sungai berpotensi menghambat pergerakan air saat debit meningkat.
"Kan nanti musim hujan nih, di Kali Gabus ada tiga jembatan. Satu ke SMK, dua ke RW atau kemana, tiga ke SMP. Jembatannya rata berbaris semua. Nanti Pemda yang bongkar biar provinsi yang ganti jembatannya, ganti dengan model lengkung," ujarnya.
Dedi juga memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melanjutkan normalisasi sungai dan pengerukan lumpur setelah pembongkaran jembatan selesai.
Selain itu, pemerintah berencana membuat embung sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di kawasan tersebut.
"Pemerintah provinsi tidak dapat menghilangkan banjir namun berupaya meminimalisir dampak. Minggu depan harus sudah dibongkar jembatannya. Nanti provinsi yang bangun. Nanti kalau jembatan sudah dibongkar, bikin embung. Sebelum hujan saya turunin alat lagi. Jangan sampai banjir dulu baru turun alat," kata dia.
Pemerintah daerah menargetkan langkah antisipasi tersebut dapat dilaksanakan sebelum curah hujan meningkat agar dampak banjir di kawasan Kali Gabus dapat diminimalkan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




