HOME  ⁄  Ekonomi

DPR dan Kemenperin Gelar Pelatihan Barista dan Pastri di Banyumas untuk Cetak Wirausaha Baru

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DPR dan Kemenperin Gelar Pelatihan Barista dan Pastri di Banyumas untuk Cetak Wirausaha Baru
Foto: (Sumber :Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah (dua dari kiri) memantau kegiatan pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Pembuatan Pastry yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2026) siang. ANTARA/Sumarwoto.)

Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mendorong masyarakat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memanfaatkan pelatihan barista dan pembuatan pastri untuk membuka usaha baru seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kedai kopi dan makanan pendamping.

Pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Pengolahan Kopi dan Pastri tersebut diselenggarakan Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI di Purwokerto, Banyumas.

Siti Mukaromah yang akrab disapa Erma mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu mengembangkan usaha mandiri sesuai kebutuhan pasar.

"Pelatihan ini untuk menyiapkan masyarakat menjadi pengusaha yang mampu melayani kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pembuatan kue pastry dan keterampilan meracik kopi atau barista," katanya saat memantau kegiatan di Purwokerto, Sabtu (31/10/2026).

Pelatihan Barista dan Pastri Dorong Peluang Usaha Baru

Erma menilai keterampilan meracik kopi memiliki prospek usaha yang menjanjikan karena kedai kopi semakin diminati masyarakat sebagai tempat bersantai dan berkumpul.

Menurutnya, seorang barista membutuhkan kemampuan khusus untuk mengolah dan menyajikan minuman kopi panas maupun dingin sesuai selera konsumen.

Keterampilan tersebut dinilai semakin bermanfaat apabila dipadukan dengan kemampuan membuat pastri sebagai makanan pendamping.

“Peluang tersebut juga semakin besar jika dilengkapi kemampuan membuat pastry sebagai makanan pendamping,” katanya..

Erma berharap peserta dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk membuka kedai kopi maupun usaha pastri di berbagai wilayah Banyumas.

"Harapan kami, dari kelompok-kelompok ini akan lahir kader-kader atau pengusaha yang sukses dan mampu menjawab tantangan serta kebutuhan pasar," kata Erma.

Peserta Belajar Memilih Biji Kopi hingga Meracik Minuman

Salah seorang peserta pelatihan pengolahan kopi, Nisfi Ramdhani, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan mengenai berbagai tahapan pengolahan kopi.

Peserta mendapatkan pembelajaran mulai dari memilih biji kopi, mengenali kualitas bahan baku, hingga memahami tingkat pemanggangan atau roasting.

Selain mempelajari pengolahan bahan, peserta juga dilatih meracik berbagai jenis minuman kopi dengan komposisi yang sesuai.

Nisfi menyebut peserta memperoleh resep dan pengetahuan mengenai pembuatan minuman seperti latte dan cappuccino.

Menurutnya, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi masyarakat yang ingin merintis usaha kedai kopi.

Teknik Penyajian Kopi Jadi Pengalaman Baru Peserta

Nisfi mengaku mendapatkan pengalaman baru dalam mempelajari teknik penyajian kopi yang membutuhkan keterampilan khusus.

Salah satu materi yang dipelajari adalah teknik menghasilkan busa susu atau milk steaming untuk membuat minuman berbahan dasar kopi dan susu.

Peserta juga mempelajari teknik latte art, yakni membuat pola pada permukaan minuman kopi menggunakan susu.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memiliki kemampuan dasar untuk menghasilkan produk minuman yang dapat dipasarkan kepada konsumen.

Kerja sama Kementerian Perindustrian dan Komisi VII DPR RI ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya pelaku usaha baru di Kabupaten Banyumas.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026