
Pantau - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Jawa Timur, terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah kelurahan untuk menekan laju inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Program tersebut dilaksanakan secara rutin dan bergiliran di berbagai lokasi agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar konvensional.
Kepala DKPP Kota Madiun, Jemakir, mengatakan Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan harga pangan di wilayah Kota Madiun.
"Melalui kegiatan GPM, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pangan pokok dengan harga lebih murah sekaligus mendukung ketersediaan pasokan dan pengendalian harga pangan di Kota Madiun," ujar Jemakir di Madiun, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, pelaksanaan GPM merupakan hasil sinergi Pemerintah Kota Madiun dengan sejumlah lembaga dan instansi terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penyediaan komoditas dengan harga terjangkau.
"Kegiatan GPM juga sebagai upaya mendukung keterjangkauan harga pangan serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," katanya.
Harga Beras, Minyak Goreng, Gula, dan Telur di Gerakan Pangan Murah Madiun
Dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Kota Madiun menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga di pasar konvensional.
Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual dengan harga Rp55.000 per pak untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan utama.
Sementara itu, gula pasir ditawarkan dengan harga Rp16.500 per kilogram dan minyak goreng merek Minyakita dijual Rp15.000 per liter.
Untuk komoditas protein hewani, telur ayam ras tersedia dengan harga Rp20.000 per kilogram.
Selain beras, gula, minyak goreng, dan telur, masyarakat juga dapat membeli berbagai kebutuhan pangan lainnya yang disediakan selama kegiatan berlangsung.
Sejumlah komoditas bumbu dapur, seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan cabai merah besar, turut ditawarkan melalui paket hemat.
Penyediaan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan pokok sehari-hari.
Program ini juga menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah upaya pengendalian inflasi.
Gerakan Pangan Murah Digelar Bergiliran di Sejumlah Kelurahan Kota Madiun
DKPP Kota Madiun melaksanakan Gerakan Pangan Murah secara bergiliran di sejumlah kelurahan agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat dari berbagai wilayah.
Salah satu lokasi penyelenggaraan GPM berada di Kampung Jepang, Kelurahan Banjarejo, Kota Madiun.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Lapak Joglo Palereman yang berlokasi di Kelurahan Kelun.
Pemerintah Kota Madiun turut menjadikan Lapak Pagu Indah di Jalan Sentot Prawirodirdjo, Kelurahan Manisrejo, sebagai salah satu tempat pelaksanaan program pangan murah.
Lokasi lainnya meliputi Lapak Kalima Reksogati di Kelurahan Sogaten dan Lapak Simander di Jalan Taman Praja, Kelurahan Pandean.
Selain itu, kegiatan GPM juga menyasar Lapak Sriti di Kelurahan Nambangan Lor serta sejumlah lokasi lainnya di wilayah Kota Madiun.
Pelaksanaan secara bergiliran tersebut bertujuan memperluas jangkauan program sehingga masyarakat memiliki kesempatan memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih murah.
DKPP Madiun Gandeng Bulog dan UMKM untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan
Jemakir menjelaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak hanya melibatkan DKPP Kota Madiun, tetapi juga menggandeng Dinas Perdagangan (Disdag), Perum Bulog, PG Rajawali I, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Keterlibatan berbagai instansi dan pelaku usaha tersebut diharapkan memperkuat ketersediaan bahan pangan sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, program GPM juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi produk bagi pelaku UMKM di Kota Madiun.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada masyarakat.
Pemerintah berharap keterlibatan UMKM dapat turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di tengah pelaksanaan program stabilisasi harga pangan.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 atau Nataru, Jemakir memastikan kondisi ketersediaan pangan di Kota Madiun masih aman dan terkendali.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya mengantisipasi perubahan harga komoditas utama melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara Pemerintah Kota Madiun, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, instansi penyedia pangan, dan pelaku UMKM diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.
DKPP Kota Madiun menargetkan pelaksanaan GPM secara rutin mampu membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi daerah, serta mempertahankan daya beli masyarakat menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
- Penulis :
- Arian Mesa




